Semua Episode
Terbaru
See More
Semua
Season 69
Season 68
Season 67
Season 66
Season 65
Season 64
Season 63
Season 62
Season 61
Season 60
Season 59
Season 58
Season 57
Season 56
Season 55
Season 54
Season 53
Season 52
Season 51
Season 50
Season 49
Season 48
Season 47
Season 46
Season 45
Season 44
Season 43
Season 42
Season 41
Season 40
Season 39
Season 38
Season 37
Season 36
Season 35
Season 34
Season 33
Season 32
Season 31
Season 30
Season 29
Season 28
Season 27
Season 26
Season 25
Season 24
Season 23
Season 22
Season 21
Season 20
Season 19
Season 18
Season 17
Season 16
Season 15
Season 14
Season 13
Season 12
Season 11
Season 10
Season 9
Season 8
Season 7
Season 6
Season 5
Season 4
Season 3
Season 2
Season 1
Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta Season 69
new content badge
play icon

0

30-4-2026 - Diutus Kembali - Ada Lanjutan Hidup (PST GKJ Bahasa Indonesia)

30-4-2026 - Diutus Kembali - Ada Lanjutan Hidup (PST GKJ Bahasa Indonesia)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

Nats Alkitab : Yohanes 20:21 Penulis : G.I. Erni Tilaar Beberapa tahun yang lalu, ketika anak saya, Shane, masih berusia empat tahun, sekitar pukul 23.00 malam ia tiba-tiba mengalami kejang. Suhu tubuhnya saat itu sekitar 38 derajat Celsius. Dalam pemahaman saya sebagai orang awam, saya mengira kejang biasanya terjadi jika suhu tubuh mencapai 39 derajat ke atas. Karena itu, saya sama sekali tidak memiliki pengalaman atau kesiapan menghadapi situasi tersebut. Saat kejadian itu, papanya Shane sedang melayani di luar kota. Saya panik luar biasa. Hati saya gelisah, rasa takut menyerang, keringat dingin bercucuran. Perut saya terasa sakit dan pikiran saya mendadak kosong. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Dalam beberapa detik yang terasa sangat lama, saya melihat bibir Shane mulai membiru. Yang bisa saya lakukan saat itu hanyalah berseru, “Tuhan Yesus, tolong Shane!” Secara refleks, saya membuka mulutnya, menutup hidungnya, lalu meniup sekuat tenaga ke dalam mulutnya. (Ini adalah pengalaman pribadi saya dalam kondisi panik, bukan sebuah anjuran medis.) Dalam ketidaktahuan dan kepanikan, saya hanya berusaha melakukan sesuatu agar anak saya bisa bernapas kembali. Saya tidak ingat berapa lama saya melakukannya. Namun tiba-tiba Shane mulai bernapas lagi dan langsung menangis. Pada saat itulah saya benar-benar memahami arti kelegaan. Dari kegelisahan yang begitu dalam, hati saya dipenuhi damai yang luar biasa. Ketakutan berubah menjadi ketenangan. Kepanikan berganti dengan rasa syukur. Hari ini, Shane telah bertumbuh menjadi seorang remaja yang melayani Tuhan. Saudara-saudara, pengalaman tersebut mengingatkan saya pada apa yang dialami oleh murid-murid Tuhan. Mereka mengalami kepanikan dan ketakutan yang besar ketika melihat Guru yang mereka kasihi mati di kayu salib. Harapan mereka seolah-olah lenyap. Namun ketika mereka mengetahui bahwa Yesus Kristus telah bangkit, keadaan berubah sepenuhnya. Ketakutan digantikan oleh sukacita. Keputusasaan berubah menjadi pengharapan. Kepanikan berganti dengan damai. Akan tetapi, damai yang Yesus berikan tidak berhenti pada perasaan lega semata. Yesus berkata, “Aku mengutus kamu.”Artinya, sukacita yang mereka alami tidak boleh berhenti hanya untuk diri mereka sendiri. Kebangkitan bukan sekadar kabar yang menghibur hati, melainkan kabar baik yang harus diberitakan kepada dunia. Perubahan yang mereka alami memiliki tujuan, yaitu supaya banyak orang juga mengalami damai yang sama. Kebangkitan Yesus adalah tanda kemenangan. Dalam kehidupan kita pun sering terjadi perubahan-perubahan. Kita pernah terluka, lalu Tuhan memulihkan. Kita pernah gagal, lalu Tuhan menolong kita untuk bangkit kembali. Kita pernah kehilangan harapan, lalu Tuhan menumbuhkan semangat yang baru. Segala sesuatu yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita tidak pernah tanpa maksud. Selalu ada rencana-Nya yang sedang digenapi. Damai yang kita alami bukan hanya untuk dinikmati sendiri. Kita diutus untuk membawa damai itu kepada orang lain. Tuhan menempatkan kita di tengah dunia ini agar melalui kehidupan kita, orang-orang di sekitar kita dapat merasakan pengharapan. Damai yang berasal dari Tuhan Yesus adalah damai yang sejati—bukan sekadar ketenangan sementara, melainkan keyakinan bahwa Tuhan memegang kendali atas segala sesuatu. Damai sejahtera yang kita alami bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi kita diutus untuk membawa damai bagi dunia ini. Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Peristiwa apa yang pernah Saudara alami yang membuat Saudara merasakan kelegaan dan damai setelah sebelumnya diliputi kegelisahan? 2. Maukah Saudara menceritakan kepada orang-orang di sekitar Saudara tentang Pribadi yang telah memberikan damai tersebut? kepada siapa saudara mau ceritakan?
6 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

