Noice Logo
Masuk

11-7-2024 - Pemulihan Anak Dengan Orangtua (PST GKJ Bahasa Indonesia)

4 Menit

11-7-2024 - Pemulihan Anak Dengan Orangtua (PST GKJ Bahasa Indonesia)

10 Juli 2024

Nats Alkitab : Efesus 6:4 Penulis : Pdt. Lukas Phang Dalam acara camp pria, seorang pria menceritakan kesaksiannya tentang kepahitan yang ia miliki terhadap ayahnya. Ia adalah anak kepala suku yang diperlakukan dengan keras oleh ayahnya. Suatu kali ia melakukan suatu kesalahan yang membuatnya dihukum ayahnya dengan diikatkan kesebuah pohon yang penuh dengan semut merah. Semut-semut menggigit seluruh badannya. Bukan hanya badannya yang mengalami kesakitan tapi batin-nya juga terluka. Ia merasa dipermalukan dan sakit hati. Perlakuan ayahnya menimbulkan kepahitan sampai timbul niat mau membunuh ayahnya. Efesus 6:4 mengingatkan supaya bapak-bapak jangan bangkitkan amarah di dalam hati anak-anak, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Para orang tua terutama ayah diingatkan jangan menyakiti hati anak-anak mereka. sering ayah menimbulkan kepahitan dihati anak, ayah sering mendidik anak dengan keras. Bukan hanya dimarahi tapi juga sering memukul. Firman Tuhan mengingatkan supaya para ayah mendidik anak mereka dengan ajaran dan nasehat Tuhan. Mendidik anak memang tidak mudah, harus dilakukan dengan sabar. Di Ulangan 6 mengatakan mendidik anak harus dilakukan berulang-ulang. Mengajar anak waktu duduk, dalam perjalanan, waktu baring, dan waktu bangun (Ulangan 6:7-9). Artinya harus dilakukan di setiap waktu dan tempat ketika ada kesempatan. Semua harus dilakukan dengan sabar, tidak dengan kekerasan. Sebab kekerasan akan melahirkan kekerasan. dan anak yang dididik demikian akan memperlakukan keturunannya dengan cara yang sama. Lingkaran kekerasan tidak akan putus. Bersyukur untuk kedatangan Kristus yang mengubah dan melembutkan hati kita sebagai ayah. Kedatangan Kristus menggenapi nubuat di Maleakhi 4:6 mengatakan bahwa hati bapak-bapak berbalik kepada anak-anak mereka dan sebaliknya hati anak-anak kepada bapak-bapak mereka. Tuhan memulihkan hubungan keluarga orang-orang yang percaya. Hubungan ayah dengan anak dapat dipulihkan. Pria yang saya ceritakan di bagian awal, juga mengalami pemulihan setelah ikut Camp Pria dan dijamah Tuhan. Ia mengambil keputusan mengampuni ayahnya yang telah menyakiti dan mempermalukannya. Akhirnya hubungannya dengan ayah dapat dipulihkan. “Kedatangan Kristus membuat hati bapak-bapak berbalik kepada anak-anak mereka dan sebaliknya” Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Menurut Anda, mengapa orang tua sering mendidik dengan kekerasan? 2. Bagaimana caranya supaya terjadi pemulihan hubungan antara ayah dengan anak-anak?

Komentar








Lihat episode lain
Buka semua fitur dengan download aplikasi Noice
Kunjungi App