Noice Logo
Masuk

KONSER GAGAL, PANGGUNG DIBAKAR

27 Menit

KONSER GAGAL, PANGGUNG DIBAKAR

1 Juli 2024

26

Lagi-lagi promotor bawa kabur uang Semua hal viral yang terjadi di dunia maya akan dibahas di sini dari sudut pandang Pandji Pragiwaksono. Rilis 2 hari sekali. Follow Instagram @siniarhim dan @pandji.pragiwaksono untuk dapetin daily update seputar siniar Hiduplah Indonesia Maya.

Komentar
Lihat Semua (26)








Lihat episode lain
Transkrip
00:00:00 - 00:00:09
Di sini ya hiduplah Indonesia Maya kali ini, kita akan ngomongin soal sebuah festival yang gagal menghadirkan dua band yang dia janjikan
00:00:09 - 00:00:18
Ujung-ujungnya para penonton ngamuk, semuanya dibakar, yang rugi bukannya hanya penonton tentunya
00:00:18 - 00:00:22
Tapi juga vendor-vendor yang gak ada urusannya sama sekali
00:00:22 - 00:00:26
Tapi ikut rugi karena alat-alatnya dibakar sama masa yang tolong
00:00:26 - 00:00:30
Mari kita bahas
00:00:46 - 00:00:52
Ini kejadian sebenarnya sudah makin jamak ya
00:00:52 - 00:00:58
Ada aja promotor-promotor yang gak bisa melaksanakan kewajibannya
00:00:58 - 00:01:01
Kita pernah bahas juga di sini hari ini
00:01:01 - 00:01:13
Ada yang, waktu itu ada satu orang, pokoknya intinya promotornya gak bisa jalanin acara karena duitnya dibawa kabur sama salah satu karyawannya
00:01:13 - 00:01:21
Tapi kemudian pemilik promotornya nyuruh ini orang yang bawa kabur duit untuk minta maaf kepada semuanya
00:01:21 - 00:01:29
Ada lagi juga yang ketua promotornya yang maju ke depan yang ngomong
00:01:29 - 00:01:33
Maaf banget acaranya gak bisa jalan
00:01:33 - 00:01:43
Terus dia bilang, pokoknya intinya permasalahannya masyarakat lebih ke cara dia ngomong daripada apa yang dia omongin
00:01:43 - 00:01:50
Banyak lah, yang ada hubungan sama K-pop juga pernah terjadi berkali-kali
00:01:50 - 00:01:59
Kali ini kejadian lagi, gue tuh bacanya dari Jateng Tweet
00:01:59 - 00:02:12
Lagi dan lagi gagal konser, kericuhan penonton membakar properti panggung karena konser NDX AK dan Guyon Waton gagal konser di acara Lentera Festival di Tangerang malam ini minggu Juni 23
00:02:12 - 00:02:16
Menurut info pihak politik belum membayar vendor acara tersebut
00:02:16 - 00:02:24
Ada rekaman video, wah gila sih ini rusuh banget
00:02:24 - 00:02:37
Intinya masyarakatnya ngamuk-ngamuk, besi scaffolding, besi barikade dilempar-lempar di atas panggung, LED kena bakar, semuanya kena bakar
00:02:37 - 00:02:40
Wah gila, ngamuk
00:02:40 - 00:02:48
Kemudian lanjutannya Jateng Tweet, IONya yang salah vendor yang rugi banyak
00:02:48 - 00:02:53
Vendor yang dimaksud itu adalah vendor sound, vendor panggung
00:02:53 - 00:02:59
Intinya pihak-pihak yang posisinya itu sebenarnya sama kayak artis yang panggung
00:02:59 - 00:03:04
Jadi kan di sini permasalahannya artisnya belum dibayar
00:03:04 - 00:03:13
Intinya Guyon Waton dan NDX AK akhirnya ngerilis pernyataan, sorry kita gak bisa panggung
00:03:13 - 00:03:17
Karena sebandingan sekarang mereka belum menunaikan kewajiban mereka
00:03:17 - 00:03:23
Dan untuk yang tidak paham kewajiban mereka itu maksudnya belum dibayar
00:03:23 - 00:03:34
Biasanya, setidaknya kalau berlaku di dunia stand up comedy, biasanya pas tanah tangan kontrak itu DP nya di transfer
00:03:34 - 00:03:38
Sehari sebelum panggung, sisa pelunasan di transfer
00:03:38 - 00:03:43
Kenapa seperti itu? Karena sebelumnya sering banget kejadian
00:03:43 - 00:03:55
Dimana ketika pelunasannya setelah acara, musisi-musisi tidak dibayar
00:03:55 - 00:04:01
