Noice Logo
Masuk

TIKUS NGEREVIEW COOKIES

23 Menit

TIKUS NGEREVIEW COOKIES

5 Juni 2024

23

Ada tikus jadi reviewer makanan Semua hal viral yang terjadi di dunia maya akan dibahas di sini dari sudut pandang Pandji Pragiwaksono. Rilis 2 hari sekali. Follow Instagram @siniarhim dan @pandji.pragiwaksono untuk dapetin daily update seputar siniar Hiduplah Indonesia Maya.

Komentar
Lihat Semua (23)








Lihat episode lain
Transkrip
00:00:00 - 00:00:04
Disini dari Hiduplah Indonesia Maya, kali ini kita akan ngomongin sebuah kejadian
00:00:04 - 00:00:12
Netizen menangkap basah seekor tikus lagi ngegerogotin cookie dari sebuah
00:00:12 - 00:00:17
Sebenarnya salah satu tempat gue ngopi favorit, bahkan namanya Dough Lab
00:00:17 - 00:00:20
Yang ada di Peak Avenue, langsung rame
00:00:20 - 00:00:22
Nah dari kejadian ini kita akan ngomongin soal
00:00:22 - 00:00:27
Gimana sebaiknya sebuah brand bersikap dalam sebuah krisis
00:00:27 - 00:00:32
Dan bagaimana kita, atau lebih tepatnya apa yang kita bisa pelajari
00:00:32 - 00:00:57
Untuk ketika hal-hal super terjadi sama diri kita sendiri
00:00:57 - 00:01:05
Jadi internet ramai oleh sebuah akun, ini akunnya juga paling sering postingan hal-hal viral
00:01:05 - 00:01:09
Yaitu Miss Tweet atau Hera Loops
00:01:09 - 00:01:12
Terus captionnya cuma, butuh waktu untuk memulihkan keadaan
00:01:12 - 00:01:15
Siapa yang salah, terus ada sebuah rekaman gitu
00:01:15 - 00:01:21
Ada tikus lagi ngemil, funny enough nama cookie yang dimakan namanya Gold Digger
00:01:21 - 00:01:30
Terus dikasih lihat tempatnya adalah Dough Lab, si orangnya ngezoom gitu
00:01:30 - 00:01:33
Tikusnya lagi makan dengan riang, tikusnya kecil
00:01:33 - 00:01:38
Tikusnya lucu lagi, bukan tikus goat New York
00:01:38 - 00:01:42
Apalagi yang gede banget, bentuknya kayak Master Splinter dari Teenage Mutant Ninja Turtle
00:01:42 - 00:01:46
Tapi dia makan dengan riang, enak aja
00:01:46 - 00:01:51
Rame dong, ini kayaknya naiknya di Instagram mungkin ya
00:01:51 - 00:01:55
Ada orang ngasih komentar, gak mau udah di test food sama Jerry
00:01:55 - 00:01:57
Terus di reply sama Dough Lab
00:01:57 - 00:02:00
Hai kak, kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya ya
00:02:00 - 00:02:04
Kami udah ambil langkah tegas dengan menutup toko untuk deep cleaning selama 3 hari
00:02:04 - 00:02:09
Kami juga telah mengganti semua baki, alat dapur, adonan kue, dan kedepan akan menggunakan display tertutup
00:02:09 - 00:02:12
We apologize for your inconvenience
00:02:12 - 00:02:17
Terus ada lagi yang bilang, Min yang di tiktok bener gerai dirimu, yang ada tikus gurukoti cookiesmu
00:02:17 - 00:02:23
Dibahas lagi sama Dough Lab, kami juga telah mengganti semua baki, alat dapur, adonan kue, dan kedepan akan
00:02:23 - 00:02:25
Intinya sih jawaban yang sama
00:02:25 - 00:02:30
Nah ini rame nih, tweetnya ini sendiri yang ngeliat 2,4 juta
00:02:30 - 00:02:36
Terus, ada yang komentar ini jangan-jangan si Ratatouille
00:02:36 - 00:02:40
Ada lagi yang bilang, oh berarti rotinya tidak mengandung racun
00:02:40 - 00:02:43
Nah ini ada yang lebih menarik lagi, komentarnya gini
00:02:43 - 00:02:46
Ini kayaknya peak ya, karena memang di Peak Avenue
00:02:46 - 00:02:49
Jangan-jangan tenant-tenant lain yang ada di mall gini juga lagi
00:02:49 - 00:02:51
Oke nanti kita bahas sampai sana
00:02:51 - 00:02:56
Dari si Miss Tweet, ada news update, pihak manajemen Peak Avenue telah memberikan pernyataan terkait hal itu
00:02:56 - 00:03:03
