Noice Logo
Masuk

BARU NIKAH 2 BULAN NASEHATIN YANG NIKAH 20 TAHUN

23 Menit

BARU NIKAH 2 BULAN NASEHATIN YANG NIKAH 20 TAHUN

27 Juni 2024

38

Inilah keajaiban twitter Semua hal viral yang terjadi di dunia maya akan dibahas di sini dari sudut pandang Pandji Pragiwaksono. Rilis 2 hari sekali. Follow Instagram @siniarhim dan @pandji.pragiwaksono untuk dapetin daily update seputar siniar Hiduplah Indonesia Maya.

Komentar
Lihat Semua (38)








Lihat episode lain
Transkrip
00:00:00 - 00:00:05
Di Sini Hiduplah Indonesia Maya kali ini kita akan ngomongin soal kecenderungan netizen
00:00:05 - 00:00:08
dan gue rasa bukan cuma di Indonesia ya, di seluruh dunia
00:00:08 - 00:00:11
untuk sotoy
00:00:11 - 00:00:14
Kita berangkat dari sebuah Twitter dari Fabio yang bilang
00:00:14 - 00:00:19
Twitter itu media ajaib di mana kita bisa menyaksikan yang udah 20 tahun nikah
00:00:19 - 00:00:22
dinasehati sama yang baru 2 bulan nikah
00:00:22 - 00:00:45
Aduh ini bener banget, mari kita bahas
00:00:45 - 00:00:48
Oke sebelum gue mulai, gue mau ngingetin lagi bahwa Mens Rehash, Ten Up Comedy Special
00:00:48 - 00:00:52
ini akan jalan ke 10 kota selain Jakarta
00:00:52 - 00:00:54
Jadi sama Jakarta 11 ya
00:00:54 - 00:00:58
Di Jakarta akan dilakukan di Indonesia Arena di depan 10.000 penonton
00:00:58 - 00:01:03
Ini akan dilakukan di bulan Agustus tanggal 32.025
00:01:03 - 00:01:05
Turnya sendiri mulainya dari April 2025
00:01:05 - 00:01:08
Tapi penjualan tiket tanggal 10 Agustus 2024
00:01:08 - 00:01:10
10 Agustus 2024
00:01:10 - 00:01:15
Semua info tentang harga tiket kemana aja kotanya ada di mensreah.id
00:01:15 - 00:01:21
Ini adalah tour dimana gue akan ngomongin politik secara mendalam
00:01:21 - 00:01:24
Oke netizen sotoy, bukan hal baru
00:01:24 - 00:01:28
Kita sudah tahu netizen sotoy dari lama
00:01:28 - 00:01:31
Kita pernah bahas juga di siniar Hiduplah Indonesia Maya
00:01:31 - 00:01:35
Bagaimana ada kecenderungan the death of expertise
00:01:35 - 00:01:38
Ada kematian keahlian
00:01:38 - 00:01:43
Orang-orang yang punya ahli, punya kemampuan, punya disiplin ilmunya
00:01:43 - 00:01:45
Justru tidak dipercaya
00:01:45 - 00:01:50
Karena masyarakat tolol lebih percaya sama orang yang populer
00:01:50 - 00:01:55
Karena dia gak kenal sama yang punya ahli, kenalnya sama yang populer
00:01:55 - 00:02:00
Jadi rasa percayanya lebih muncul kepada yang populer ketimbang yang ahli
00:02:00 - 00:02:06
Secara objektif mungkin kita bisa menilai, ya gue ngerti sih kenapa
00:02:06 - 00:02:08
Tapi kan kita juga punya akal
00:02:08 - 00:02:15
Kalo misalkan lo inget beatnya Dave Chappelle, dia ngomongin soal jarul ditanya soal tsunami atau soal gempa atau soal 9-11
00:02:15 - 00:02:19
Mari kita tanya pendapat jarul, nah itu semua terjadi di sini juga
00:02:19 - 00:02:25
Inilah yang kemudian menyulitkan, dikasih tau yang bener jadi susah
00:02:25 - 00:02:29
Yang salah disebarluaskan, dikasih tau dengan begitu mudah
00:02:29 - 00:02:34
Jadi yang salah disebar dengan mudah, yang bener susah untuk diterima
00:02:34 - 00:02:39
Nah ini terasa sekali benarnya dari tweet si Valian Budi
00:02:39 - 00:02:42
Fabio ini by the way adalah kawan gue sangat lama
00:02:42 - 00:02:47
Kami siaran bareng di Hard Rock FM Bandung di program Guys Talk
00:02:47 - 00:02:50
To me he is one of the funniest person ever
00:02:50 - 00:02:55
Dan dia sangat sukses menjadi seorang penulis
00:02:55 - 00:03:00
Dan dia nge-tweet disini, yang ngeliat tweetnya juga 3,3 juta orang lagi