Tapi panggungnya udah, dijanjinnya ya pokoknya abis acara ntar dibayar gitu
00:04:01 - 00:04:08
Eh abis acara gak dibayar, orangnya udah gak ada, dia yang udah panggung, dia yang udah capek
00:04:08 - 00:04:11
Kalau band tuh ribet ya, jauh lebih ribet daripada stand up comedy
00:04:11 - 00:04:15
Kenapa? Karena band udah mah orangnya gak cuma satu ya
00:04:15 - 00:04:17
Tapi kan harus bayar kru ya
00:04:17 - 00:04:21
Kalau kayak gue kan misalkan gue berangkat atau siapapun stand up comedy yang berangkat
00:04:21 - 00:04:28
Paling berdua kan, gue sama roadman atau manager atau representatif manajemen gitu, berdua jalan
00:04:28 - 00:04:32
Kalau band, setiap instrumen aja punya kru sendiri
00:04:32 - 00:04:37
Ada kru drum, yang masang-masang drum, yang ngetes-tes
00:04:37 - 00:04:44
Ada juga kru gitar, kru bass, kru keyboard gitu misalnya
00:04:44 - 00:04:50
Jarang banget ada band yang punya super kru, itu satu manusia yang bisa ngelakuin semuanya jarang
00:04:50 - 00:04:55
Jadi ketika dia manggung, dia itu harus bayar krunya dia juga
00:04:55 - 00:04:58
Nah kalau gak dibayar kan berarti kan kasihan krunya
00:04:58 - 00:05:02
Dan kalau misalkan bandnya nalangin dulu, ya ntar rugi bandnya
00:05:02 - 00:05:04
Ini sering banget kejadian
00:05:04 - 00:05:11
Gue pun pernah kok manggung di sebuah acara, harusnya manggung di sebuah acara
00:05:11 - 00:05:16
Terus dalam perjalanan menuju ke sana, gue ditelepon sama manajer gue
00:05:16 - 00:05:19
Mas Panji minggir dulu di sebuah cafe, dia belum melakukan pelunasan
00:05:19 - 00:05:22
Yaudah gue minggir, gue minggir ditungguin sejam dua jam
00:05:22 - 00:05:27
Abis itu kata manajer gue, mas pulang aja mas, dia gak bisa bayar, pulang gue
00:05:27 - 00:05:34
Karena gue sendiri pernah dikituin, gue sendiri pernah kelar acara gak dibayar
00:05:34 - 00:05:37
Pernah bener, pernah bener
00:05:37 - 00:05:39
Di Jogja
00:05:39 - 00:05:47
Orangnya, udah red flag dari kapan tau sebenernya
00:05:47 - 00:05:52
Orangnya waktu itu minta tolong gue untuk meyakinkan investor
00:05:52 - 00:05:58
Jadi katakanlah gue ada show bulan Juni gitu
00:05:58 - 00:06:01
Terus bulan April kebetulan gue ada kerjaan di Jogja juga
00:06:01 - 00:06:04
Terus EO nya ngomong ke manajemen gue
00:06:04 - 00:06:08
Tolong dong kami mau ketemu sama investor, kami pengen ada mas Panji nya gitu
00:06:08 - 00:06:11
Untuk menjelaskan bahwa mas Panji akan manggung
00:06:11 - 00:06:15
Gue datang ke Jogja, ketemu investor nya
00:06:15 - 00:06:17
Investor nya sama dua peluangin EO nya
00:06:17 - 00:06:22
Investor nya tuh mukanya kayak ragu gitu, ngeliatin gue
00:06:22 - 00:06:27
Terus gue aja sih datang karena gue pengen manggung, gue pengen show
00:06:27 - 00:06:31
Gini gini, show gue tentang ini, yang mau beli tiket gini gini
00:06:31 - 00:06:33
Udah nih udah selesai kayak gitu
00:06:33 - 00:06:37
Terus jalan acaranya penjualan tiket
00:06:37 - 00:06:44
Pas penjualan tiket dia bilang penjualan tiket nya gak oke nih
00:06:44 - 00:06:48
Dan ini di Jogja ya, kurang masa sih penjualan tiket nya gak oke
00:06:48 - 00:06:51
Gue selalu di Jogja tuh selalu oke banget
00:06:51 - 00:06:56
Terus dia bilang gak oke terus gue cek
00:06:56 - 00:07:00
Ternyata dia sendiri promonya gak terlalu baik
00:07:00 - 00:07:06
Akhirnya gue waktu itu kepikiran sesuatu yang gue sebut dengan street team
00:07:06 - 00:07:11
Jadi minta tolong fans gue untuk bantu penjualan tiket
00:07:11 - 00:07:16
Ini tuh pas kapan ya gue gak ingat, jurubicara Lapo Pragya Waksona ya gue lupa
