Semua Episode
Terbaru
See More
Semua
Season 72
Season 71
Season 70
Season 69
Season 68
Season 67
Season 66
Season 65
Season 64
Season 63
Season 62
Season 61
Season 60
Season 59
Season 58
Season 57
Season 56
Season 55
Season 54
Season 53
Season 52
Season 51
Season 50
Season 49
Season 48
Season 47
Season 46
Season 45
Season 44
Season 43
Season 42
Season 41
Season 40
Season 39
Season 38
Season 37
Season 36
Season 35
Season 34
Season 33
Season 32
Season 31
Season 30
Season 29
Season 28
Season 27
Season 26
Season 25
Season 24
Season 23
Season 22
Season 21
Season 20
Season 19
Season 18
Season 17
Season 16
Season 15
Season 14
Season 13
Season 12
Season 11
Season 10
Season 9
Season 8
Season 7
Season 6
Season 5
Season 4
Season 3
Season 2
Season 1
Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta Season 72
new content badge
play icon

0

26-7-2026 - 更像基督 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

26-7-2026 - 更像基督 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

腓立比書 3:7-11 3:7 只是我先前以為與我有益的、我現在因基督都當作有損的。 3:8 不但如此、我也將萬事當作有損的、因我以認識我主基督耶穌為至寶。我為他已經丟棄萬事、看作糞土、為要得著基督. 3:9 並且得以在他裡面、不是有自己因律法而得的義、乃是有信基督的義、就是因信神而來的義. 3:10 使我認識基督、曉得他復活的大能、並且曉得和他一同受苦、效法他的死. 3:11 或者我也得以從死裡復活。 他想用那塊大石頭來做什麼?他為什麼要不停地雕刻它?當約翰坐在那裡,看著祖父史蒂文在工作室裡雕刻一塊大石頭時,他心中不禁自問。約翰看到那塊石頭被雕琢得越來越小,便問爺爺:“你為什麼繼續不斷地破壞那石頭呢?”史蒂文笑著說:“我不是在破壞它, 我是在把它塑造得更美好。” 隨著時間的推移,不停地強烈敲打慢慢地去除了不必要的部分, 直到最後一座美麗的雕像顯露出來。 使徒保羅以他的背景和難以匹敵的地位,曾達到宗教成就的巔峰。然而,當他認識基督之後,所有這些都不再是他引以為傲的成就了。保羅堅定地表示,他先前以為與他有益的、現在都當作有損的, 甚至是糞土,為要得著並認識主基督耶穌為至寶。他所經歷的轉化不僅僅是行為上的,更是人生方向的改變。他不再為證明自己而活,而是靠著基督的恩典而活,這使他進入一個不斷向著自己是死的塑造過程中,與基督一同受苦,並靠著基督復活的大能而被模成祂的樣式。 作為信徒,我們蒙召要變得更像基督,這意味著要願意摒棄任何阻礙我們認識祂的事物, 如: 屬靈的驕傲、隱藏的罪, 以及不能榮耀上帝的品格。這個過程可能會讓人感到痛苦, 就像史蒂文用鑿子去除不必要的部分,從而塑造出一座美麗的雕像。然而, 正是透過這個過程, 真正的轉化才會發生。活出像基督的樣式並非單靠人的努力,而是上帝恩典以逐步在願意順服並被上帝塑造的信徒生活中的工作。 “井上的裂縫描述人類心靈的空虛。惟有上帝才能填滿它。” 作者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 - 沈天良傳道 翻譯:張賽瓊 默想的問題: 1. 在我生活中,有哪些方面是我仍然執著持守,但實際上卻阻礙了我認識基督? 2. 我是否願意讓基督的恩典繼續塑造和改變我的生命,即使過程並不舒適?
5 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

0

dot icon

1 hari lalu

26-7-2026 - Semakin Serupa Kristus (PST GKJ Bahasa Indonesia)

26-7-2026 - Semakin Serupa Kristus (PST GKJ Bahasa Indonesia)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