0

dot icon

16 jam lalu

30-4-2026 - 重新被差遣 - 有生命的延續 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

30-4-2026 - 重新被差遣 - 有生命的延續 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

約翰福音 20:21 20:21 耶穌又對他們說、願你們平安。父怎樣差遣了我、我也照樣差遣你們。 幾年前, 我的孩子Shane四歲的時候, 大約晚上11點, 他突然癲癇發作。他的體溫大約是攝氏38度。作為一個外行人的瞭解, 我以為癲癇發作通常發生在體溫達到攝氏39度或以上的時候。因此, 我對這種情況完全沒有任何經驗或準備。事發時, Shane的父親在外地服事。我當時驚慌失措, 心跳加速, 恐懼攫住了我, 冷汗直冒。胃裡一陣陣疼痛, 大腦一片空白。我不知所措。感覺過了很久很久, 我看到Shane的嘴唇開始發紫。當時我能做的只有喊:耶穌, 救救Shane!” 我下意識地掰開他的嘴, 捂住他的鼻子, 使勁往他嘴裡吹氣。(這是我驚慌失措時的個人經驗, 並非醫療建議)當時我既無知又驚慌失措, 只是想做點什麼讓我的孩子能再次呼吸。我不記得我這樣做了多久。但突然間, Shane又開始呼吸, 並哭了起來。那一刻, 我才真正理解了釋然的含義。在如此深深的焦慮中, 我的內心卻充滿了難以置信的平安。恐懼化作平靜,恐慌轉為感恩。如今, Shane已成長為一名事奉上帝的少年人。 朋友們,這段經歷讓我想起了主的門徒們當時的感受。當他們親眼目睹敬愛的老師被釘死在十字架上時, 他們感到極度的恐慌和懼怕。他們的盼望似乎破滅了。但當他們得知耶穌基督復活的消息時, 一切都徹底改變了。恐懼化為喜樂, 絕望化為盼望, 恐慌化為平安。然而, 耶穌所賜的平安並非只感到釋然而已。耶穌說:“我差遣你們。” 這意味著, 他們所經歷的喜樂不應止步於他們自己本身。復活不僅是安慰人心的消息, 更是必須向全世界宣告的好消息。他們所經歷的改變是有目的的, 那就是為了讓更多的人也能經歷到同樣的平安。耶穌的復活是勝利的標記。 我們的生活中常常會發生許多變化。我們曾受過傷害, 上帝治癒了我們; 我們曾失敗, 上帝幫助我們重新站起來; 我們曾失去盼望, 然後上帝培育新的精神。 上帝允許發生在我們生命中的任何事都不是徒然的, 總是有祂正要完成的計劃,我們所經歷的平安不僅僅是為了我們自己。我們蒙差遺是為了將這平安傳遞給他人。上帝把我們安置在這個世界裡, 是為了讓我們周遭的人透過我們的生命感受到盼望。從主耶穌那裡得到的平安是真正的平安; 不僅僅只是暫時的平靜而已, 而是確信上帝掌權控制所有的一切。 我們所經歷的平安不僅是為我們自己, 而我們蒙差遣更是為這個世界帶來平安。 作者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會- 盧梅花傳道 翻譯:張賽瓊 默想的問題: 1. 你曾經經歷過什麼事,讓你在焦慮不安之後感到釋然和平安? 2. 你會把賜予你這平安的那一位說給周邊的人嗎?你會向誰說?
6 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

0

dot icon

1 hari lalu

29-4-2026 - Luka Tidak Menghentikan Rencana Tuhan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

29-4-2026 - Luka Tidak Menghentikan Rencana Tuhan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