00:03:00 - 00:03:06
Twitter itu media ajaib dimana kita bisa menyaksikan yang udah 20 tahun nikah dinasehatin sama yang baru 2 bulan nikah
00:03:06 - 00:03:12
Biasanya di dunia nyata, di luar sosmed
00:03:12 - 00:03:18
Yang sering terjadi adalah baru 2 bulan nikah dinasehatin mulu sama yang 20 tahun nikah
00:03:18 - 00:03:20
Sering kan? sering
00:03:20 - 00:03:24
Kadang-kadang ini malah jadi tekanan untuk yang baru nikah
00:03:24 - 00:03:30
Seperti misalnya yang di alamin sama Mila aja, waktu Mila baru menikah
00:03:34 - 00:03:38
Mila dan Jess harus jagoin gue juga ya, melewati masa
00:03:38 - 00:03:43
Kapan nikah, ketika nikah, kapan hamil, ketika hamil, kapan hamil lagi, yang kayak gitu-gitu kan
00:03:43 - 00:03:45
Itu oke lah kita lewatin
00:03:45 - 00:03:49
Ketika udah mulai hamil Milanya
00:03:49 - 00:03:52
Pada masa itulah seluruh dunia punya opini
00:03:52 - 00:03:55
Harusnya begini, harusnya begini, gak boleh begini, gak boleh begini dan segala macem
00:03:55 - 00:03:59
Ketika Dipo lahir, tekanan juga muncul
00:03:59 - 00:04:02
Gak boleh begini, gak boleh begini, gak boleh begini, jadi tambah stres
00:04:02 - 00:04:04
Jadi udah ada baby blues, jadi tambah stres
00:04:04 - 00:04:13
Gue bersyukur karena gue dibanding kebanyakan suami mungkin relatif lebih punya banyak waktu untuk bisa bersama dengan Mila
00:04:13 - 00:04:18
Karena saya pengangguran, karena gue entertainer jamnya kan beda ya
00:04:18 - 00:04:23
Jadi baby bluesnya masih bisa gue temenin, masih bisa gue coba untuk keredam
00:04:23 - 00:04:27
Bagaimanapun opini masyarakat tuh begitu tinggi menyerang si
00:04:27 - 00:04:41
Bukan ya jangan disebut menyerang, ditumpahkan kepada Mila dan itu tidak membantu dari sisi stres dan kemampuan dia untuk mengatasi baby bluesnya
00:04:41 - 00:04:44
Itu yang terjadi, umumnya itu yang terjadi
00:04:44 - 00:04:46
Tapi di sosmed beda lagi
00:04:46 - 00:04:52
Salah satunya itu sebenarnya karena identitas seseorang itu gak pernah benar-benar jelas terlihat
00:04:52 - 00:04:56
Kalau di dunia nyata, gue bisa ngeliat yang ngomong lebih tua daripada gue
00:04:56 - 00:05:00
Atau gue yang mau nasehatin, tau bahwa ini lebih muda daripada gue
00:05:00 - 00:05:02
Kelihatan kesat mata
00:05:02 - 00:05:11
Di sosmed tuh gak seperti itu, apalagi di twitter, cuma keliatan avatarnya aja gambar pokemon apa gue gak tau
00:05:11 - 00:05:14
Bulbosor kali ya atau Saidak gitu
00:05:14 - 00:05:18
Namanya juga gak jelas apa, jadi gak benar-benar tau identitasnya
00:05:18 - 00:05:22
Sehingga seringkali orang nasehatin tidak pada tempatnya
00:05:22 - 00:05:28
Dalam hal yang Budi bilang adalah, orang udah 20 tahun nikah dinasehatin sama yang baru 20 tahun nikah
00:05:28 - 00:05:32
Terus dilanjutin lagi sama Budi, tapi Budi dikatainnya Fabio ya
00:05:32 - 00:05:37
Fabio dia bilang, terkecuali perbuatan kriminal, kalau gak dimintain pendapat mah gak usah perlu repot kasih nasihat
00:05:37 - 00:05:42
Mending kasih nasi goreng, telur kornet, sambal mata, eh bagus lagi
00:05:42 - 00:05:47
Sambal mata itu terbaik guys, sambal mata itu raja dari para sambal
00:05:47 - 00:05:52
Yang uniknya kadar sambalnya malah paling dikit dibanding sambal lainnya
00:05:52 - 00:05:54
Kadar cabai maksud gue
00:05:54 - 00:05:58
Baca beberapa reply kata Fabio, nyambungin ini ke perkara usia atau beda generasi
00:05:58 - 00:06:03
Padahal yang sudah menikah 20 tahun dan 2 bulan bisa jadi sumuran, betul Fabio betul