Nats Alkitab : Filipi 3:7-11 Penulis : G.I. Emssow Marhins Apa yang hendak ia buat dengan batu besar itu, mengapa terus menerus dipahat? Tanya John dalam hati saat duduk sembari menyaksikan Steven kakenya sedang memahat bongkahan batu besar di bengkelnya. Ketika dilihatnya bongkahan batu itu semakin kecil setelah dipahat sana sini, John pun mengajukan pertanyaan kepada kakeknya, mengapa engkau terus merusak batu itu, Steven tersenyum dan berkata bahwa ia tidak sedang merusak, ia sedang membentuknya menjadi lebih indah. Beberapa waktu berlalu, pukulan demi pukulan yang terasa keras itu perlahan menyingkirkan bagian-bagian yang tidak diperlukan, hingga akhirnya tampaklah sebuah patung yang indah. Rasul Paulus pernah berada di puncak prestasi religius dengan latar belakang dan status yang sulit ditandingi. Namun, setelah ia mengenal Kristus, semua pencapaian itu tidak lagi menjadi kebanggaannya. Paulus dengan tegas menyatakan bahwa apa yang dahulu dianggap keuntungan kini ia anggap rugi, bahkan menganggapnya sampah, demi memperoleh Kristus dan mengenal Dia lebih dalam. Transformasi yang dialaminya bukan sekadar perubahan perilaku, melainkan perubahan arah hidup. Ia tidak lagi hidup untuk membuktikan diri, tetapi hidup oleh anugerah Kristus yang membawanya masuk ke dalam proses pembentukan terus-menerus mati terhadap diri sendiri, mengambil bagian dalam penderitaan Kristus, dan hidup dalam kuasa kebangkitan-Nya menuju keserupaan dengan Dia. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk semakin serupa Kristus, hal itu berarti bersedia menanggalkan segala hal yang menghalangi pengenalan akan Dia. keangkuhan rohani, dosa yang tersembunyi, dan karakter yang tidak memuliakan Tuhan. Proses ini mungkin terasa menyakitkan, ibarat pukulan pahat Steven yang membuang bagian-bagian tak perlu untuk membentuk patung yang indah. Namun justru melalui proses itulah transformasi sejati terjadi. Keserupaan dengan Kristus bukanlah hasil usaha manusia semata, melainkan karya anugerah Allah yang dikerjakan secara progresif dalam hidup orang percaya yang mau tunduk dan dibentuk oleh-Nya. “Celah di sumur adalah gambaran ruang kosong dihati manusia. Hanya Tuhan yang dapat mengisinya.” Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Hal apa dalam hidup saya yang masih saya pertahankan, tetapi sebenarnya menghambat pengenalan saya akan Kristus? 2. Apakah saya bersedia membiarkan anugerah Kristus terus membentuk dan mengubah hidup saya, sekalipun melalui proses yang tidak nyaman?
5 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