00:07:16 - 00:07:21
Anyway penjualan tiket kencang, terus dia bilang harusnya dari dulu mas
00:07:21 - 00:07:25
Ngelakuin yang kayak gini, gue bilang gila kali lu, harusnya lu jualan yang oke
00:07:25 - 00:07:27
Kenapa malah jadi nyuruh-nyuruh gue
00:07:27 - 00:07:34
Ini gue tuh melakukan ini supaya pertunjukan gue rame penonton gitu
00:07:34 - 00:07:39
Udah nih gue manggung, habis itu ternyata ya guys
00:07:39 - 00:07:43
Ternyata rada overcapacity tuh pertunjukan
00:07:43 - 00:07:48
Terus soundnya gak gitu oke, acnya gak gitu oke
00:07:48 - 00:07:51
Setelah acara ternyata belum dibayar
00:07:51 - 00:07:59
Habis itu mau nuntut susah karena ternyata kontraknya juga belum dibalikin
00:07:59 - 00:08:02
Jadi gak ada dasar hukumnya, ah udahlah
00:08:02 - 00:08:04
Kelar data semua
00:08:04 - 00:08:09
Nah artis-artis tuh banyak yang kayak gue juga
00:08:09 - 00:08:14
Jadi dia gak akan mau manggung kalau belum ada pelunasan
00:08:14 - 00:08:20
Bukannya gak sayang dan gak mendukung penontonnya
00:08:20 - 00:08:23
Kalau dia sama penontonnya hubungannya harusnya baik-baik aja
00:08:23 - 00:08:26
Dan kapan-kapan juga masih bisa ketemu sama penontonnya tersebut
00:08:26 - 00:08:28
Ini masalahnya antara penonton dengan dia manggung
00:08:28 - 00:08:35
Padahal si promotor dan promoternya gak melakukan tugasnya dengan baik
00:08:35 - 00:08:42
Si info jateng atau jateng tweet itu nge-posting foto panitianya
00:08:42 - 00:08:44
Uangnya dibawah kabur panitiannya
00:08:44 - 00:08:47
Njir ini orangnya biang kerusuhan yang membuat vendor rugi ratusan juta
00:08:47 - 00:08:51
Ini admin IG cari apa ya, kok sampai post gini
00:08:51 - 00:08:55
Ini admin IG cari apa ya, kok gimana sih
00:08:55 - 00:09:01
Intinya, oh yang nge-posting lentera festivalnya sendiri
00:09:01 - 00:09:04
Lentera dot festival pelaku, tanda seru
00:09:04 - 00:09:06
Bernama Muhammad Dian Permana Angga
00:09:06 - 00:09:09
Kami seginap panitia juga dirugikan oleh orang tersebut
00:09:09 - 00:09:11
Oknum ini membawa kabur duit sebanyak ratusan juta
00:09:11 - 00:09:14
Uang yang seharusnya dibayar untuk keperluan malah dibawa kabur
00:09:14 - 00:09:17
Dan kita ditinggalkan begitu saja, ha minus jam
00:09:17 - 00:09:21
Tolong segera difilalkan kita cari sampai dapet
00:09:21 - 00:09:24
Terus kronologinya
00:09:24 - 00:09:28
Acara terhenti tanpa pemberitahuan di lokasi tepat setelah azan maghrib
00:09:28 - 00:09:32
Pihak vendor sound dan lighting tidak mau melanjutkan acara karena belum dibayar sepenuhnya
00:09:32 - 00:09:35
Wanjing
00:09:35 - 00:09:37
Gila kasian banget, ternyata bukan artisnya doang
00:09:37 - 00:09:41
Ini vendor sound dan lighting juga belum dibayar
00:09:41 - 00:09:43
Dan disinilah awal mula keributan
00:09:43 - 00:09:47
Melalui beberapa akun IG, talent sudah memposting ketidakjelasan panitia terkait pembayaran juga
00:09:47 - 00:09:52
Namun pengunjung sudah mulai membarati venue hingga akhirnya seluruh panitia kabur
00:09:52 - 00:09:57
Takut ya, karena kan panitia kerja doang untuk acara
00:09:57 - 00:10:02
Yang bawa kabur duitnya bukan dia, tapi dia perwakilan dari acara jadi dia takut dikebukin masa
00:10:02 - 00:10:05
Vendor sound, lighting, stage dan talent baru dibayar 50%
00:10:05 - 00:10:07
Kami pun juga
00:10:07 - 00:10:10
Jadi kronologinya kita on mic sampai di break maghrib
00:10:10 - 00:10:17
Hanya VO dan tidak ada info lebih lanjut mengenai masalah internalnya Lentera Festival
00:10:17 - 00:10:24
Paper Matas sudah minta ke salah satu timnya untuk nyalain lampu dan listrik sarnafil kita