00:06:03 - 00:06:07
Bisa loh, ada banyak orang yang menikahnya telat
00:06:07 - 00:06:10
Ya walaupun gue gak suka pake silat telat ya, emang mereka pengennya segitu
00:06:10 - 00:06:13
Banyak di, aduh banyak
00:06:13 - 00:06:17
Tadi gue mau ngomong di dunia stand up comedy, tapi sebenarnya gak cuma dunia stand up comedy
00:06:17 - 00:06:21
Tadi gue mau ngomong dunia musik, tapi sebenarnya gak cuma dunia musik, ada banyak yang seperti itu
00:06:21 - 00:06:25
Bisa jadi yang sudah 20 tahun nikah dan 2 bulan bisa jadi sumuran, benar
00:06:25 - 00:06:27
Lanjutin lagi sama Fabio
00:06:27 - 00:06:29
Ya kalau memang punya yang mau menang
00:06:29 - 00:06:30
Buat nasihatin
00:06:30 - 00:06:33
Yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang intensif
00:06:33 - 00:06:35
Dan diatur oleh kode etik dan standar praktik
00:06:35 - 00:06:38
Didasarkan para kepentingan terbaik atas permintaan yang bersanggup tenmah
00:06:38 - 00:06:41
Ya silahkan loh
00:06:41 - 00:06:46
Nyima komen ketika kita kasih nasihat ke yang sering kasih nasihat tanpa diminta itu, mereka tampak marah
00:06:46 - 00:06:49
Yuk ah sarapan dulu biar lebih mikir jenisnya, goblok bud
00:06:49 - 00:06:51
Goblok tuh mereka semua tuh
00:06:51 - 00:06:54
Mereka gak bisa ngeliat bahwa mereka salah, intinya sih itu
00:06:54 - 00:06:56
Mereka gak sadar, mereka tersinggung
00:06:56 - 00:07:02
Orang minder kan tersinggung, kalau dia minder dengan kebenarannya ya
00:07:02 - 00:07:03
Jatuhnya tersinggung
00:07:03 - 00:07:05
Nah
00:07:05 - 00:07:08
Emang secara umum, ini sebelum kita dalemin ya
00:07:08 - 00:07:12
Secara umum tuh orang di Indonesia itu emang
00:07:12 - 00:07:16
Menganggap remeh ekspertis sih
00:07:16 - 00:07:19
Menganggap remeh ilmu pengetahuan
00:07:19 - 00:07:23
Jadi dia sendiri
00:07:23 - 00:07:28
Tidak mampu untuk merabak apakah
00:07:28 - 00:07:31
Kemampuan dan pendapat dia itu penting atau tidak
00:07:31 - 00:07:33
Contohnya gini deh
00:07:33 - 00:07:36
Salah satu yang paling sering gue dengar
00:07:36 - 00:07:41
Dari masyarakat ketika gue menganjurkan untuk ketemu psikolog adalah
00:07:41 - 00:07:43
Kayak gak punya temen
00:07:43 - 00:07:44
Gitu tuh
00:07:44 - 00:07:47
Ah kayak gak punya temen, makanya punya temen
00:07:47 - 00:07:51
Gini kan
00:07:51 - 00:07:52
Lucu banget
00:07:52 - 00:07:53
Terus dia bilang
00:07:53 - 00:07:57
Segerakanlah atau rutinlah ke psikolog
00:07:57 - 00:08:01
Psikolog itu sebenarnya harusnya kayak ke dokter gigi
00:08:01 - 00:08:04
Kan gigi sakit atau gigi gak berasa sakit
00:08:04 - 00:08:06
Ya lu kan minimalnya dua tahun sekali ke dokter gigi
00:08:06 - 00:08:09
Awal tahun, tengah tahun misalnya
00:08:09 - 00:08:15
Supaya ketika ada mulai busuk-busuk tuh kepantau dan bisa diurusin
00:08:15 - 00:08:16
Sebelum jadi masalah
00:08:16 - 00:08:19
Kesehatan mental juga seperti itu, gue bilang
00:08:19 - 00:08:21
Rutin-rutin lah, apalagi
00:08:21 - 00:08:24
Di cover BPJS kan, sampe psikiater di cover BPJS
00:08:24 - 00:08:28
Kalau di puskesmas lu ada psikolog dan psikiater
00:08:28 - 00:08:31
Kalau gak ada minta, kalau menurut gue ya
00:08:31 - 00:08:33
Nah tapi ketika dia ngomongin kayak gitu, responnya adalah
00:08:33 - 00:08:34
Kayak gak punya temen
00:08:34 - 00:08:36
Nah ini nih
00:08:36 - 00:08:39
Dari situ kita bisa tahu bahwa itu orang
00:08:39 - 00:08:42
Gak menganggap psikiater atau psikolog deh
00:08:42 - 00:08:43
Punya ilmu
00:08:43 - 00:08:46
Karena dia menyamakan orang yang sekolah