0

dot icon

2 hari lalu

25-7-2026 - 我仍然忠誠 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

25-7-2026 - 我仍然忠誠 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

提摩太後書4:7 4:7 那美好的仗我已經打過了。當跑的路我已經跑盡了。所信的道我已經守住了。 很多人開始做某件事時充滿熱心,但能夠堅持做完的人卻不多。有些基督徒從創世記開始熱心地閱讀聖經,但讀到利未記時就停止了。許多人在新年的開始做出重大承諾,但幾個月後就忘掉了。開始確實容易,但堅持下去卻難得多。所以, 信徒生命中最稀有、最寶貴的特質之一就是忠誠。 使徒保羅在生命的最後階段,能夠自信地說: “那美好的仗我已經打過了。當跑的路我已經跑盡了。所信的道我已經守住了。” (提摩太後書 4:7) 保羅並沒有說他的人生旅程是容易順遂的。相反,他為了基督的緣故經歷了拒絕、迫害、苦難、監禁和各種困難。然而,在這一切之中,他始終忠於基督,直到生命的盡頭。忠誠並非指從不跌倒或從不失敗。忠誠是指每次跌跌撞撞時仍然繼續歸向神,並在生活的各種掙扎中仍然與神同行。真正的忠誠並非源自於人的力量,而是源自於意識到基督首先對我們是信實的。在十字架上,耶穌忠實地完成了天父賜予祂的救贖使命。祂存心順服、以至於死、且死在十字架上(腓 2:8)。祂的信實並未就此停止。直到此刻,祂依然信實地陪伴並眷顧祂的子民。即使我們縱然失信,神仍然是可信的 (提摩太後書 2:13)。更甚的是, 上帝不只單單要祂的子民忠誠,祂也賜予子民向祂活出忠誠所需的恩典和力量。保羅至死忠誠,並非出於他自己的力量,而是因為上帝不斷地扶持和關懷保守他。 如今,人們對上帝的忠誠常常受到考驗。有些人因為生活上的種種沉重的磨難而開始遠離上帝。有些人因為他們的禱告未得到回應而感到失望。有些人在服事中感到疲倦,或慢慢地失去了對敬拜的熱心。然而,上帝的話語提醒我們,要忠誠到底。不要讓世俗的困難、失望或誘惑使我們在跟隨和服事基督上退縮。神的恩典使我們能夠忠於祂,直到之後我們在永恆的天堂裡與祂相見。 “只要有毅力和忠誠,即使是蝸牛也能抵達諾亞方舟。” (查爾斯·司布真) 作者 : 椰嘉達基督徒會堂巴冷佈道所 – 許威明牧師 翻譯 : 黃瓊楓 默想的問題 : 1. 即使生活境遇並不順遂,你仍堅持跟隨神的愛和信實的理由 是什麽? 2. 你需要在神面前重申哪些承諾,才能在對祂的忠誠上不斷成 長?
4 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

0

dot icon

2 hari lalu

25-7-2026 - Ku Tetap Setia (PST GKJ Bahasa Indonesia)

25-7-2026 - Ku Tetap Setia (PST GKJ Bahasa Indonesia)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

Nats Alkitab : 2 Timotius 4:7 Penulis : Pdt. Rony Sitorus Banyak orang memulai sesuatu dengan semangat, tetapi tidak banyak yang mampu menyelesaikan apa yang telah ia mulai. Beberapa orang Kristen memulai membaca Alkitab dari kitab Kejadian dengan semangat, lalu kemudian berhenti membacanya ketika sudah tiba di kitab Imamat. Banyak orang yang membuat komitmen besar pada saat awal tahun baru, tetapi melupakannya beberapa bulan kemudian. Memulai memang mudah, tetapi bertahan sampai akhir jauh lebih sulit. Karena itu, salah satu kualitas yang paling langka sekaligus paling berharga dalam kehidupan orang percaya adalah kesetiaan. Menjelang akhir hidupnya, Rasul Paulus dapat berkata dengan penuh keyakinan, "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman" (2 Timotius 4:7). Paulus tidak mengatakan bahwa perjalanan hidupnya mudah. Sebaliknya, ia mengalami penolakan, penganiayaan, penderitaan, pemenjaraan, dan berbagai kesulitan demi Kristus. Namun di tengah semuanya itu, ia tetap setia mengikut dan melayani Kristus sampai akhir hidupnya. Kesetiaan bukanlah tentang tidak pernah jatuh atau tidak pernah gagal. Kesetiaan adalah terus kembali kepada Tuhan setiap kali kita tersandung, serta tetap berjalan bersama-Nya di tengah berbagai pergumulan hidup. Kesetiaan sejati tidak berakar pada kekuatan manusia, melainkan pada kesadaran bahwa Kristus terlebih dahulu telah setia kepada kita. Di atas kayu salib, Yesus dengan setia menyelesaikan misi keselamatan yang diberikan Bapa kepada-Nya. Ia taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (Filipi 2:8). Kesetiaan-Nya juga tidak berhenti sampai di sana. Sampai detik ini, Ia tetap setia menyertai dan memelihara umat-Nya. Bahkan ketika kita gagal menunjukkan kesetiaan kepada-Nya, Tuhan tetap setia (2 Timotius 2:13). Lebih dari itu, Tuhan tidak hanya menuntut kesetiaan dari umat-Nya, tetapi juga memberikan anugerah dan kekuatan yang diperlukan untuk hidup setia kepada-Nya. Kesetiaan Paulus sampai akhir bukanlah hasil kekuatannya sendiri, melainkan karena Tuhan terus menopang dan memeliharanya. Hari-hari ini, kesetiaan kepada Tuhan sering kali diuji. Ada orang yang mulai menjauh dari Tuhan karena pergumulan hidup yang berat. Ada yang kecewa karena doa yang belum terjawab. Ada yang menjadi lelah dalam pelayanan, atau perlahan kehilangan semangat untuk beribadah. Namun Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tetap setia sampai akhir. Jangan biarkan kesulitan, kekecewaan, atau godaan dunia membuat kita mundur dalam mengiring dan melayani Kristus. Anugerah Allah memampukan kita untuk tetap setia kepada-Nya sampai nanti kita bertemu dengan-Nya di surga kekal. “Dengan ketekunan dan kesetiaan, bahkan seekor siput pun dapat mencapai bahtera Nuh” (Charles H. Spurgeon) Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Apakah alasan anda tetap mengikut kasih dan kesetiaan Tuhan bahkan ketika keadaan hidup tidak sesuai dengan harapan anda? 2. Komitmen apa yang perlu anda perbarui di hadapan Tuhan agar anda dapat terus bertumbuh dalam kesetiaan kepada-Nya?
4 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