Nats Alkitab : Yesaya 53:5 Penulis : G.I. Erni Tilaar Nabi Yesaya diutus Allah untuk menubuatkan kedatangan seorang Mesias yang akan menderita demi menebus dosa manusia. Ia menderita bukan karena kesalahanNya sendiri, melainkan karena dosa kita. Nubuat itu digenapi dalam diri Yesus Kristus, Sang Mesias yang rela mengalami luka yang sangat dalam. Yesus disiksa, dihina, dan disalibkan bukan karena Ia kalah. Justru melalui luka-luka-Nya, kemenangan dinyatakan. Apa yang terlihat sebagai kekalahan di mata dunia ternyata adalah puncak kemenangan dalam rencana Allah. Luka tidak pernah menggagalkan rencanaNya. Sebaliknya, luka menjadi jalan penggenapan janjiNya. Melalui penderitaan Kristus, pemulihan dan keselamatan diberikan kepada manusia. Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, hidup kita pun ada dalam rencana Allah. Dan rencana Allah tidak pernah gagal. Namun dalam perjalanan hidup, tidak jarang kita mengalami peristiwa yang menyakitkan. Kita terluka, dikhianati, disalahmengerti, atau mengalami kegagalan demi kegagalan. Pada saat-saat seperti itu, muncul pertanyaan di hati: “Apakah hidupku sungguh ada dalam rencana Tuhan?” Dunia sering menanamkan pola pikir bahwa jika Tuhan menyertai kita, maka hidup seharusnya selalu lancar, mulus, dan bebas dari penderitaan. Tetapi peristiwa salib membuktikan sebaliknya. Jika Anak Allah sendiri melewati penderitaan untuk menggenapi rencana keselamatan, maka penderitaan bukanlah tanda ketiadaan rencana Tuhan. Apa yang sedang engkau alami saat ini? Mungkin hatimu sedang terluka. Mungkin engkau dikhianati oleh seseorang yang sangat kau kasihi. Mungkin engkau merasa gagal dalam pekerjaan atau pelayanan. Mungkin engkau mulai berpikir negatif tentang Tuhan dan bertanya, “Apakah hidupku benar-benar dalam rencanaN-ya?” Jawabannya: ya. Hidupmu tetap dalam rencana Tuhan. Luka dan masalah yang engkau alami bukanlah akhir dari cerita. Justru melalui semua itu, Tuhan sedang membentuk engkau menjadi pribadi yang semakin kuat, semakin dewasa, dan semakin beriman. Proses memang tidak selalu nyaman, tetapi hasilnya indah. Emas dimurnikan melalui api. Iman diteguhkan melalui ujian. Seperti Yesus yang taat dan setia sampai mati di kayu salib, bagian kita adalah tetap percaya, tetap setia, dan tetap berjalan dalam ketaatan. Tujuan akhirnya bukan hanya kebaikan bagi kita, tetapi kemuliaan bagi nama Tuhan. Penderitaan yang kita hadapi menjadi kesaksian bagi dunia, bahwa rencana Allah dalam hidup orang percaya tidak pernah dapat digagalkan oleh apa pun. Di balik setiap luka, ada tangan Tuhan yang bekerja. Di balik setiap air mata, ada maksud ilahi yang sedang digenapi. Luka bukan tanda Tuhan meninggalkan kita. Luka bisa menjadi tanda bahwa Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang lebih besar dari yang kita pahami. Dan pada akhirnya, akan ada kemenangan dan sorak-sorai bagi kemuliaan nama-Nya. “Penderitaan yang kita hadapi justru membuktikan kepada dunia bahwa rencana Allah bagiku tidak akan pernah bisa digagalkan oleh apapun.” Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Apakah saat ini masih ada luka yang tersimpan dalam hatimu? Atau masalah berat yang sedang engkau hadapi? Percayakah engkau bahwa Tuhan sedang membentukmu menjadi pribadi yang lebih kuat? 2. Apakah engkau percaya bahwa di balik setiap luka dan masalahmu, ada rencana Tuhan yang indah yang sedang dipersiapkan bagi hidupmu? Apa isi doamu?
7 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

0

dot icon

1 hari lalu

29-4-2026 - 創傷不會停止上帝的計劃 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

29-4-2026 - 創傷不會停止上帝的計劃 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

以賽亞書 53 : 5 53:5 那知祂為我們的過犯受害、為我們的罪孽壓傷。因祂受的刑罰我們得平安。 因祂受的鞭傷我們得醫治。 上帝差遣先知以賽亞預言彌賽亞的到來:祂將受苦受難, 為了救贖人類的罪孽。祂受苦不是因為自己的過錯, 而是因為我們的罪孽。這個預言在耶穌基督身上應驗了, 祂就是甘願承受最沈重創傷的彌賽亞。耶穌遭受虐待, 羞辱和釘十字架, 並非因為祂輸了,其實透過祂的創傷, 宣告了勝利。在世人眼中看似失敗的, 實際上卻是上帝計劃中勝利的高峰。創傷不會使祂的計劃失敗。相反的, 創傷會成為成全祂應許的道路。透過基督的受難為人類帶來了復興和救恩。 作為相信主耶穌的人, 我們的生命也在上帝的計劃之中。上帝的計劃從不會失敗。然而,在人生路途中, 我們常常會經歷痛苦的事情。我們可能會受到傷害, 被背叛, 被誤解, 或者經歷一次又一次的失敗。在這樣的時刻, 我們心中會湧現出許多的疑問: 我的人生真的在上帝的計劃之中嗎?這個世界常常灌輸一種觀念, 即如果上帝與我們同在, 那麼生活就應該總是一帆風順, 輕鬆平順,和免受痛苦。但十字架事件證明並非如此。如果上帝之子親自經歷苦難是為了完成救贖計劃, 那麼苦難正是上帝計劃的標誌.你現在正在經歷什麼? 也許你的心受傷了, 也許你被你深愛的人背叛了, 也許你覺得自己在工作或事奉失敗了, 也許你開始對上帝產生負面看法而問自己: “我的人生真的在祂的計劃之中嗎?” 答案是: “是的”。你的人生肯定在上帝的計劃之中。 你所經歷的創傷和困境並非故事的終結。事實上, 上帝正透過這一切將你塑造成一個更堅強, 更成熟, 更虔誠的人。過程並非總是舒適, 但結果卻是美好的。黃金經火煉淨, 信心經歷考驗而堅固。就像順服的耶穌至死忠心且死在十字架上, 我們的部份乃是堅信不移, 至死忠心,和順服遵行到底。最終目標不僅是為了我們自身的好處,更是為了榮耀上帝的名。我們所遭受的苦難成為向世人作的見證,上帝為信徒生命所定的計劃絕不會被任何事物所挫敗。每一道傷口背後,都有上帝之手在運作; 每一滴眼淚背後, 既是將要完成的上帝的旨意。創傷並非上帝拋棄我們的記號,而是上帝正在進行我們無法理解的偉大計劃的記號。最終,將得到勝利而歡呼雀躍來榮耀祂的名。 “我們所面臨的苦難其實是向世人證明, 上帝為我所定的計劃絕不會被任何事物所挫敗” 作者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會- 盧梅花傳道 翻譯:張賽瓊 默想的問題: 1. 你心中是否還留著創傷? 還是你正面臨嚴峻的挑戰? 你是否相信上帝正在塑造你使你變得更加堅強? 2. 你是否相信, 在每一個創傷和難題的背後, 都蘊藏著上帝為你的人生所預備的美好計劃? 你的禱告內容是什麼?
6 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