00:08:46 - 00:08:47
Dengan temen tolol
00:08:47 - 00:08:51
Yang mungkin kalau main monopoli
00:08:51 - 00:08:53
Masih suka nyolong dari bank
00:08:53 - 00:08:54
Goblok aja
00:08:54 - 00:08:57
Goblok ngapain gitu
00:08:57 - 00:08:59
Lu menyamakan tongkrongan lu
00:08:59 - 00:09:01
Yang masih ngutang kalau makan sama lu
00:09:01 - 00:09:03
Dengan orang yang punya keilmuan, kan tolol
00:09:03 - 00:09:07
Ngapain, cerita aja sama temen, temen lu goblok
00:09:07 - 00:09:08
Temen lu tuh tolol
00:09:08 - 00:09:10
Temen lu tuh gak punya kemampuan
00:09:10 - 00:09:13
Dan bahaya kalau lu punya kesehatan mental
00:09:13 - 00:09:16
Yang lu khawatirkan bermasalah
00:09:16 - 00:09:17
Lu depresi
00:09:17 - 00:09:20
Ketemu sama temen tolol
00:09:20 - 00:09:22
Udahlah santai aja bro, ayo kita minum
00:09:22 - 00:09:24
Solusi macam apa itu
00:09:24 - 00:09:26
Patah hati bro, kalem
00:09:26 - 00:09:28
Barang sama gue, ayo kita ngewe
00:09:28 - 00:09:30
Solusi macam apa itu
00:09:30 - 00:09:33
Atau, ah gak usah dipikirin lah cemen lu
00:09:33 - 00:09:36
Solusi macam apa itu
00:09:36 - 00:09:38
Atau ada yang bilang
00:09:38 - 00:09:42
Ya, gue ngerti perasaan lu
00:09:42 - 00:09:44
Patah hati itu memang menyakitkan
00:09:44 - 00:09:49
Tahu gak apa yang akan membuat sakit hati itu hilang
00:09:49 - 00:09:52
Apa, kata lu, temen lu bilang
00:09:52 - 00:09:53
Mati
00:09:53 - 00:09:55
Kan tolol
00:09:55 - 00:09:58
Bunuh diri tuh orang gara-gara nasihat
00:09:58 - 00:10:00
Kok bisa dianjurin ke sekolah
00:10:00 - 00:10:01
Dibilang, makanya punya temen
00:10:01 - 00:10:02
Goblok
00:10:02 - 00:10:04
Temen lu tolol
00:10:04 - 00:10:06
Temen lu
00:10:06 - 00:10:07
Stunting
00:10:07 - 00:10:12
Mau dijadiin sumber solusi kondisi psikologis
00:10:12 - 00:10:13
Ya gimana
00:10:13 - 00:10:16
Emang secara umum tuh orang gak menghargai nilai
00:10:16 - 00:10:18
Gak ngerti harga
00:10:18 - 00:10:20
Emang menghargai nilai, menghargai ilmu
00:10:20 - 00:10:21
Gak ngerti harga
00:10:21 - 00:10:26
Gak ngerti nilai dari sebuah keilmuan
00:10:26 - 00:10:29
Makanya dia jadi salah mengukur
00:10:29 - 00:10:33
Nilai dari opini dia dan ekspertis dia
00:10:33 - 00:10:35
Misalnya dalam konteks pernikahan
00:10:35 - 00:10:36
Dia baru dua bulan
00:10:36 - 00:10:39
Dia pikir dia punya hak
00:10:39 - 00:10:42
Untuk ngomong sama yang udah 20 tahun nikah
00:10:42 - 00:10:43
Itu tuh yang jadi kendala
00:10:43 - 00:10:47
Nih gue coba bacain beberapa ya
00:10:47 - 00:10:49
Ada satu namanya Windy Aristanti
00:10:49 - 00:10:53
Lah, gue kayak kenal nih Windy Aristanti
00:10:53 - 00:10:55
Iya gak ya
00:10:55 - 00:10:56
Gak tau deh
00:10:56 - 00:10:57
Dia bilang gini
00:10:57 - 00:11:04
Aku, aku, aku, diberi penjelasan soal penerbitan dan peningkatan ketelibatan jenama penerbit dengan audiens sasaran
00:11:04 - 00:11:05
Dua jam dong
00:11:05 - 00:11:07
Aku diem aja cuman manggut-manggut
00:11:07 - 00:11:08
Hah gimana maksudnya
00:11:08 - 00:11:15
Diberi penjelasan soal penerbitan dan peningkatan ketelibatan jenama penerbit dengan audiens sasaran
00:11:15 - 00:11:17
Dua jam dong
00:11:17 - 00:11:20
Ya gue gak ngerti lagi, maaf Windy
00:11:20 - 00:11:21
Gak ngerti maksudnya
00:11:21 - 00:11:22
Ini aja deh, Hanum Larasati
00:11:22 - 00:11:24
Aku sudah merasakannya
00:11:24 - 00:11:30
Ada orang random di X bilang, menikah lagi dong mbak, menikah itu enak banget loh, saya buktinya
00:11:30 - 00:11:33
Setelah ditanya, ternyata baru menikah 3 bulan
