Noice Logo
Masuk

26-5-2024 - Pendamaian Kristus (PST GKJ Bahasa Indonesia)

5 Menit

26-5-2024 - Pendamaian Kristus (PST GKJ Bahasa Indonesia)

25 Mei 2024

Nats Alkitab : Kolose 1:15-20 Penulis : G.I. Christine Yunita Seorang anak Tuhan pernah mengaku kalau dia sering kehilangan damai sejahtera di rumah. Oleh karena tinggal sekeluarga di rumah mamanya, istrinya sering kali terlibat cekcok dengan mertua. Itu membuat dia menjadi susah hati. Setiap kali terjadi masalah, keduanya akan saling mengadukan keburukan satu sama lain. Anak Tuhan ini sering kali harus berkorban perasaan agar keduanya bisa hidup bersama dengan rukun. Hal itu sudah terjadi dua puluh tahun lebih dan masih berlangsung sampai hari ini. Mengorbankan diri demi mendamaikan kedua pihak. Rasul Paulus memberikan pengajaran kepada jemaat di Kolose bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan dari segala sesuatu. Dia menggambarkan keutamaan Kristus sebagai Allah yang Maha Kuasa, namun Ia mengasihi umat manusia. Dalam Kolose 1:20 menyatakan bahwa “dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.” Sejak manusia jatuh dalam dosa, hubungan dengan Allah Sang penciptanya menjadi terputus. Manusia yang berdosa menjadi seteru Allah. Dalam Perjanjian Lama, manusia didamaikan dengan darah domba yang disembelih dan itu akan terus berulang, namun dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesuslah korban pendamaian itu sendiri. Dialah Allah yang menjadi manusia untuk mendamaikan segala sesuatu dengan Sang penciptanya. Darah-Nya tercurah di atas kayu salib sebagai korban pendamaian yang hanya sekali dan bernilai kekal. Oleh karena pendamaian yang dilakukan Tuhan Yesus, maka manusia yang berdosa, diberi jalan untuk diampuni dosanya di dalam Tuhan dan mendapatkan hidup yang kekal di Surga. Inilah pendamaian dikerjakan oleh Tuhan Yesus Kristus di atas kayu salib. Tuhan Yesus adalah Allah yang menjadi manusia untuk mendamaikan manusia dengan Allah. Tuhan Yesus juga mendamaikan manusia dengan sesamanya. Jika kita sudah bertobat, Tuhan Yesus sudah mengampuni dosa kita, mengapa kita harus terus tertuduh? Jangan tertuduh lagi, tetapi terimalah pengampunan dan pemulihan dari Tuhan. Pengampunan-Nya mendamaikan manusia dengan Allahnya. Hal yang paralel juga Pengampunan Allah mendamaikan manusia dengan sesamanya, karena kita sudah diampuni, maka kita pun harus saling mengampuni. Inilah pendamaian yang dari Allah. “Karya Kristus di Kayu Salib mendamaikan manusia dengan pencipta-Nya” Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Menurut Anda, seperti apakah damai dari Allah itu? 2. Apa bukti konkrit yang dirasakan ketika hidup seseorang sudah didamaikan oleh Allah?

Komentar








Lihat episode lain
Buka semua fitur dengan download aplikasi Noice
Kunjungi App