0

dot icon

2 hari lalu

28-4-2026 - 祂的平安將句點成為逗點 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

28-4-2026 - 祂的平安將句點成為逗點 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

約翰福音 14:27 14:27 我留下平安給你們, 我將我的平安賜給你們。我所賜的, 不像世人所賜的。你們心裡不要憂愁, 也不要膽怯。 一位妻子曾經面容憔悴, 雙眼浮腫地來找我。她聲音顫抖地說 : “面對我那不肯改變的丈夫, 我感到厭倦。問題接二連三地發生, 爭吵似乎永無止境。我再也忍受不住了。我寧願結束這段婚姻。我不指望他會改變。夠了, 我和他的故事已劃句點,到此結束了。” “已是句點”這句話表達的是絕望。句點意味著結束, 不再有繼續, 沒有希望, 也沒有理由再堅持下去。句點是指決定結束痛苦人生故事的時刻。然而, 如今上帝的話語教導的卻是不同。這節經文是主耶穌在被釘十字架前的最後一個晚上傳達給門徒的。那時氣氛既緊張又激動。耶穌說祂要走了。祂還說, 門徒中會有人背叛祂, 而且巨大的苦難很快就會發生。對於門徒來說, 一切都結束了, 他們與他們所愛戴和引以為傲的老師一起走的路程也結束了。未來一片黯淡。他們心中充滿了焦慮和恐懼。他們所期盼的一切似乎都破滅了。 在這樣的氛圍中, 耶穌說:“我留下平安給你們…你們心裡不要憂愁, 也不要膽怯” 耶穌並沒有改變當晚的狀況。十字架仍然在等待, 背叛仍舊會發生, 苦難依然需要去經歷。然而, 耶穌所提供的遠超乎環境的改變:祂賜下自己的平安, 耶穌所賜的平安與世人所賜的平安不同。世間的平安取決於環境;環境好的時候, 人心平靜; 環境惡劣的時候, 人心不安。然而, 上帝的平安並不取決於環境。祂的平安反而是在風暴之中到來。對門徒們來說, 故事並未結束。這不是句點,而是逗點。十字架之後是復活, 淚水之後是喜樂,黑暗之後是光明。或許今天, 我們也正處於人生的低谷, 問題感覺如此複雜, 就像一團亂麻, 再也無法解開。我們疲憊不堪, 我們沮喪失望不已, 我們感覺走投無路, 我們想要放棄。我們想要說 : “已到句點。” 然而, 上帝說:“依舊是逗點。”上帝賜予的平安成了繼續前行的力量。平安並不總是能立即消除問題, 但卻能平靜我們的心靈, 使我們不至於放棄。主耶穌死在十字架上, 背負了我們的重擔。祂瞭解我們的傷痛, 祂知道我們的掙扎, 祂從不曾離棄我們。如果我們與祂同行, 即使在複雜的情況下也有平安, 即使在軟弱的情況下也有力量。最終, 我們的故事不會以失敗結束, 而是與基督一同得勝。 “即便人生路程看似如此複雜, 有祂相伴就常有力量。 於風暴之中有平靜, 且最終必能得勝” 作者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會- 盧梅花傳道 翻譯:張賽瓊 默想的問題: 1. 你目前是否面臨一個極其複雜的問題, 以至於你想放棄並結束它? 那是什麼? 2. 根據今天的默想, 你以何心態面對這一切的複雜事務?
6 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

0

dot icon

2 hari lalu

28-4-2026 - Damai-Nya Mengubah Titik Menjadi Koma (PST GKJ Bahasa Indonesia)

28-4-2026 - Damai-Nya Mengubah Titik Menjadi Koma (PST GKJ Bahasa Indonesia)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