00:11:33 - 00:11:38
Sedang saya, sudah pernah menjalani pernikahan 13 tahun dan berakhir karena maut yang memisahkan
00:11:38 - 00:11:42
Goblok, goblok, goblok, kenapa ada orang goblok sih guys
00:11:42 - 00:11:45
Kenapa orang itu goblok
00:11:45 - 00:11:50
Kok bisa-bisanya bilang, menikah lagi dong mbak, menikah itu enak banget, saya loh buktinya
00:11:50 - 00:11:55
Saya ini, yang dia ngomong baru 3 bulan, dia ngomong sama orang yang sudah 13 tahun menikah
00:11:55 - 00:11:59
Menikahnya juga, eh, selesainya juga karena meninggal
00:11:59 - 00:12:03
Kan goblok, ya ampun goblok banget
00:12:03 - 00:12:05
Kok penting banget menurutnya, nikah lagi doang, enak tahun nikah
00:12:05 - 00:12:08
Lah, gue sudah pernah nikah 13 tahun, ya nikah lagi
00:12:08 - 00:12:10
Laki gue mati goblok
00:12:10 - 00:12:13
Lu pikir kagak ada traumanya
00:12:13 - 00:12:14
Ya tapi kan enak
00:12:14 - 00:12:18
Ya lu aja coba abis 13 tahun nikah, laki lu mati
00:12:18 - 00:12:20
Nasihatin gue
00:12:20 - 00:12:23
Ini ya, ini kepada semua yang mendengarkan
00:12:23 - 00:12:28
Susah sekali, nasihat lu untuk gue, bisa gue terima
00:12:28 - 00:12:31
Kalau lu gak pernah ada dalam posisi gue
00:12:31 - 00:12:35
Karena dari mana gue tahu, nasihat lu tuh valid
00:12:35 - 00:12:39
Lu ngerasain yang gue rasain aja gak pernah
00:12:39 - 00:12:44
Makanya itu gue suka, boleh, tapi bukan berarti bisa gue terima kan, itu aja
00:12:44 - 00:12:45
Ya lu boleh ngomong-ngomong aja
00:12:45 - 00:12:48
Cuma kan gue boleh untuk gak nerima, karena
00:12:48 - 00:12:50
Ketika gue nge-upload klip stand-up ternyata dia bilang
00:12:50 - 00:12:53
Mas, harusnya joke-nya begini dan begitu, begini dan begitu
00:12:53 - 00:12:56
Ini orang gak pernah nulis satu joke pun dalam hidupnya
00:12:56 - 00:12:59
Kalau misalnya dia bilang, tapi gue nonton stand-up 10 tahun
00:12:59 - 00:13:01
Sama emang nonton stand-up 10 tahun
00:13:01 - 00:13:03
Sama melakukan stand-up 10 menit, sama
00:13:03 - 00:13:04
Coba aja lu lakuin
00:13:04 - 00:13:10
Kok bisa nasihatin orang yang udah stand-up dari tahun 2010 sampai 2002, 4
00:13:10 - 00:13:12
14 ta
00:13:12 - 00:13:16
Iya 14 tahun gue stand-up
00:13:16 - 00:13:21
Dinasihatin sama orang yang satu detik pun dalam hidupnya belum pernah bikin joke
00:13:21 - 00:13:23
Kok bisa?
00:13:23 - 00:13:26
Ya boleh sih, tapi kan gue juga boleh gak dengerin ya
00:13:26 - 00:13:28
Kayak gini-gini nih, banyak yang tolol-tolol nih
00:13:28 - 00:13:29
Oke lanjut lagi
00:13:34 - 00:13:36
Ini lucu banget nih, anda sekenapa
00:13:36 - 00:13:38
Tuh Ben, yang kayak gini langka nih Bang
00:13:38 - 00:13:42
Biasanya yang kasih nasihat adalah yang belum nikah, lebih ekstrim lagi
00:13:42 - 00:13:45
Nikah belum, ngasih nasihat yang nikah lama
00:13:45 - 00:13:47
Ada lagi meleng
00:13:47 - 00:13:50
Gak tau kenapa twitter akhirnya ini vibesnya tuh semua orang harus sepaham
00:13:50 - 00:13:51
Kalau enggak ya diserang
00:13:51 - 00:13:53
Salah satu cara buat nanganinnya adalah nge-mute
00:13:53 - 00:13:56
Kalau semakin diladenin, semakin orang minta validasi melalui ketikan
00:13:56 - 00:13:58
Iya bener juga
00:13:59 - 00:14:03
Orang beranak pinak dinasihati oleh orang yang belum punya anak
00:14:03 - 00:14:05
Atau gak mau punya anak tentang cara mengurus anak
00:14:05 - 00:14:08
Ya ini juga banyak terjadi di Indonesia
00:14:08 - 00:14:09
Ini ada lagi gini
00:14:09 - 00:14:11
Anak gue yang beda 28 tahun sama gue aja
00:14:11 - 00:14:13
Hah?