00:10:24 - 00:10:29
Dan pas saya balik ke sarnafil dari mobil, saya mendengar kalau uang sisa 80 juta sekian
00:10:29 - 00:10:35
Dan ternyata boom, panitia kabur dan Guyon Waton yang ambil alih untuk klarifikasi
00:10:35 - 00:10:41
Info A1, uang dibawa kabur dan kawan saya harus menanggung, malu akibat ulah oknum tersebut
00:10:41 - 00:10:50
Terus ada screen capture komentar Ima Ervi, tolong tanggung jawabnya sound kami habis dibakar penonton kami rugi ratusan juta
00:10:50 - 00:10:55
Terus Ima Ervi juga bikin story, ternyata ini lebih sakit daripada diselingkuhin
00:10:55 - 00:10:59
Kalian tau gak sih seberapa berat perjuangan kami di titik ini, punya barang event komplit
00:10:59 - 00:11:04
Harga barang kami pun puluhan juta bahkan sampai ratusan juta, sound kami harganya ratusan juta
00:11:04 - 00:11:06
Semua lenyap dalam sekejap dibakar sama oknum
00:11:06 - 00:11:13
Tolong bantu kami, kalian tau gak sih kami punya uang dibeli, kami punya uang dipakai beli sound untuk invest
00:11:13 - 00:11:20
Pengen beli mobil, beli rumah, beli perhiasan kami kesampingkan ada uang kami belikan alat event, semua lenyap dalam sekejap
00:11:24 - 00:11:28
Terus ada video, penonton juga mental maling
00:11:29 - 00:11:32
Penontonnya bawa kabur besi barikade
00:11:32 - 00:11:37
Anjing, mau diapain juga barikade sama penontonnya
00:11:37 - 00:11:39
Di jual kali ya
00:11:40 - 00:11:43
Terus mana lagi nih
00:11:44 - 00:11:50
Tebak harga tiket, nah ini di posting nih, Lentera Red Festival harga tiketnya
00:11:51 - 00:11:56
Kalau early bird VIP Rp175.000, regular Rp99.000
00:11:57 - 00:12:00
Presale Rp215.000, VIP reguler Rp115.000
00:12:00 - 00:12:03
Presale Rp215.000, VIP reguler Rp125.000
00:12:03 - 00:12:05
Harga normal coming soon
00:12:06 - 00:12:08
Oke terus mana lagi nih
00:12:09 - 00:12:11
Coba kita cek
00:12:11 - 00:12:13
Oke udah segitu aja
00:12:14 - 00:12:18
Sebenarnya ya kita bisa bahas ini dari dua sudut pandang
00:12:19 - 00:12:21
Yang pertama
00:12:22 - 00:12:24
Kepromotoran
00:12:24 - 00:12:27
Gue pernah bahas ini sebelumnya ya
00:12:27 - 00:12:30
Tapi gue mau ngambil sudut pandang yang berbeda
00:12:30 - 00:12:33
Pas beberapa hari yang lalu ya, beberapa minggu yang lalu
00:12:33 - 00:12:35
Gue tuh sempet bilang sama anak-anak Comica
00:12:35 - 00:12:37
Gue bilang bahwa
00:12:39 - 00:12:41
Gue bukan yang pertanyaan, gue bilang
00:12:42 - 00:12:45
Kenapa, tau gak kenapa
00:12:46 - 00:12:51
Orang beli tiket acaranya Comica
00:12:51 - 00:12:56
Dan bukan beli tiket acara stand upnya, ada acara stand up orang lain
00:12:56 - 00:12:58
Karena kalau dipikir-pikir
00:12:59 - 00:13:02
Comica yang ngisi acaranya Comica
00:13:02 - 00:13:04
Itu bisa juga ngisi di acara orang lain kan
00:13:04 - 00:13:07
Misalkan MLE atau HH atau apalah gitu
00:13:07 - 00:13:08
Bisa kan
00:13:08 - 00:13:13
Misalkan Comica punya Comikaze gitu ya
00:13:13 - 00:13:16
Acara stand up yang joking-joking edgy gitu
00:13:16 - 00:13:18
Kita bisa sebut nama-nama ini misalkan ada Uus
00:13:18 - 00:13:21
Terus ada Rindra, terus ada Ridwan Remin
00:13:21 - 00:13:24
Terus ada misalnya Abdur
00:13:24 - 00:13:27
Terus misalnya ada Rin Hermana gitu ya
00:13:27 - 00:13:33
Nama-nama ini, semuanya itu kan juga bisa ada di acara yang dikerjakan oleh promoter lain kan
00:13:33 - 00:13:36
Nah terus, dimana kompetitif edge nya
00:13:36 - 00:13:40
Kalau semua promoter juga bisa bikin acara stand up dengan line up yang sama
00:13:40 - 00:13:42
Comica kan gak
00:13:42 - 00:13:46