0

dot icon

3 hari lalu

24-7-2026 - Ku Hidup Bagi-Mu (PST GKJ Bahasa Indonesia)

24-7-2026 - Ku Hidup Bagi-Mu (PST GKJ Bahasa Indonesia)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

0Nats Alkitab : Roma 6:11 Penulis : Pdt. Rony Sitorus Seorang karyawan telah resmi mengundurkan diri dari sebuah perusahaan. Satu minggu setelah karyawan itu berhenti bekerja, mantan atasannya menelepon dan mulai memerintahnya untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan. Namun karyawan itu menjawab, "Maaf Pak, saya tidak lagi bekerja di sana." Karyawan ini mendengar perintah sang atasan dengan jelas, tetapi ia tidak lagi memiliki kewajiban untuk menaatinya. Mengapa? Karena statusnya sudah berubah. Ia tidak lagi berada di bawah otoritas atasan tersebut. Demikianlah gambaran yang diberikan rasul Paulus dalam Roma 6. Sebelum mengenal Kristus, dosa adalah "tuan" yang menguasai hidup kita. Namun melalui kematian dan kebangkitan Kristus, orang percaya telah mati terhadap dosa (Roma 6:11). Mati terhadap dosa tidak berarti matinya keinginan berdosa. Kematian pada dasarnya bukanlah penghentian, melainkan pemisahan. Saat seseorang mengalami kematian Fisik: rohnya terpisah dari tubuhnya. Jadi jika kita telah mati terhadap dosa, itu artinya kita sudah terpisah dari dosa dan tidak terikat lagi dibawah kutuk dosa. Karena itu, orang yang telah mati terhadap dosa tidak lagi merasa nyaman hidup di dalam dosa. Mungkin dalam kelemahan kita masih dapat jatuh, tetapi kita tidak akan betah tinggal di sana. Hati kita akan terus digerakkan untuk kembali kepada Tuhan dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Namun Firman Tuhan tidak berhenti pada "mati terhadap dosa." Firman Tuhan juga berkata bahwa kita harus "hidup bagi Allah" (Roma 6:11). Hidup kita bukan lagi milik diri sendiri, melainkan milik Tuhan yang telah menebus kita dengan darah-Nya yang mahal. Karena itu, seluruh hidup kita seharusnya diarahkan untuk menyenangkan Tuhan dan melakukan kehendak-Nya. Hidup bagi Allah tidak selalu berarti menjadi pendeta atau penginjil. Kita tetap dapat menjalani profesi sesuai panggilan yang Tuhan berikan; tapi dalam semuanya itu kita harus berjuang untuk menyenangkan Tuhan melalui perkataan, perbuatan dan pengabdian kita kepada-Nya. Jika Tuhan memerhatikan seluruh hidup kita selama satu minggu terakhir, apakah Dia melihat bahwa kita sungguh-sungguh hidup bagi-Nya atau lebih banyak hidup bagi diri kita sendiri? Apakah keputusan-keputusan yang kita ambil, cara kita menggunakan waktu, uang, dan kemampuan yang Tuhan berikan, telah sungguh-sungguh diarahkan untuk menyenangkan Tuhan? Ketika kita mengingat bahwa Kristus telah mati bagi kita dan memisahkan kita dari kuasa dosa, seharusnya tidak ada respons yang lebih layak selain mempersembahkan hidup kita bagi-Nya. Mari kita terus berjuang untuk hidup bagi Allah. “Aku hanya memiliki satu hasrat dalam hidup: Dia (Allah), dan hanya Dia” (Nikolaus von Zinzendorf) Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Siapa yang lebih banyak anda senangkan dalam hidup ini: Tuhan atau diri sendiri? Mengapa? 2. Apa satu perubahan nyata yang dapat anda lakukan hari ini sebagai bukti bahwa anda ingin hidup lebih sungguh bagi Allah?
4 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