00:14:15 - 00:14:17
Bentar gue baca lagi
00:14:17 - 00:14:19
Anak gue yang beda 28 tahun sama gue aja
00:14:19 - 00:14:23
Kadang ngomong dan ngelakuin tindakan yang bikin gue belajar suatu hal baru
00:14:23 - 00:14:26
Selama sebatas nasihat dari inside lain, ya gak masalah dong
00:14:26 - 00:14:29
Tapi kalau udah nge-judge dan maksa nasihatnya paling bener
00:14:29 - 00:14:30
Gitu yang masalah
00:14:30 - 00:14:31
Ah iya, ini masuk akal
00:14:31 - 00:14:32
Masuk akal
00:14:32 - 00:14:34
Kayak misalnya
00:14:34 - 00:14:37
Ini kalau misalkan 28 tahun
00:14:37 - 00:14:38
28
00:14:38 - 00:14:40
Tambah 5
00:14:40 - 00:14:42
Itu
00:14:42 - 00:14:44
Adalah 33 ya
00:14:44 - 00:14:44
Iya
00:14:44 - 00:14:47
Jadi baratnya dia umur 33, anaknya umur 5
00:14:47 - 00:14:50
Anaknya nasihatin sesuatu yang bener juga ya gitu
00:14:50 - 00:14:52
Itu mungkin loh, itu mungkin
00:14:52 - 00:14:55
Gue gak bisa
00:14:55 - 00:14:57
Secara langsung
00:14:57 - 00:14:58
Cerita bukti yang gue rasain
00:14:58 - 00:15:01
Tapi gue tau itu sangat mungkin
00:15:01 - 00:15:04
Anak gue Dipo, anak gue Syira
00:15:04 - 00:15:05
Mungkin gak umur 5 ya
00:15:05 - 00:15:07
Tapi mereka ngomong sesuatu yang
00:15:07 - 00:15:09
Kemudian gue bilang, ah tapi bener lagi
00:15:09 - 00:15:10
Itu juga masih mungkin
00:15:10 - 00:15:12
Poinnya dia bagus, dia bilang
00:15:12 - 00:15:15
Selama sebatas nasihat dan inside, ya gak masalah
00:15:15 - 00:15:17
Tapi kalau udah nge-judge dan maksa nasihatnya paling bener
00:15:17 - 00:15:20
Itu yang masalah
00:15:20 - 00:15:22
Ada lagi aku namanya Didit, dia bilang gini
00:15:22 - 00:15:24
Dia ngasih air quote gitu
00:15:24 - 00:15:26
Mustinya lu bla bla bla bla bla
00:15:26 - 00:15:30
Habis liat profilnya, oh pantes gitu
00:15:30 - 00:15:31
Ada lagi Senda
00:15:31 - 00:15:35
Maaf kak aku tidak setuju karena biasanya juga ada yang sama sekali belum pernah nikah
00:15:35 - 00:15:37
Lama menjomblo, pdkt ditinggal terus
00:15:37 - 00:15:42
Tapi bisa kasih banyak masukan ke yang udah lama menikah
00:15:42 - 00:15:43
Mana ada
00:15:43 - 00:15:45
Ya mungkin ada ya
00:15:45 - 00:15:46
Ada lagi bilang gini
00:15:46 - 00:15:49
Mau ngakak pernah ada yang ngajarin ini itu soal pernikahan
00:15:49 - 00:15:52
Pakai nuduh lagi, aku against marriage
00:15:52 - 00:15:55
Gak tau aja kita udah berkara puluhan tahun
00:15:55 - 00:15:57
Iya, aneh
00:15:57 - 00:16:00
Aduh, kenapa yang kayak gini banyak ya
00:16:00 - 00:16:01
Banyak banget
00:16:01 - 00:16:04
Misalnya apa ya
00:16:04 - 00:16:07
Ini kan kalau si mbak ini kan tadi bilangnya adalah
00:16:07 - 00:16:12
Ngajarin kita, lalu nuduh kita seakan kita gak setuju dengan yang diajarin
00:16:12 - 00:16:14
Padahal kita udah berilmu banget sama apa yang diajarin
00:16:14 - 00:16:17
Itu sering banget
00:16:17 - 00:16:20
Kayak ini yang gue alamin nih
00:16:20 - 00:16:23
Waktu gue Mendarat Darurat, film Mendarat Darurat rilis
00:16:23 - 00:16:29
Dan masih bisa lu tonton di Prime Video, gue sangat bangga dengan film itu
00:16:29 - 00:16:31
Ada yang nasehatin gue
00:16:31 - 00:16:35
Harusnya lu promo Youtube kemana-mana, kata dia
00:16:35 - 00:16:40
Terus, gue waktu itu ngejelasinnya apa ya, gue lupa
00:16:40 - 00:16:43
Tapi intinya adalah, bukannya gue gak mau
00:16:43 - 00:16:48
Promo itu, gue sebagai sutradara dan sebagai aktor dan sebagai penulis
00:16:48 - 00:16:53
Gue ngikut dengan produser gue dan strategi promonya dia
00:16:53 - 00:16:55
Lu maunya apa, gue ikutin, gue support
00:16:55 - 00:17:00
Apalagi gue tuh saat itu masih balik-balik New York kalau gue gak salah
00:17:00 - 00:17:07
Terus dia nuduh gue seakan-akan, gue gak percaya manfaat dari mampir ke Youtube orang
00:17:07 - 00:17:11
Kata gue, kok bisa
00:17:11 - 00:17:16
Apakah kamu lupa siapa yang memulai permainan itu?