Pokoknya eksklusif talent Comica kerja di Comica
00:13:47 - 00:13:50
Dan talent Comica gak boleh kerja di acara lain, kan gak kayak gitu
00:13:50 - 00:13:54
Talentnya MLE bisa ngisi acara Comica
00:13:54 - 00:13:58
Talentnya Comica bisa ngisi acaranya HH Corp gitu misalnya
00:13:59 - 00:14:01
Pertanyaannya sekali lagi
00:14:01 - 00:14:05
Kalau setiap acara Comicanya bisa sama
00:14:05 - 00:14:10
Terus apa yang membuat orang memilih untuk nonton acara yang dipromoteri Comica
00:14:10 - 00:14:14
Atau acara yang dipromoteri perusahaan-perusahaan lain
00:14:14 - 00:14:17
Jawabannya adalah brand nya doang
00:14:17 - 00:14:19
Brand nya Comica
00:14:19 - 00:14:20
Udah
00:14:20 - 00:14:26
Orang lain bisa punya acara yang menggunakan Comica, Comica yang Comica pakai kan, bisa
00:14:26 - 00:14:29
Tapi pada akhirnya orang akan melihat Comica
00:14:29 - 00:14:32
Akan melihat brand nya dan percaya sama brand nya
00:14:32 - 00:14:34
Mereka melihat poster, ada logo mikrofon
00:14:34 - 00:14:37
Terus mereka bilang, ah gue tau nih, ini Comica nih
00:14:37 - 00:14:40
Pasti on time, pengalaman pasti oke
00:14:41 - 00:14:43
Pasti value for money gitu misalnya
00:14:43 - 00:14:48
Atau gak usah yang subjektif-subjektif kayak acaranya pasti lucu, pasti value for money
00:14:48 - 00:14:50
Pasti on time aja
00:14:50 - 00:14:51
Udah pasti deh
00:14:51 - 00:14:55
Mana pernah lu datang ke acaranya Comica telat gitu
00:14:55 - 00:14:57
Mulainya pasti on time
00:14:57 - 00:15:00
Bahkan ketika ada kendala teknis pun, mulainya tetap on time
00:15:00 - 00:15:07
Abis itu pengisi naik duluan dan mencoba untuk mengulur keadaan dengan berkomedi tetap
00:15:07 - 00:15:12
Seperti yang terjadi misalnya di Ternyata Ini Sebabnya, spesialnya gue
00:15:12 - 00:15:18
Pas acaranya mulai, jam acaranya mulai misalnya jam 7, itu sebenarnya streaming lagi bermasalah
00:15:18 - 00:15:22
Tapi karena Comica yang ngerjain, jam 7 tetap mulai
00:15:22 - 00:15:27
Comica-Comica yang naik atas panggung, melucu dulu sebelum secara teknologi streaming ready
00:15:27 - 00:15:30
Ketika ready, jalan. Udah
00:15:31 - 00:15:33
Kalau promoter lain, belum tentu kan
00:15:33 - 00:15:35
Padahal pengisinya sama
00:15:35 - 00:15:40
Pengisinya sama Comica yang sama, sama acara yang dibikin sama Comica
00:15:40 - 00:15:43
Tapi brandnya beda, karena dibalik nama brand tersebut
00:15:43 - 00:15:52
Ada kepercayaan yang terbangun dari acara berkali-kali yang diselenggarakan dengan kualitas yang sama
00:15:52 - 00:15:57
Nah disini, gue mau bilang bahwa pada akhirnya
00:15:57 - 00:16:02
Kita tuh bukan cuman musti ngeliat ada siapa di sebuah festival atau ada siapa di sebuah acara
00:16:02 - 00:16:05
Tapi kita musti ngeliat siapa yang ngerjain
00:16:05 - 00:16:07
Kita emang musti cermat
00:16:07 - 00:16:11
Kita ngeliat, oh gue tau ini, dia biasa ngerjain ini, ini, ini, dan ini
00:16:11 - 00:16:12
Oke
00:16:12 - 00:16:15
Itu pun sebenarnya belum tentu lolos dari masalah ya
00:16:15 - 00:16:18
Namanya force majeure kan bisa aja, ada apa gitu
00:16:18 - 00:16:21
Tapi setidaknya, karena kita tau dia pernah ngerjain sesuatu sebelumnya
00:16:21 - 00:16:24
Dan kita tau yang dia kerjain itu beres
00:16:24 - 00:16:30
Itu memperkuat kita untuk kemudian mau beli tiketnya dia
00:16:30 - 00:16:37
Karena yang kayak gini-gini akan dalam dalam kutip menghukum dan pada akhirnya mematikan promotor-promotor culun dan curang
00:16:37 - 00:16:41
Karena duit kepromotoran tuh emang menggiurkan
00:16:41 - 00:16:43
Menggiurkan sekali