0

dot icon

3 hari lalu

24-7-2026 - 我向神而活 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

24-7-2026 - 我向神而活 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

羅馬書 6:11 6:11 這樣、你們向罪也當看自己是死的.向神在基督耶穌裡、卻當看自己是活的。 一名員工已正式從公司辭職。該員工離職一週後,他的前上司打電話並開始命令他完成各種任務。然而, 那名員工回答說: “先生,對不起,我已經不在你那裡工作了。” 這名員工清楚地聽到了上司的命令,但他不再有義務服從。為什麼呢?因為他的身分狀態已經改變。他已不再在那位上司的權威之下。 這就是使徒保羅在羅馬書6章所描述的景象。在認識基督之前,罪是控制我們生活的“主人”。但藉著基督的死和復活,信徒向罪已經死了(羅馬書 6:11)。向罪死了並不意味著向罪的慾望也死了。死本質上並非終結,而是分離。當一個人經歷肉體的死時,他的靈魂與他的身體分離。所以,若我們向罪已經死了,就意味著我們已經與罪分離,不再受罪的詛咒束縛。因此,那些向罪死了的人不再覺得活在罪中是件舒服的事。也許我們的軟弱還會導致我們跌倒,但我們不會繼續待在那裡。我們的心將不斷地受到感動,回歸上帝並順服祂。神的話語並非只止於“向罪死“。神的話語也說,我們要“向神而活”(羅馬書 6:11)。我們的生命不再屬於我們自己的,而是屬於那位用極昂貴的寶血救贖我們的上帝。所以,我們的一生應該被導至討神喜悅、遵行祂的旨意。向神而活並不總是意味著要成為牧師或傳道人。我們仍然可以執行符合上帝呼召和祂所給予的職業;不過在這所有的一切中,我們都必須努力透過言語、行為和對上帝的虔誠來討上帝喜悅。 如果上帝關注我們過去一週的生活,祂會看見我們是在真正向著祂而活,還是更多只為自己而活呢?我們所做的決定、使用上帝賜予的時間、金錢和能力的方式, 是否真的是傾向於討上帝喜悅?當我們記得基督為我們死,並使我們脫離了罪的權勢時, 我們所能做的最恰當的回應莫過於將生命獻給祂。讓我們不斷地努力向神而活吧! “我此生只有一個願望:就是祂 (上帝),並且唯有祂。” (尼古勞斯·路德維希·青岑多夫) 作者 : 椰嘉達基督徒會堂巴冷佈道所 – 許威明牧師 翻譯 : 黃瓊楓 默想的問題 : 1. 你一生更想討誰的喜悅: 是上帝還是你自己?為什麼? 2. 你今天會做出哪些具體的改變來證明你想更真切地向神而活?
4 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

0

dot icon

4 hari lalu

23-7-2026 - Ku Mau Tetap Bersyukur (PST GKJ Bahasa Indonesia)

23-7-2026 - Ku Mau Tetap Bersyukur (PST GKJ Bahasa Indonesia)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