Nats Alkitab : Yohanes 14:27 Penulis : G.I. Erni Tilaar Seorang istri pernah datang kepada saya dengan wajah penuh kelelahan dan mata yang sembab. Dengan suara yang bergetar, ia berkata, “Saya sudah lelah menghadapi suami saya yang tidak mau berubah. Masalah demi masalah terus terjadi. Pertengkaran seperti tidak pernah ada akhirnya. Saya tidak sanggup lagi. Lebih baik saya mengakhiri rumah tangga ini. Saya sudah tidak punya harapan untuk melihat dia berubah. Sudah cukup. Sudah titik cerita saya bersama dia.” Kalimat “sudah titik” adalah ungkapan hati yang putus asa. Titik berarti selesai, tidak ada kelanjutan, tidak ada harapan, dan tidak ada lagi alasan untuk bertahan. Titik adalah keputusan untuk menutup buku cerita kehidupan pada bagian yang menyakitkan. Namun, firman Tuhan hari ini mengajarkan sesuatu yang berbeda. Ayat ini disampaikan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya pada malam terakhir sebelum Ia disalibkan. Suasana saat itu penuh emosi dan ketegangan. Yesus berkata bahwa Ia akan pergi. Ia juga menyampaikan bahwa salah satu murid akan mengkhianati-Nya dan bahwa penderitaan besar akan segera terjadi. Bagi para murid, inilah akhir dari segalanya, akhir perjalanan mereka bersama Sang Guru yang mereka kasihi dan banggakan. Masa depan terasa gelap. Hati mereka dipenuhi kegelisahan dan ketakutan. Semua yang mereka harapkan seolah runtuh. Di tengah suasana seperti itu, Yesus berkata, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu… Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Yesus tidak mengubah situasi malam itu. Salib tetap menanti, pengkhianatan tetap terjadi, dan penderitaan tetap harus dijalani. Namun, Yesus memberikan sesuatu yang jauh lebih dalam daripada perubahan keadaan: Ia memberikan damai-Nya sendiri. Damai yang Yesus berikan tidak seperti yang diberikan dunia. Damai dunia bergantung pada situasi; jika keadaan baik, hati tenang; jika keadaan buruk, hati gelisah. Namun, damai dari Tuhan tidak bergantung pada keadaan. Damai-Nya hadir justru di tengah badai. Bagi murid-murid, cerita itu belum berakhir. Itu bukan titik, melainkan koma. Setelah salib ada kebangkitan. Setelah air mata ada sukacita. Setelah kegelapan ada terang. Mungkin hari ini kita juga berada pada titik nadir kehidupan. Masalah terasa begitu rumit seperti benang kusut yang tidak mungkin lagi diluruskan. Kita lelah, kita kecewa, kita merasa tidak ada jalan keluar. Kita ingin berhenti. Kita ingin berkata, “Sudah titik.” Namun, Tuhan berkata, “Masih koma.” Damai yang Tuhan berikan menjadi kekuatan untuk terus melangkah. Damai itu tidak selalu menghilangkan masalah seketika, tetapi menenangkan hati kita agar tidak menyerah. Tuhan Yesus yang telah mati di kayu salib telah menanggung beban kita. Ia mengerti luka kita, Ia tahu pergumulan kita, dan Ia tidak pernah meninggalkan kita. Jika kita berjalan bersama Dia, ada ketenangan di tengah kerumitan, ada kekuatan di tengah kelemahan, dan pada akhirnya, cerita kita tidak berakhir dengan kekalahan, melainkan dengan kemenangan bersama Kristus. “Sekalipun perjalanan hidup terasa begitu rumit,Bersama Dia selalu ada kekuatan.Ada ketenangan di tengah badai, dan pada akhirnya, ada kemenangan.” Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Apakah saat ini Anda sedang menghadapi masalah yang begitu rumit hingga ingin menyerah dan mengakhirinya? Apakah itu? 2. Bagaimana sikap hatimu menghadapi seluruh kerumitan itu sesuai renungan hari ini?
6 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

0

dot icon

3 hari lalu

27-4-2026 - Tuhan Datang Ditengah Ketakutan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

27-4-2026 - Tuhan Datang Ditengah Ketakutan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