00:16:43 - 00:16:46
Kan banyak tuh jaman-jamanya kpop-kpop kesini tuh
00:16:46 - 00:16:51
Ada banyak promotor yang baru pertama kali bikin acara
00:16:51 - 00:16:58
Tapi langsung bawa artis-artis kpop yang gede gitu
00:16:58 - 00:17:03
Akhirnya penyelenggaranya berantakan, artisnya sedih
00:17:03 - 00:17:07
Gue masih inget sampe sekarang tapi gue ga inget artis kpopnya siapa ya
00:17:07 - 00:17:13
Ada artis kpop yang nangis di atas panggung karena jelek penyelenggaraannya, acaranya jelek
00:17:13 - 00:17:22
Jadi kalo kita lebih cermat untuk beli tiket, kita bisa mematikan yang kayak gini-gini gitu
00:17:22 - 00:17:26
Dan bukan berarti kita ga bisa mendukung promotor yang baru mulai
00:17:26 - 00:17:32
Toh Comica pada suatu hari yang lalu juga baru mulai dan bikin acara juga dikit
00:17:32 - 00:17:36
Tapi itu pun Comica tau tanggung jawabnya Comica
00:17:36 - 00:17:41
Kalo lu tau lu lagi masih kecil dan lu masih baru ya lu harus melakukan sesuatu sebaik mungkin
00:17:41 - 00:17:52
Dan kepercayaan yang didapat dari Comica harus dipegang terus karena lama-lama akan ikut ngebangun reputasinya
00:17:52 - 00:17:57
Nah kita harus hati-hati, ya boleh beli tapi hati-hati, kita harus sadar bahwa
00:17:57 - 00:18:04
Ah iya sih tapi gue juga ga tau ini acaranya ngerjain siapa gitu, promotornya apa tuh gue ga tau
00:18:04 - 00:18:08
Well, lesson learned, yaudah gitu
00:18:08 - 00:18:19
Ini susah sih, banyak banget orang yang, pokoknya kegagalan ke promotor itu selalu dua
00:18:19 - 00:18:25
Antara ada bandit yang nyuri duit karena kagok ngeliat duit banyak
00:18:25 - 00:18:33
Dipake untuk kehidupan sehari-hari, kecil-kecilan, lama-lama keterusan jadi banyak, ini sering terjadi
00:18:33 - 00:18:39
Atau yang kedua emang tidak punya cukup kemampuan untuk menggelar acara level seperti itu
00:18:39 - 00:18:42
Itu yang waktu itu sempat terjadi di Komodo Menoi
00:18:42 - 00:18:49
Gue selalu bilang bahwa ketika Panji ngisi Komodo Menoi di Istora Senayan Jakarta, Panjinya sebagai komika udah level istora
00:18:49 - 00:18:53
Comikanya sebagai promotor, belum
00:18:53 - 00:19:02
Makanya ketika kami ngerjain, apa namanya tuh, Remens Rea di Indonesia Arena
00:19:02 - 00:19:08
Kami kerjasama dengan pihak ketiga, pihak yang jauh lebih biasa ngerjain event
00:19:08 - 00:19:16
Dengan vendor-vendor dan pelaku teknis yang juga udah ngerjain banyak acara
00:19:16 - 00:19:19
Termasuk acara The Founders nanti yang di SICC
00:19:19 - 00:19:23
Jadi Comika Event itu lebih ke penyedia konten
00:19:23 - 00:19:29
Pelaku penyelenggaranya itu bukan Comika Event, mitra kami yang lain, nanti akan ketahuan namanya
00:19:29 - 00:19:42
Tapi kalau secara teknis nggak mumpuni, korbannya ya udah pasti talentnya dan penontonnya
00:19:42 - 00:19:50
Karena waktu gue di atas panggung, walaupun ini acara-acara gue, gue juga jadi berjuang untuk memenangkan hati penonton
00:19:50 - 00:19:59
Pilihannya cuma dua itu, antara ada yang bawa kabur duit kayak kasus di Lentera ini, atau di beberapa kasus sebelumnya
00:19:59 - 00:20:03
Atau ya kemampuannya nggak ada, jadi musti hati-hati sekali
00:20:03 - 00:20:07
Nah, poin kedua yang bisa kita bahas dari kejadian ini adalah
00:20:07 - 00:20:15
Bagaimana masih banyak yang tolol memang di Indonesia
00:20:15 - 00:20:20
Ini yang terjadi di Lentera Festival itu ya, itu udah pasti mob mentality
00:20:20 - 00:20:23
Tidak mungkin mereka tidak tahu bahwa mereka salah
00:20:23 - 00:20:28
Tapi karena semuanya ngelakuin itu, rasanya kayak benar
00:20:31 - 00:20:42