Nats Alkitab : Filipi 4:6-7 Penulis : Pdt. Rony Sitorus Jika sebuah gelas yang penuh kopi tersenggol, apa yang akan tumpah? Tentu kopi. Mengapa? Karena itulah yang memenuhi isi gelas tersebut. Demikian juga dengan hidup kita. Ketika hidup "terguncang" oleh masalah atau kekecewaan, apa yang keluar dari mulut kita sering kali menunjukkan apa yang memenuhi hati kita. Jika hati kita penuh keluhan, maka keluhanlah yang keluar. Jika hati kita dipenuhi ucapan syukur, maka syukurlah yang akan terpancar. Dalam nas hari ini, Firman Tuhan menasihati kita agar ditengah kekhawatiran, kita datang kepada Allah "dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." Tuhan tidak hanya meminta kita berdoa dan menyampaikan kebutuhan kita, tetapi juga disertai dengan mengucap syukur. Artinya, dalam doa kita tidak hanya meminta agar Tuhan memberi jalan keluar, tapi juga belajar menata hati kita untuk menaikkan ucapan syukur di tengah pergumulan yang sedang kita hadapi. Mengucap syukur bukan berarti sekadar mengucapkan kata-kata syukur di bibir sementara hati terus mengeluh. Mengucap syukur berarti menata hati untuk tetap percaya bahwa Tuhan sedang bekerja, bahkan ketika keadaan yang kita alami tidak mudah dipahami. Sering kali kita berpikir bahwa damai sejahtera akan datang setelah masalah selesai. Namun Filipi 4:6-7 mengajarkan sebaliknya. Ketika kita belajar bersyukur dan menyerahkan pergumulan kita kepada Tuhan, hati kita akan terlebih dahulu diubahkan oleh Tuhan. Keadaan mungkin belum berubah, jawaban doa mungkin belum terlihat, tetapi hati kita menjadi lebih tenang karena kita tahu Tuhan memegang kendali. Itulah damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal dan memelihara hati serta pikiran kita di dalam Kristus Yesus. Mungkin hari ini ada pergumulan yang membuat kita kecewa atau ingin bersungut-sungut. Namun marilah kita belajar menata hati di hadapan Tuhan. Datanglah kepada-Nya dalam doa belajarlah untuk mengucap syukur. Bukan karena pergumulan yang kita alami itu menyenangkan, tetapi karena kita percaya Tuhan tetap bekerja melalui setiap keadaan yang Ia izinkan terjadi. Ketika kita belajar bersyukur, damai sejahtera Allah akan memelihara hati dan pikiran kita di dalam Kristus Yesus. “Damai sejahtera bukanlah hasil dari masalah yang hilang, melainkan buah dari hati yang belajar bersyukur kepada Tuhan." Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Apa yang sedang membuat anda paling mudah mengeluh saat ini? 2. Bagaimana anda dapat melihat karya dan kebaikan Tuhan di balik masalah yang sedang anda alami saat ini?
4 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