Nats Alkitab : Yesaya 41:10 Penulis : G.I. Erni Tilaar Seorang anak kecil berjalan bersama papanya saat hujan deras dan angin kencang. Petir menyambar, suara guntur menggelegar. Anak itu sangat ketakutan dan mulai menangis. Ia memegang erat tangan papanya, dengan suara pelan berkata kepada ayahnya, “Papa, saya takut.” Sang papa menundukkan kepalanya, memandang anaknya yang sedang ketakutan dan berkata, “Nak, jangan takut, papa di sini bersamamu.” Guntur dan petir tidak langsung berhenti, petir masih menyambar, angin masih kencang. Namun, anak kecil itu menjadi tenang, bukan karena badai hilang, melainkan karena ia tahu papanya ada di dekatnya. Situasi inilah yang dialami oleh bangsa Israel saat itu. Kitab Yesaya ditulis dalam konteks yang penuh pergolakan. Pada pasal 40–55, nabi Yesaya berbicara kepada bangsa Israel yang sedang berada dalam masa sulit, khususnya dalam bayang-bayang pembuangan ke Babel. Bangsa Israel mengalami kekalahan dan kehancuran Yerusalem, Bait Allah yang dirusak, rasa kehilangan identitas sebagai umat pilihan, serta ketakutan terhadap bangsa-bangsa besar yang berkuasa. Mereka merasa ditinggalkan Allah. Mereka bertanya-tanya: “Apakah Tuhan masih peduli?” “Apakah perjanjian-Nya masih berlaku?” “Apakah masa depan kami sudah berakhir?” Secara manusiawi, mereka punya alasan untuk takut. Mereka adalah bangsa kecil yang tertindas oleh kekuatan dunia. Dalam hidup kita sebagai manusia, kita juga punya ketakutan-ketakutan yang berbeda. Ada yang takut masa depan. Bagaimana dengan kondisi ekonomiku, apakah aku bisa melanjutkan hidupku? Ada yang takut gagal, takut mengambil sebuah keputusan. Ada yang takut kekurangan, uangku tidak cukup. Ada yang takut ditinggalkan. “Bagaimana aku bisa hidup jika aku kehilangan dia?” Ketakutan menghadapi masa depan karena tidak ada jaminan. Takut menghadapi kematian. Ada banyak lagi ketakutan-ketakutan yang dialami oleh orang percaya, sehingga ketakutan itu membuat iman semakin kecil untuk melihat masa depan yang indah. Yesaya 41:10 memberitahukan kepada kita dengan sangat jelas, “Jangan takut!” Mengapa kita, orang percaya, tidak boleh takut? Sangat manusiawi jika kita takut. Tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang tidak takut menghadapi badai. Kita adalah manusia yang lemah yang selalu mengalami ketakutan menghadapi hidup ini, baik yang sedang terjadi maupun yang belum terjadi. Apa alasan kita tidak boleh takut? Jaminannya adalah perkataan Allah sendiri. Ia berkata, “Aku menyertai kamu.” Ia tidak berkata, jika Aku menyertai kamu, otomatis badai hilang. Badai mungkin tetap ada, tetapi jika Allah menyertai kita, kita pasti tenang menghadapi badai. Ada rasa aman dan kekuatan yang luar biasa yang Tuhan berikan kepada kita untuk menghadapi semuanya. Kita mampu melangkah menjalani hidup ini tanpa ketakutan. Tuhan hadir di tengah badai dan Tuhan memegang tangan kita. “Tuhan memegang tanganku untuk melangkah, hadapi badai hidup ini, aku tidak usah takut” Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Ketakutan apa yang sedang menyerang hidupmu saat ini? 2. Percayakah engkau bahwa ketika Allah memegang tanganmu, engkau pasti mampu melangkah melewati setiap ketakutan dalam hidupmu? Apa isi doamu?
5 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

0

dot icon

3 hari lalu

27-4-2026 - 在恐懼中上帝同在 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

27-4-2026 - 在恐懼中上帝同在 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

以賽亞書 41:10 41:10 你不要害怕、因為我與你同在。不要驚惶、因為我是你的神。我必堅固你、我必幫助你、我必用我公義的右手扶持你。 一個小男孩和父親同行走在暴雨和狂風中。閃電劃破夜空, 雷聲隆隆作響。孩子非常害怕, 開始哭泣。他緊緊抓住爸爸的手, 低聲對爸爸說: “爸爸, 我害怕。”父親低下頭,看著驚恐的兒子說:“兒子, 別害怕, 爸爸在這裡陪著你。”雷電並未立即停止; 閃電不斷劃過, 狂風依舊呼嘯。然而, 小男孩平靜了下來, 並非因為暴風雨已經消失, 而是因為他知道父親就在他身旁。 當時的以色列民就經歷了這種情況。以賽亞書就是在動盪的背景下寫的。在第40至55章中, 先知以賽亞向正在經歷艱難時期, 尤其是在被擄流放到巴比倫的陰影下的以色列民講話。以色列人經歷了戰敗和耶路撒冷被摧毀, 聖殿被損壞, 他們感到失去了上帝選民的身份, 以及對強大權勢國家的恐懼。他們感到被上帝拋棄了。他們不禁懷疑:“上帝還關心我們嗎? 祂的聖約還有效嗎? 我們未來的前途無望了嗎?” 從人性的立場來看, 他們有理由感到恐懼。他們是一個被世界強權欺壓下的弱小民族。 我們作為人類的生活中也會有各種各樣的恐懼。有些人害怕未來; 我的經濟狀況會怎樣? 我還能繼續生活下去嗎? 有些人害怕失敗, 害怕做決定。有些人害怕缺乏, 比如害怕錢不夠用。有些人害怕被拋棄, “如果失去了他, 我該如何活下去?”對未來的恐懼,因為世事無常。害怕面對死亡。還有是許多信徒們所經歷過的許多恐懼, 這些恐懼使得他們的信心變小, 很難讓他們看到美好的未來。以賽亞書41:10非常清楚地告訴我們:“不要害怕!”我們信徒為何不應該懼怕? 懼怕乃是人之常情, 世上沒有一個人不懼怕面對風暴。我們是脆弱的人類, 面對生活時總會有過懼怕的經歷, 無論是正在發生的事或者尚未發生的事情。我們不可懼怕的理由是什麼? 是上帝自己的話成為擔保。祂說:“我與你們同在。” 祂並沒有說, 如果我與你們同在, 風暴就會自動消失。風暴或許依然存在, 但如果上帝與我們同在, 我們一定能夠平靜地面對風暴。上帝賜予我們超凡的安全感和力量, 使我們能夠面對一切。我們能夠無所畏懼地走過今生。即使身處風暴之中, 上帝也與我們同在, 祂牽著我們的手。 “面對人生的風暴, 上帝牽著我的手走過,我不必害怕” 作者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 - 盧梅花傳道 翻譯:張賽瓊 默想的問題: 1. 你現在生活中正被哪些恐懼所襲擾? 2. 你是否相信,當上帝牽著你的手時,你就能戰勝生活中的一切恐懼?你的禱告內容是什麼?
7 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