Ini waktu itu memperkuat argumen seorang filsuf yang gue lupa sampai sekarang namanya siapa, nanti gue cari tahu deh
00:20:42 - 00:20:48
Filsuf yang bilang bahwa pada dasarnya manusia itu jahat, makanya butuh diregulasi pada hukum
00:20:48 - 00:21:01
Nggak bisa 100% mengandalkan humanity, karena manusia itu penuh dengan kekurangan
00:21:01 - 00:21:08
Buktinya kata si filsuf ini, kalau manusia dikasih invisibility cloak atau jubah yang membuat dia tidak kelihatan
00:21:08 - 00:21:15
Kayak di film Harry Potter, Harry Potter kan ada invisibility cloak yang kalau dia pakai, dia nggak bisa kelihatan sama orang
00:21:15 - 00:21:26
Si filsuf itu bilang, kalau ada orang dikasih invisibility cloak, hal-hal yang dia lakukan pasti hal-hal ilegal
00:21:26 - 00:21:33
Entah itu nerobos toko, ngintip orang mandi, apapun lah itu
00:21:33 - 00:21:39
Kalau lu bisa nggak kelihatan, yang lu lakukan adalah hal-hal yang salah
00:21:39 - 00:21:50
Karena alasan lu melakukan hal-hal yang benar bukan karena lu percaya itu benar, tapi karena lu ingin dilihat orang sebagai orang baik
00:21:50 - 00:21:56
Jadi faktor dinilai orangnya itulah yang akan membuat lu mengelola diri lu sendiri
00:21:56 - 00:22:01
Hukum sosial yang berlaku itu membuat lu jadi nggak mau melakukan hal-hal yang jahat dan hal-hal yang salah
00:22:01 - 00:22:05
Karena lu dilihat orang dan lu nggak pengen dilihat orang sebagai orang jahat
00:22:05 - 00:22:09
Akhirnya di depan masyarakat, lu berkelakuan baik
00:22:09 - 00:22:17
Tapi ketika masyarakat tidak lihat, kemungkinan besar hal-hal yang dilakukan adalah hal-hal yang ilegal, itu argumennya
00:22:17 - 00:22:26
Dalam situasi lentera festival ini, yang benar dalam terakutip, jadinya kesannya adalah menjara
00:22:26 - 00:22:31
Karena semua orang lain membakar dan menjara dan merusak
00:22:31 - 00:22:34
Dia tahu itu salah dalam hatinya
00:22:34 - 00:22:40
Cuman ketika dia ikut ngelempar barang, ngerusak barang, dia tidak akan dinilai sebagai orang jahat
00:22:40 - 00:22:44
Karena orang lain yang ada di tempat tersebut juga melakukan hal yang sama
00:22:44 - 00:22:51
Ini berlaku juga di kerusuhan 98, penjarahan yang terjadi pada masa itu
00:22:51 - 00:22:57
Itu adalah karena yang berlaku umum atau orang yang ada di sekitar kita, semuanya ngelakuin itu
00:22:57 - 00:23:04
Sehingga kita nggak akan dijudge jahat dan kita nggak akan dijudge melakukan sebuah keburukan
00:23:04 - 00:23:12
Akhirnya dalam situasi seperti itu, manusia-manusia ini melakukan sesuatu yang ingin sekali mereka lakukan sejak lama
00:23:12 - 00:23:17
Tapi nggak bisa karena takut dinilai sosial sebagai orang yang jahat dan orang yang punya tabiat buruk
00:23:17 - 00:23:21
Yaitu merusak, ngebakar, ngebanting
00:23:21 - 00:23:28
Memang kita ini binatang yang biadab
00:23:28 - 00:23:31
Emang makanya harus diregulasi hukum
00:23:31 - 00:23:37
Kalau di luar negeri, gue nggak tahu kalau di Indonesia ya, kalau di luar negeri itu semua yang melakukan itu bisa ditangkep
00:23:37 - 00:23:39
Mungkin di Indonesia juga bisa
00:23:39 - 00:23:41
Kan kelihatan tuh muka-mukanya tuh
00:23:41 - 00:23:49
Kalau si vendornya, vendor sound, vendor LED, vendor panggung, vendor lighting
00:23:49 - 00:23:55
Mau, dia ngelaporin ke polisi semua orang-orang yang ada di video, buktinya ada
00:23:55 - 00:24:02
Apalagi yang rombongan yang bawa besi balik ada, kelihatan semua muka-mukanya, bisa ditangkep semuanya
00:24:02 - 00:24:04
Kalau mau
00:24:04 - 00:24:07
Tapi kemungkinan tidak karena A, mereka mungkin nggak tahu bahwa itu bisa dilakukan
