6
3 minggu lalu
7 Menit
Sejarah Peretasan Crypto terbesar

11 Maret 2026
βSejarah peretasan kripto mencatat evolusi dari serangan bursa terpusat (CEX) yang masif hingga eksploitasi protokol decentralized finance (DeFi) yang canggih. Tahun 2025 tercatat sebagai salah satu tahun terburuk dengan total kerugian aset yang dicuri mencapai lebih dari US$4 miliar atau sekitar Rp45,2 triliun, mencetak rekor baru dalam kejahatan siber.
π2011: Peretasan Pertama Mt. Gox β Bursa terbesar saat itu kehilangan sekitar 25.000 BTC. Ini adalah sinyal awal kerentanan bursa.
π2014: Runtuhnya Mt. Gox β Insiden paling ikonik dalam sejarah kripto di mana Mt. Gox kehilangan antara 650.000 hingga 850.000 BTC, memicu kebangkrutan dan pasar bearish yang panjang.
π2016: Peretasan Bitfinex β Sebanyak 119.756 BTC dicuri, yang saat itu bernilai US$72 juta, memaksa bursa melakukan strategi pemulihan dana pengguna yang unik.
π2018: Coincheck β Peretasan bursa asal Jepang ini mengakibatkan hilangnya token NEM senilai US$530 juta, melampaui nominal kerugian Mt. Gox pada masanya.
π2021: Poly Network β Eksploitasi protokol DeFi lintas rantai yang mengakibatkan kerugian US$611 juta, meskipun sebagian besar dana akhirnya dikembalikan oleh peretas.
π2022: Ronin Network (Axie Infinity) β Jembatan rantai sampingan ini diretas dengan kerugian mencapai US$625 juta, yang kemudian dikaitkan dengan kelompok Lazarus dari Korea Utara.
π2024: Indodax & DMM Bitcoin β Tahun ini diwarnai oleh peretasan pada bursa regional, termasuk Indodax yang mengalami insiden keamanan signifikan dan DMM Bitcoin yang kehilangan lebih dari US$300 juta.
πFebruari 2025: Peretasan Bybit β Menjadi peretasan terbesar dalam sejarah industri kripto di mana bursa Bybit kehilangan hampir Rp23 triliun (sekitar 41.000 Ethereum) hanya dalam hitungan detik.
πMei 2025: BNB Chain β Jaringan ini menjadi target utama serangan dengan tercatat mengalami 19 insiden peretasan hanya dalam kuartal pertama tahun 2025.
πOktober 2025: Rekor Likuidasi β Meski bukan peretasan langsung, kepanikan pasar pada 10 Oktober memicu likuidasi terbesar dalam sejarah senilai US$19 miliar dalam 24 jam
Sejarah peretasan kripto mencatat evolusi dari serangan bursa terpusat (CEX) yang masif hingga eksploitasi protokol decentralized finance (DeFi) yang canggih. Tahun 2025 tercatat sebagai salah satu tahun terburuk dengan total kerugian aset yang dicuri mencapai lebih dari US$4 miliar atau sekitar Rp45,2 triliun, mencetak rekor baru dalam kejahatan siber.
π2011: Peretasan Pertama Mt. Gox β Bursa terbesar saat itu kehilangan sekitar 25.000 BTC. Ini adalah sinyal awal kerentanan bursa.
π2014: Runtuhnya Mt. Gox β Insiden paling ikonik dalam sejarah kripto di mana Mt. Gox kehilangan antara 650.000 hingga 850.000 BTC, memicu kebangkrutan dan pasar bearish yang panjang.
π2016: Peretasan Bitfinex β Sebanyak 119.756 BTC dicuri, yang saat itu bernilai US$72 juta, memaksa bursa melakukan strategi pemulihan dana pengguna yang unik.
π2018: Coincheck β Peretasan bursa asal Jepang ini mengakibatkan hilangnya token NEM senilai US$530 juta, melampaui nominal kerugian Mt. Gox pada masanya.
π2021: Poly Network β Eksploitasi protokol DeFi lintas rantai yang mengakibatkan kerugian US$611 juta, meskipun sebagian besar dana akhirnya dikembalikan oleh peretas.
π2022: Ronin Network (Axie Infinity) β Jembatan rantai sampingan ini diretas dengan kerugian mencapai US$625 juta, yang kemudian dikaitkan dengan kelompok Lazarus dari Korea Utara.
π2024: Indodax & DMM Bitcoin β Tahun ini diwarnai oleh peretasan pada bursa regional, termasuk Indodax yang mengalami insiden keamanan signifikan dan DMM Bitcoin yang kehilangan lebih dari US$300 juta.
πFebruari 2025: Peretasan Bybit β Menjadi peretasan terbesar dalam sejarah industri kripto di mana bursa Bybit kehilangan hampir Rp23 triliun (sekitar 41.000 Ethereum) hanya dalam hitungan detik.
πMei 2025: BNB Chain β Jaringan ini menjadi target utama serangan dengan tercatat mengalami 19 insiden peretasan hanya dalam kuartal pertama tahun 2025.
πOktober 2025: Rekor Likuidasi β Meski bukan peretasan langsung, kepanikan pasar pada 10 Oktober memicu likuidasi terbesar dalam sejarah senilai US$19 miliar dalam 24 jam

β
β
β
β
β
β
β
β
β
