Noice Logo
Masuk

22-6-2024 - Pelukan Hangat Bapa (PST GKJ Bahasa Indonesia)

5 Menit

22-6-2024 - Pelukan Hangat Bapa (PST GKJ Bahasa Indonesia)

21 Juni 2024

Nats Alkitab : Lukas 15:11-24 Penulis : G.I. Triyanah Kekuatan kasih sayang orang tua, terutama ayah sebagai pemimpin keluarga bisa membuat perbedaan yang nyata dalam kehidupan rumah tangga. Itulah yang dirasakan seorang mantan pecandu narkoba. Namun ia bersyukur memiliki ayah yang rela meninggalkkan karirnya demi membimbing putranya. Dalam berbagai kesempatan, pemuda itu mengatakan bahwa dalam pelukan hangat sang ayah, ia menemukan Tuhan. Pelukan itu juga yang membuatnya bangkit dan pulih dari keterpurukan karena disitulah ia merasakan penerimaan dan pengampunan. Pelukan hangat bapa yang menyambut anaknya kembali pulang (ay. 20) dalam kisah ini menunjukkan penerimaan, pengampunan dan kesempatan untuk bertobat kepada anak durhaka, kotor, lusuh, bau dan tidak layak untuk diterima kembali. Berbagai kegalauan dan ketakutan berkecamuk dalam benak anak bungsu ini. Ia membayangkan kemarahan dan penolakan bapanya akibat perbuatannya di masa lalu. Namun sangat mengejutkan, sang bapa justru telah lama menantikan anaknya kembali dan sangat bersukacita memeluk dan menciumnya. Seperti itulah kasih Bapa di surga kepada kita, manusia yang berdosa. Bapa yang terus menantikan kita datang menghampiri-Nya, memeluk kita dengan penuh kehangatan. Ia tak pernah berhenti mengasihi dan menerima kita. Bahkan Ia dengan rela mengorbankan Anak Tunggal-Nya agar kita mengalami pemulihan dengan-Nya. Sebagai ayah, mari kita mau belajar dari Bapa di sorga yang memberikan pelukan hangat kepada anak-anak kita yang sedang terpuruk, memberikan dukungan agar mereka bisa menemukan kasih Bapa di dalam diri kita. Kita mau menjadi tempat ternyaman bagi mereka yang sedang mengalami kegagalan di masa lalu dan penolakan dari orang-orang terdekatnya. Jika kita sendiri tidak memiliki tempat ternyaman yang bisa menerima kita dan tidak pernah merasakan pelukan hangat dari bapa kita di dunia, mari kita datang kepada kepada Bapa yang selalu sedia untuk memberi pelukan-Nya, menerima dan mengasihi kita, anak-anak-Nya. “Jadilah ayah yang memberikan tempat ternyaman buat anak-anak yang membutuhkan pelukan hangat kita agar mereka merasa diterima dan dikasihi.” Pertanyaan untuk Direnungkan: 1. Kapan terakhir kali Anda memberikan pelukan kepada anak-anak Anda? 2. Apa saja yang selama ini menghalangi Anda untuk memeluk anak-anak Anda? Apa tindakanmu setelah merenungkan tentang peran ayah selama seminggu ini?

Komentar








Lihat episode lain
Buka semua fitur dengan download aplikasi Noice
Kunjungi App