0

dot icon

4 hari lalu

26-4-2026 - 並非終點,還會繼續 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

26-4-2026 - 並非終點,還會繼續 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

約翰福音 20:19–23 20:19 那日(就是七日的第一日)晚上、門徒所在的地方、因怕猶太人、門都關了。 耶穌來站在當中、對他們說、願你們平安。 20:20 說了這話、就把手和肋旁、指給他們看。門徒看見主、就喜樂了。 20:21 耶穌又對他們說、願你們平安。父怎樣差遣了我、我也照樣差遣你們。 20:22 說了這話、就向他們吹一口氣、說、你們受聖靈。 20:23 你們赦免誰的罪、誰的罪就赦免了。你們留下誰的罪、誰的罪就留下了。 耶穌的死對祂的門徒來說是十分沉重的打擊。他們愛戴, 敬仰和引以為傲的老師再也無法和他們在一起了。失去耶穌對他們來說就像失去了一切, 沒有了老師, 他們還能為什麼而活呢? 他們的生命線斷了。曾經熊熊燃燒的熱情如今已然熄滅, 盼望似乎已經消失, 剩下的只有失望和困惑。耶穌為什麼必須死? 祂為什麼要離開他們? 他們心中充滿了深深的悲傷。對他們來說, 生命似乎已經走到了盡頭, 都結束了。盼望坍塌了, 前途一片黑暗。他們也感到羞愧; 以前,他們曾因跟隨耶穌而感到自豪, 也親眼見證了祂所行的許多神跡奇事, 但現在他們必須向世人說些什麼呢? 耶穌已經離世了。在恐懼和迷茫中, 他們把自己鎖在房間裡, 門緊緊地關上了。他們的心因充滿了恐懼和絕望而閉塞了。他們不知所措, 失去了面對外界的勇氣。 但對耶穌來說並非如此。耶穌認為, 這尚未是句號, 而仍然是逗號。就在緊閉的房門和心中充滿恐懼之時, 耶穌來了, 站在他們中間。祂說: “願你們平安” 甚至說了兩遍。耶穌非常瞭解他們內心的感受; 焦慮, 失望, 羞愧和恐懼。門徒們需要平安, 他們需要一位恢復者的到來。為了堅固他們的信心, 耶穌向他們展示了祂被釘的雙手和被刺穿的肋旁。祂證實了自己就是耶穌, 是他們從死裡復活的老師。那一刻, 恐懼化作勇氣, 淚水化為喜樂, 悲傷消散, 取而代之的是新的盼望。耶穌的到來改變了氛圍, 使原本充滿恐懼的房間變成充滿了喜樂。耶穌向他們吹一口氣, 說:“你們受聖靈。” 這意味著生活必須繼續, 他們的路程還沒有走完。他們將繼續活下去, 但不是靠自己的力量, 乃是靠上帝的能力和同在。 或許今天我們也面臨著同樣的境況。我們失去了成為生活支柱的人, 我們失去了工作, 生意, 健康,或者其它非常寶貴的東西。重擔壓得我們喘不過氣來, 我們不禁感歎:“我的人生完了, 沒有希望了。” 我們感覺所有的大門都已關閉, 生活感覺如枷鎖, 都結束了。但上帝今天的話語提醒我們:與耶穌同在, 從沒有句點, 只有逗點。意思是說我們的人生故事還沒有結束, 還有續集, 還有盼望, 還有上帝尚未揭示的計劃。耶穌今天對我們說: “願你們平安!”祂邀請我們敞開心扉, 允許讓祂進入到我們的生活中。即使世人說沒有希望了, 耶穌也能將悲傷化為喜樂, 將恐懼變為勇氣。只有祂才能使我們的生命得以恢復。與耶穌同在, 我們就能重新邁步,從頹廢中興起, 並為祂的榮耀做偉大的事。因為與耶穌同在, 我們的生命不是以句點為結束, 而是以逗點而繼續。 “耶穌在你生命中的同在; 能化悲傷成為喜樂” 作者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會- 盧梅花傳道 翻譯: 張賽瓊 默想的問題: 1. 你是否因為生活的重擔而感到絕望?你是否願意敞開心扉,讓耶穌進入你的生命中,賜予你平安和新的精神? 2. 你是否相信自己可以繼續跟隨耶穌,成為一個完全順服上帝的人?你的承諾是什麼?
9 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