00:24:07 - 00:24:11
Dan B, mereka lebih pusing mikirin ini balikin duitnya gimana nih
00:24:11 - 00:24:13
Kasian banget
00:24:13 - 00:24:17
Dan lagi-lagi inilah bukti kebenaran kutipan
00:24:17 - 00:24:22
Hanya karena kita benar, bukan berarti kita boleh melakukan apapun kepada yang salah
00:24:22 - 00:24:27
Dan dalam hal ini, bahkan vendornya salah pun tidak menggoblok
00:24:27 - 00:24:30
Susah dah, susah banget, goblok banget
00:24:30 - 00:24:34
Padahal ini orang berada loh yang beli tiket
00:24:34 - 00:24:39
Cuman, kelakuannya kayak orang nggak punya otak ya
00:24:39 - 00:24:47
Kan kita ngerti ya, bahwa orang-orang ini mungkin nabung untuk nonton NDX AK atau apa tadi
00:24:47 - 00:24:53
Cuman, tetap aja kan yang mereka lakukan tidak bisa dibenarkan
00:24:53 - 00:24:56
Gue nggak tahu nih sih, apakah dua band ini sudah bikin pernyataannya
00:24:56 - 00:25:02
Karena kan orang-orang yang ngebakar dan merusak ini kan penontonnya mereka
00:25:02 - 00:25:06
Walaupun nggak jelas ya, siapa pengen nonton yang mana gitu
00:25:06 - 00:25:13
Cuman kan istilahnya mereka ngamuk karena mereka nggak jadi nonton idola mereka
00:25:13 - 00:25:15
Sebenarnya idolanya juga punya peluang untuk ngasih tau
00:25:15 - 00:25:20
Gue atau band ini tidak bisa membenarkan perilaku seperti itu
00:25:20 - 00:25:23
Lu kalau punya kelakuan kayak gitu mending nggak usah datang deh ke acara gue
00:25:23 - 00:25:25
Memang lu marah, memang lu kesel
00:25:25 - 00:25:27
Ya gue juga marah, orang gue dibayar juga enggak
00:25:27 - 00:25:31
Tapi kan lu ngerugiin orang lain gitu
00:25:31 - 00:25:33
Harus ada yang ngasih tau
00:25:33 - 00:25:39
Mentalitas kayak gini, sama aja kayak mentalitas mahasiswa demo yang nutup jalan tol
00:25:39 - 00:25:42
Ngebakar ban, nutup jalan, ngerugiin orang lain
00:25:42 - 00:25:46
Marah aja sama pemerintah atau DPR
00:25:46 - 00:25:51
Tapi bikin kerugian di tempat yang berbeda gitu
00:25:51 - 00:25:54
Alasannya adalah karena pengen nyari perhatian katanya
00:25:54 - 00:26:00
Kalau nggak itu nggak diperhatiin, tapi kenapa jadi ganggu hak orang
00:26:00 - 00:26:04
Bahkan ketika mereka ngerusak pagar DPR aja
00:26:04 - 00:26:10
Pagar gedung DPR, itu kan yang pada akhirnya kerja ngeganti itu semua, ngebersihin
00:26:10 - 00:26:14
Itu kan bukan anggota DPR, itu kan staffnya
00:26:14 - 00:26:21
Orang kecil itu, orang kecil yang akhirnya memperbaiki pagar, ngebersihin sampah yang ada di depan itu orang kecil
00:26:21 - 00:26:24
Jadi gitu ya mahasiswa dan pendemo itu ceritanya pengen
00:26:24 - 00:26:30
Bangsatlah ini DPR, terus ngerusak fasilitas DPR, DPRnya nggak ngerasain apa-apa, orang DPR nggak ikut bersih-bersih
00:26:33 - 00:26:42
Ini berlaku juga kayak kemarin waktu ada rombongan aktivis perempuan yang masuk ke Starbucks dan ceritanya mempermalukan orang-orang yang di Starbucks
00:26:42 - 00:26:49
Yang diserangkan sebenarnya Israel, yang jadi korban adalah orang-orang yang ada di situ
00:26:49 - 00:26:58
Kalau rakyatnya masih kayak gini, kenapa kaget lu ngeliat politisnya tolol-tolol
00:26:58 - 00:27:02
Ya kan mereka adalah rata-rata kita gitu
00:27:02 - 00:27:09
Emang kita mesti memperbaiki diri kita, mesti meningkatkan kapasitas diri kita
00:27:09 - 00:27:11
Itu aja dulu dari gue, terima kasih banyak
00:27:11 - 00:27:14
Kita ketemu di episode berikutnya ketika ada lagi yang ramai di dunia yang lain untuk kita bahas
00:27:14 - 00:27:20
Thank you, bye
Buka semua fitur dengan download aplikasi Noice
Kunjungi App