0

dot icon

4 hari lalu

23-7-2026 - 我仍要心存感謝 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

23-7-2026 - 我仍要心存感謝 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

腓立比書4:6-7 4:6 應當一無挂慮、只要凡事藉著禱告、祈求、和感謝、將你們所要的告訴神。 4:7 神所賜出人意外的平安、必在基督耶穌裡、保守你們的心懷意念。 如果一杯裝滿咖啡的杯子被撞倒,灑出來是什麼? 當然是咖啡。為什麼? 因為裝滿那杯子的就是咖啡。我們的生命也是如此。當生命被問題或失望所”動搖”時, 從我們的口所說出來的往往顯示出, 是什麼充滿了我們的心。如果我們的心充滿抱怨, 那麼說出來的是怨言。如果我們的心充滿感恩, 那麼散發出來的將是感謝。 在今天的經文中,神的話語勸勉我們在掛慮中,我們要“藉著禱告、祈求、和感謝”來到神的面前。神不只是要我們禱告,以及告訴祂我們的需要, 祂也要我們獻上感謝。這意味著,在禱告中,我們不僅祈求神給我們出路,也要學習整理我們的心, 在我們所面對的掙扎中獻上感謝。感謝並非只是口頭上說出感恩的話語,心裡卻依然抱怨。感謝意表著整理好自己的心,即使當我們處於難以理解的情況中,仍然相信神依然動工。我們常常想,當問題解決了平安就會到來。然而,腓立比書四章6-7節教導我們的適如其反。當我們學習感謝,並把我們的掙扎交託給神時,我們的心首先會被上帝改變。情況可能還沒有改變,禱告的回應尚未看見,但我們的心更加平靜,因為我們知道神掌管一切。這就是神所賜出人意外的平安、必在基督耶穌裡、保守你們的心懷意念。 也許今天有讓我們感到失望或想要抱怨的掙扎。但讓我們在神的面前來學習整理我們的心吧!以禱告來到神的面前,學習感謝,並不是我們所經歷的掙扎令人愉悅,而是因為我們相信神藉著每個祂所允許發生的情況中, 仍在動工。當我們學習感謝時, 神所賜出人意外的平安、必在基督耶穌裡、保守你們的心懷意念。 “平安並非問題消失的結果,而是來自學會向神感謝的心所結出的果子.” 作者 : 椰嘉達基督徒會堂巴冷佈道所 – 許威明牧師 翻譯 : 鄭愛群 默想的問題 : 1. 現在是什麼事讓你最容易抱怨 ? 2. 你要如何在當前遇到的問題背後看見神的作為和恩惠 ?
4 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

0

dot icon

5 hari lalu

22-7-2026 - Kau Segalanya (PST GKJ Bahasa Indonesia)

22-7-2026 - Kau Segalanya (PST GKJ Bahasa Indonesia)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

Nats Alkitab : Kolose 3:11 Penulis : Pdt. Rony Sitorus Coba bayangkan anda sedang berada di perjalanan. Barang apa yang jika baru disadari tertinggal, akan membuat anda rela berbalik arah untuk mengambilnya? Mayoritas kita mungkin akan menjawab: Handphone. Bagi banyak orang Saat ini, lebih baik dompet yang tertinggal di rumah daripada handphone; karena melalui handphone, hampir semua kebutuhan dapat diakses, termasuk untuk melakukan pembayaran. Rasanya, bagi banyak orang, handphone adalah segalanya bahkan ada orang yang berkata bahwa seluruh hidupnya ada di handphone. Dunia saat ini menawarkan banyak hal untuk dijadikan pusat kehidupan. Tanpa sadar banyak orang memiliki sesuatu yang dianggap sebagai “segalanya” di dalam hidupnya. Ada yang merasa uang adalah segalanya. Ada yang menjadikan pasangan, keluarga, karier, prestasi atau bahkan pelayanan sebagai hal yang paling utama dalam hidupnya. Namun Firman Tuhan mengajarkan hal yang berbeda. Dalam nas hari ini, Firman Tuhan berkata bahwa: “Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.” Di bagian ini, rasul Paulus sedang berbicara tentang identitas baru orang percaya. Dahulu orang membanggakan suku, status, pendidikan, budaya, atau pencapaiannya. Namun setelah mengenal Kristus, semua itu tidak lagi menjadi yang utama. Mengapa? Karena orang yang memiliki Kristus telah memiliki harta yang jauh lebih berharga daripada apa pun yang dapat diberikan oleh dunia. Kristus bukan sekadar bagian dari hidup orang percaya. Ia bukan sekadar penolong saat kita mengalami masalah atau tempat kita datang ketika membutuhkan sesuatu. Kristus adalah pusat hidup kita. Kristus adalah segalanya dalam keselamatan (Kolose 1:18-22). Kristus adalah segalanya dalam pengudusan. Kristus adalah segalanya yang diperlukan untuk damai sejahtera dalam hati manusia. Paulus berkata bahwa Kristus adalah "semua". Artinya, tidak ada satu pun kebutuhan terdalam jiwa manusia yang berada di luar Kristus. Sayangnya seringkali kebenaran ini hanya menjadi teori yang tidak dihidupi banyak orang Kristen. Dalam praktiknya, yang menjadi “segalanya” bagi kita seringkali bukan Kristus. Hari ini, cobalah bertanya dengan jujur kepada diri sendiri: “Jika Tuhan mengambil hal yang paling berharga dalam hidupku hari ini, apakah aku masih dapat berkata bahwa Kristus cukup bagiku?” Pertanyaan itu sering kali menyingkapkan siapa yang sesungguhnya menjadi pusat hidup kita. Kiranya kita belajar, untuk semakin menyadari bahwa Kristus adalah segalanya bagi kita. Ketika Kristus menjadi segalanya, kita tetap memiliki pengharapan meskipun kehilangan banyak hal. Ketika kita memiliki Kristus, sesungguhnya kita telah memiliki yang paling berharga dan yang tidak akan pernah dapat diambil dari kita. “Barangsiapa memiliki Yesus, ia memiliki semua yang dibutuhkannya; secara sempurna dan untuk selama-lamanya” (Thomas Brooks) Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Siapa atau apa yang selama ini menjadi "segalanya" dalam hidup anda? 2. Jika semua yang anda miliki hilang, apakah Kristus tetap cukup bagi anda? Mengapa?
5 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