00:17:16 - 00:17:18
Gue sama berani aja ngomong secara terbuka disini
00:17:18 - 00:17:20
Gue rasa orang Indonesia lupa
00:17:20 - 00:17:25
Manusia pertama yang promo ke kanal-kanal Youtube di Indonesia
00:17:25 - 00:17:29
Gue yakin salah limanya itu gue
00:17:29 - 00:17:32
Gue lakuin ini tahun 2016
00:17:32 - 00:17:33
Coba aja lu buka Youtube
00:17:33 - 00:17:41
Ada gue ke Youtubenya Joshua Suherman, ada gue ke Youtubenya Sam
00:17:41 - 00:17:43
Oh, lebih mundur lagi
00:17:43 - 00:17:50
2012, kalau gue gak salah
00:17:50 - 00:17:55
Eh, 2013 gue mampir ke Youtubenya Ernest, dulu dia ada program talkshow
00:17:55 - 00:18:01
Sebelum orang lain menggunakan Youtube sebagai media visit, gue udah ngelakuin itu duluan
00:18:01 - 00:18:03
Beneran deh, coba cek
00:18:03 - 00:18:04
Cek aja 2016
00:18:04 - 00:18:09
Kalau gue gak salah, gue individu pertama, kalaupun ada yang lain itu dia promo film
00:18:09 - 00:18:11
Tapi itu juga baru 1-2 film
00:18:11 - 00:18:13
Artinya itu gue salah satu orang yang pertama
00:18:13 - 00:18:17
Jelas lah gue percaya, orang gue yang memulai ini, salah satu yang memulai ini
00:18:17 - 00:18:19
Sampai sekarang gue ngelakuin itu
00:18:19 - 00:18:22
Tapi ketika gue gak ngelakuin itu bukan karena gue kemudian gak percaya dengan ilmunya
00:18:22 - 00:18:25
Tapi karena gue ngikutin yang dipikir, lu pengennya apa gue ikutin
00:18:25 - 00:18:27
Lu nyuruh gue ke Youtube, gue berangkat
00:18:27 - 00:18:31
Soalnya kan, kalau bawa film ke Youtube orang
00:18:31 - 00:18:37
Kan beda, apa namanya, aturan mainnya
00:18:37 - 00:18:40
Karena gue bawa dagangan MD Pictures
00:18:40 - 00:18:44
Gue kan kerja untuk MD Pictures, produknya kan milik MD Pictures
00:18:44 - 00:18:47
Gue kan gak bisa kemana-mana bawa barang orang untuk gue dagangin
00:18:47 - 00:18:49
Walaupun dia aja ngebantu
00:18:49 - 00:18:53
Nah itu tuh yang terjadi, yang terjadi sama si mbak mainan ini
00:18:53 - 00:18:58
Oke, mana lagi ya
00:18:58 - 00:19:05
Ini juga ada lagi, media orang yang baru baca berani debat sama si penulis buku
00:19:05 - 00:19:08
Betul, di Twitter sering banget kayak gitu
00:19:08 - 00:19:12
Ngedebat sebuah ilmu ke orang yang ngajar ilmu tersebut
00:19:12 - 00:19:17
Malah waktu itu gue pernah ngeliat di Twitter dan gue pernah bahas juga sih setelah gue pikir-pikir
00:19:17 - 00:19:21
Ada orang ngedebat di Twitter
00:19:21 - 00:19:26
Terus, ah lu mana ngerti lu ilmu begini-begini
00:19:26 - 00:19:31
Terus orangnya bilang, mbak saya profesor di ilmu begitu-begitu
00:19:31 - 00:19:37
Dan dia bionya menuliskan itu, habis itu hilang si orang yang ngedebat itu
00:19:37 - 00:19:39
Tolong banyak banget yang kayak gitu-gitu, kenapa ya
00:19:39 - 00:19:42
Makanya gue bilang itu bukan cuman eksklusif Indonesia
00:19:42 - 00:19:44
Luar negeri juga ada kayak gitu
00:19:44 - 00:19:45
Ini ada lagi, Denny
00:19:45 - 00:19:47
Terjadi pada aku kapan itu
00:19:47 - 00:19:53
Ngasih tau yang benar sesuai pengalaman dan teori seorang so-called celeb-celeban gitu
00:19:53 - 00:19:55
Cara empasi
00:19:58 - 00:19:59
Apa sih maksudnya
00:19:59 - 00:20:01
Terjadi pada aku kapan itu
00:20:02 - 00:20:07
Ngasih tau yang benar sesuai pengalaman dan teori seorang so-called celeb-celeban gitu
00:20:07 - 00:20:09
Cara empasi
00:20:11 - 00:20:13
Empasi apa sih
00:20:13 - 00:20:15
ACnya tuh air susibu kali ya
00:20:15 - 00:20:17
Terus jawabanku jadi rame banget
00:20:17 - 00:20:21
Ada satu yang ngatain beginilah, bagaimana usut punya usut yang ngatain aku malah belum nikah
00:20:21 - 00:20:23
Mau heran tapi ini twitter
00:20:24 - 00:20:26
Nah ini ada tweetnya Denny lagi
00:20:26 - 00:20:28
Ini Denny ini perempuan ya
00:20:30 - 00:20:32
Kok bisa-bisanya ada yang ngomongin aku
00:20:32 - 00:20:36
Kalo gak punya anak gak usah ikut komen-komen tentang ibu yang lagi pusing ngurusin empasi
00:20:36 - 00:20:38
Begini bunda terhormat, untuk info saja
00:20:38 - 00:20:40
Anak saya sudah benar-benar 3 orang
00:20:40 - 00:20:44