0

dot icon

4 hari lalu

26-4-2026 - Belum Titik, Masih Koma (PST GKJ Bahasa Indonesia)

26-4-2026 - Belum Titik, Masih Koma (PST GKJ Bahasa Indonesia)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

Nats Alkitab : Yohanes 20:19-23 Penulis : G.I. Erni Tilaar Kematian Yesus menjadi pukulan yang sangat berat bagi murid-murid-Nya. Guru yang mereka kasihi, kagumi, dan banggakan kini tidak lagi bersama mereka. Kehilangan Yesus bagi mereka sama seperti kehilangan segalanya. Tanpa Sang Guru, untuk apa lagi mereka hidup? Pegangan hidup mereka telah tiada. Semangat yang dulu menyala kini padam. Pengharapan seakan sirna. Yang tersisa hanyalah kekecewaan dan kebingungan. Mengapa Yesus harus mati? Mengapa Ia meninggalkan mereka? Hati mereka dipenuhi kesedihan yang mendalam. Bagi mereka, hidup ini seolah telah berakhir. Sudah titik. Harapan runtuh, masa depan terasa gelap. Mereka pun merasa malu. Dahulu mereka berjalan dengan penuh kebanggaan bersama Yesus. Mereka menyaksikan sendiri mukjizat demi mukjizat yang dilakukanNya. Namun sekarang, apa yang harus mereka katakan kepada dunia? Yesus sudah mati. Dalam ketakutan dan kebingungan, mereka mengunci diri di sebuah ruangan. Pintu tertutup rapat. Hati mereka pun tertutup oleh rasa takut dan putus asa. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mereka kehilangan keberanian untuk menghadapi dunia luar. Tetapi tidak demikian dengan Yesus. Bagi Yesus, ini belum titik. Ini masih koma. Di tengah pintu yang terkunci dan hati yang diliputi ketakutan, Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka. Ia berkata, “Damai sejahtera bagi kamu.” Bahkan dua kali Ia mengucapkannya. Yesus tahu betul apa yang ada di hati mereka kegelisahan, kekecewaan, rasa malu, dan ketakutan. Murid-murid itu membutuhkan damai sejahtera. Mereka membutuhkan kehadiran yang memulihkan. Untuk meneguhkan iman mereka, Yesus menunjukkan tangan-Nya yang terpaku dan lambung-Nya yang tertusuk. Ia memastikan bahwa Dialah Yesus, Guru mereka yang telah bangkit. Saat itu juga, ketakutan berubah menjadi keberanian. Air mata berganti dengan sukacita. Kesedihan lenyap digantikan oleh pengharapan baru. Kehadiran Yesus mengubah suasana. Dari ruangan yang penuh ketakutan menjadi ruangan yang penuh sukacita. Lalu Yesus menghembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus.” Artinya, hidup harus terus berjalan. Perjalanan mereka belum selesai. Mereka tidak akan melanjutkan hidup dengan kekuatan sendiri, tetapi dengan kuasa dan penyertaan Tuhan. Mungkin hari ini kita pun berada dalam situasi yang sama. Kita kehilangan seseorang yang menjadi sandaran hidup. Kita kehilangan pekerjaan, usaha, kesehatan, atau sesuatu yang sangat berharga. Beban terasa begitu berat hingga kita berkata, “Selesai sudah hidupku. Tidak ada harapan lagi.” Kita merasa semua pintu tertutup. Hidup terasa terkunci. Sudah titik. Namun firman Tuhan hari ini mengingatkan kita: bersama Yesus, tidak ada titik. Yang ada hanyalah koma. Artinya cerita hidup kita belum selesai. Masih ada kelanjutan. Masih ada harapan. Masih ada rencana Tuhan yang belum dinyatakan. Yesus berkata kepada kita hari ini, “Damai sejahtera bagimu.” Ia mengundang kita untuk membuka hati dan mengizinkanNya masuk ke dalam ruang hidup kita. Sekalipun dunia berkata tidak ada harapan, Yesus sanggup mengubah duka menjadi sukacita dan ketakutan menjadi keberanian. Hanya Dia yang mampu memulihkan hidup kita. Bersama Yesus, kita dimampukan untuk melangkah kembali, bangkit dari keterpurukan, dan melakukan perkara-perkara besar bagi kemuliaan-Nya. Karena bersama Yesus, hidup kita bukan berakhir dengan titik, melainkan berlanjut dengan koma. “Kehadiran Yesus Dalam Hidupmu; Mengubah Duka Menjadi Sukacita” Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Apakah saat ini Anda sedang kehilangan harapan karena beban hidup yang terasa begitu berat? Bersediakah Anda membuka hati dan mengizinkan Yesus masuk untuk memberikan damai sejahtera dan semangat yang baru? 2. Sudahkah Anda meyakini bahwa Anda dapat melanjutkan hidup bersama Yesus dan menjadi pribadi yang sepenuhnya berserah kepada Tuhan? Apa komitmen Anda?
7 Menit
CheckAdd to QueueDownload
Buka semua fitur dengan download aplikasi Noice
Kunjungi App