0

dot icon

5 hari lalu

22-7-2026 - 祢就是一切 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

22-7-2026 - 祢就是一切 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

歌羅西書3:11 3:11 在此並不分希利尼人、猶太人、受割禮的、未受割禮的、化外人、西古提人、為奴的、自主的.惟有基督是包括一切、又住在各人之內。 想像一下你正在旅途中。什麼物品是當你意識到被漏掉了,會讓你願意掉頭回去拿 ?大部分的我們可能會回答 : 手機。對如今的許多人來說,比起手機,寧可被遺留在家的是錢包; 因為透過手機, 幾乎所有的“需求”都可以被滿足, 包括付款。感覺上, 對許多人來說,手機都是一切,甚至有人說他整個生活都在手機裡。 當今的世界提供了許多事物足以成為生活的中心。不知不覺中,許多人把某些他所擁有的東西視為生活中的”一切”。有些認為金錢是一切。有人把配偶、家庭、事業、成就,甚至服事成為他生命中首要的事。然而,神的話教導我們不一樣的事。在今天的經文中,神的話語說 : “惟有基督是一切”。在這部分,使徒保羅正在談論關於信徒的新身分。過去人們以自己的種族、地位、學歷、文化、或是他的成就為榮。但認識了基督之後,那一些不再是最重要的,為什麼 ? 因為擁有基督的人已經擁有了更珍貴的財寶,遠比世界所能給予的任何事物。 基督不僅是信徒生命的一部分。祂不只是我們遇到困難時的幫助者,或是當我們需要某些東西時所去的地方。 基督是我們生命的中心。基督是在救恩中的一切 (歌羅西書1:18-22)。基督是成聖中的一切。基督是人心所需的平安中的一切。保羅說基督就是 “一切”。這意味著,在人們最深處的需求沒有任何其中一個是在基督之外的。 可惜的是,真理往往只是許多基督徒沒有活出來的理論。在實踐中,對我們而言,成為 “一切”的往往並非基督。今日,請試著誠實地問自己:“如果今天上帝把我生命中最有價值的事物拿走,我是否還能說,對我而言基督已經足夠了?” 這個問題常常揭開了誰才是我們生命中的真正中心。願我們學習,更意識到基督是我們的一切。當基督成為一切,即使我們失去了很多,我們仍然擁有盼望。當我們有了基督,事實上我們已經擁有了最珍貴,且絕不能從我們這裡被奪走的。 “凡有耶穌的,他就擁有一切所需的 ; 是完全且直到永遠的” (托馬斯. 布魯克斯) 作者 : 椰嘉達基督徒會堂巴冷佈道所 – 許威明牧師 翻譯 : 鄭愛群 默想的問題 : 1. 一直以來,在你的生命中誰或是什麼成為你的 “一切”? 2. 如果你失去了所有一切,基督對你來說是否仍然足夠? 為什麼?
4 Menit
CheckAdd to QueueDownload
Buka semua fitur dengan download aplikasi Noice
Kunjungi App