Terus saya komen berdasarkan pengalaman pribadi dan teori
00:20:44 - 00:20:46
Jadi gak salah cepet lah, akur ya gitu
00:20:46 - 00:20:48
Anaknya 3, dibilang gak usah komen
00:20:50 - 00:20:52
Kalo gak punya anak
00:20:52 - 00:20:54
Aduh
00:20:54 - 00:20:56
Ada lagi nih
00:20:56 - 00:20:58
Ada perempuan nih, Mami Timot
00:20:58 - 00:21:00
Kerja sebagai konsultan FP
00:21:00 - 00:21:02
Financial Planning kali ya
00:21:02 - 00:21:04
Komentar tentang salah satu produk investasi
00:21:06 - 00:21:08
Oh
00:21:08 - 00:21:10
Dia kerja sebagai konsultan FP, mungkin Financial Planning
00:21:10 - 00:21:12
Terus dia komentar tentang salah satu produk investasi
00:21:12 - 00:21:14
Eh dibilang goblok
00:21:14 - 00:21:16
Sama orang yang seumuran anak saya
00:21:16 - 00:21:18
Pengen nangis
00:21:18 - 00:21:20
Ya tapi ini belum tentu ya, bisa aja Mami Timot memang goblok kan
00:21:20 - 00:21:22
Hahaha
00:21:22 - 00:21:24
Maksudnya hanya karena dia muda bukan berarti dia salah
00:21:24 - 00:21:26
Cuman cara ngomongnya aja kemudian kasarnya
00:21:28 - 00:21:30
Nah ini adalah gini, gue pernah debat sama bule
00:21:30 - 00:21:32
Europe soal jarak dari bandara
00:21:32 - 00:21:34
Ngurah Rai ke Pantai Kute
00:21:34 - 00:21:36
Dia keke bilang 4-5 jam naik taksi
00:21:36 - 00:21:38
Begitu tau gue orang Indo
00:21:38 - 00:21:40
Malah tetep didebatin, gue bilang
00:21:40 - 00:21:42
Dari runway ke laut, dia bisa
00:21:42 - 00:21:44
Beli ngesot malah gak percaya
00:21:44 - 00:21:46
Ya bule emang kadang-kadang
00:21:46 - 00:21:48
Suka egonya ya
00:21:48 - 00:21:50
Egonya tuh diatas kita, rasanya dia paling bener
00:21:52 - 00:21:54
Ini mbak Yu Amus lucu, dia bikin air quote gitu
00:21:54 - 00:21:56
Saya memang belum menikah
00:21:56 - 00:21:58
Tapi menurut saya
00:22:00 - 00:22:02
Aduh, kurang-kurangin ya guys
00:22:02 - 00:22:04
Semoga pendengar hidup lain Indonesia malah tidak seperti itu
00:22:04 - 00:22:06
Semoga kita terindarkan
00:22:06 - 00:22:08
Orang lain sih
00:22:08 - 00:22:10
Boleh ngomong apa aja sama kita
00:22:10 - 00:22:12
Cuman kita terserah
00:22:12 - 00:22:14
Mau ngambil atau gak
00:22:14 - 00:22:16
Pendapat dia berdasarkan
00:22:16 - 00:22:18
Kemampuan dia
00:22:18 - 00:22:20
Sama kita juga sebenarnya bisa aja
00:22:20 - 00:22:22
Ngomong apa pun sama orang lain, tapi lu juga mesti sadar
00:22:22 - 00:22:24
Dia bisa gak nerima opini lu
00:22:24 - 00:22:26
Apalagi kalo dia ngerasa lu gak ahli
00:22:26 - 00:22:28
Makanya gue pernah bilang
00:22:28 - 00:22:30
Tau gak salah satu momen gue viral
00:22:30 - 00:22:32
Pertama kali di twitter
00:22:32 - 00:22:34
Ini tahun 2008-2009 adalah
00:22:34 - 00:22:36
Cuman gara-gara gue ngomong gini
00:22:36 - 00:22:38
Di social media kita mesti tau
00:22:38 - 00:22:40
Siapa yang opininya boleh kita dengar
00:22:40 - 00:22:42
Dan siapa yang opininya gak perlu kita dengar
00:22:42 - 00:22:44
Viral
00:22:44 - 00:22:46
Sumpah demi Allah
00:22:46 - 00:22:48
Gue di viralin
00:22:48 - 00:22:50
Orang ngamuk karena katanya
00:22:50 - 00:22:52
Gue membungkam pendapat
00:22:52 - 00:22:54
Siapa yang membungkam pendapat
00:22:54 - 00:22:56
Ngoblok
00:22:56 - 00:22:58
Jelas-jelas pernyatanya adalah
00:22:58 - 00:23:00
Kita mesti ngebaca
00:23:00 - 00:23:02
Siapa yang opininya boleh dan gak boleh
00:23:02 - 00:23:04
Untuk diterima, itu berarti
00:23:04 - 00:23:06
Semua orang boleh beropini, tapi kita
00:23:06 - 00:23:08
Yang nentuin siapa yang opininya perlu kita dengar
00:23:08 - 00:23:10
Karena kalo gak kan capek
00:23:10 - 00:23:12
Semua orang opininya beda-beda
00:23:12 - 00:23:14
Sumpah gue gak bohong, gue kaget sendiri
00:23:14 - 00:23:16
Kenapa kayak begini viral ya
00:23:16 - 00:23:18
Orang goblok
00:23:18 - 00:23:20
Itu aja dari gue, terima kasih banyak yang sudah mendengarkan sinar ini
00:23:20 - 00:23:22
Kita ketemu di episode berikutnya ketika ada lagi yang ramai
00:23:22 - 00:23:38
Terima kasih, bye
Buka semua fitur dengan download aplikasi Noice
Kunjungi App