Manajemen mengatakan telah melakukan koordinasi dengan tenant terkait, Dough Lab, dan melakukan upaya penanganan terhadap masalah hamat tikus tersebut
00:03:03 - 00:03:07
Ini dari Instagramnya Peak Avenue kayaknya
00:03:07 - 00:03:11
Pelanggan Peak Avenue yang terhormat, terima kasih telah menjadi pelanggan setiap Peak Avenue
00:03:11 - 00:03:17
Manajemen Peak Avenue telah melakukan koordinasi dan melakukan penanganan atas kejadian kenyamanan yang terjadi pada salah satu tenant kami, Dough Lab
00:03:17 - 00:03:23
Manajemen Peak Avenue telah berkoordinasi dengan profesional pest control untuk lebih meningkatkan penanganan di area mall
00:03:23 - 00:03:26
Untuk menjaga kejadian terulang di masa datang
00:03:26 - 00:03:29
Kenyamanan pelanggan menjadi prioritas utama kami, terima kasih dan sangat berbelanja
00:03:29 - 00:03:32
Hormat kami manajemen Peak Avenue
00:03:32 - 00:03:37
Terus ada video pest control di Dough Lab
00:03:37 - 00:03:41
Jadi ya cuman ngelap-ngelap doang sih
00:03:41 - 00:03:44
Katanya tokonya ditutup 3 hari selama itu
00:03:44 - 00:03:50
Buang cookies dan adonan, bersih-bersih, mengganti peralatan dan packaging
00:03:50 - 00:03:54
Mengganti display kami menjadi lebih tertutup
00:03:54 - 00:03:57
Karena mungkin tikusnya masuknya dari sisi dalam ya
00:03:57 - 00:04:00
Ini jadi ada kayak tutupannya gitu
00:04:00 - 00:04:05
Jadi tikus ga bisa sembarang masuk, kecuali tikusnya yang kebuka
00:04:05 - 00:04:13
Oke, itu responnya si Dough Lab
00:04:13 - 00:04:17
Dari sisi gue dulu ya, gue mau ngomong beberapa hal dulu untuk melatar belakangnya
00:04:17 - 00:04:20
Supaya lo ngerti datangnya dari mana opini ini
00:04:20 - 00:04:22
Pertama, gue tuh beneran suka Dough Lab
00:04:22 - 00:04:31
Gue inget pertama kali gue kesana itu sama Devita dan sama Dinar, manajer gue saat itu
00:04:31 - 00:04:35
Kami abis ada meeting, meetingnya di Sensi
00:04:35 - 00:04:39
Terus gue ngeliat cookiesnya keliatannya enak
00:04:39 - 00:04:45
Tapi gue juga disitu ngeliat ada espresso machine, jadi ada kopi kan
00:04:45 - 00:04:49
Terus gue kesana, gue beliin Dinar, beliin Devita, terus kami makan
00:04:49 - 00:04:53
Dan gue suka, gue suka cookiesnya, gue suka kopinya
00:04:53 - 00:04:58
Terus dikali kesempatan kedua gue ngeliat itu juga di tempat yang lain
00:04:58 - 00:05:01
Terus gue mampir, terus gue tau itu juga ada di Mall Kapagading
00:05:01 - 00:05:06
Intinya sih gue suka sama Dough Lab, dan gue berharap Dough Lab jalan terus, buka terus
00:05:06 - 00:05:08
Ya karena gue suka
00:05:08 - 00:05:12
Nah, tapi gue juga pernah tuh mengalami situasi serupa
00:05:12 - 00:05:20
Dan memang harus diakuin berdampak sama gue
00:05:20 - 00:05:24
Gue pernah cerita kok di episode lain, tapi kan seperti yang juga sering saya katakan
00:05:24 - 00:05:27
Tidak semua orang mengkonsumsi semua konten saya
00:05:27 - 00:05:30
Jadi akan selalu ada hal-hal yang saya ulang
00:05:30 - 00:05:34
Dengan asumsi ada yang belum tau kejadian ini
00:05:34 - 00:05:43
Jadi ada sebuah cafe, yang gak jauh posisinya dari Comica sebenarnya
00:05:43 - 00:05:45
Ada di wilayah Blok M
00:05:45 - 00:05:49
Gue udah sering banget kesitu, dari jaman gue masih nge-rap sebenarnya
00:05:49 - 00:05:53
Gue suka tempatnya, gue suka makanannya, gue suka steaknya disitu
00:05:53 - 00:05:55
Jaman gue masih makan daging
00:05:55 - 00:06:03
Gue suka pancake, gue juga pernah makan disitu
00:06:03 - 00:06:11
Gue sering bikin acara disitu, entah itu sekedar kumpul-kumpul
00:06:11 - 00:06:17
Sering banget lah, gue bahkan kenal sama yang punya
00:06:17 - 00:06:21
Lalu suatu hari, gue lagi disitu
00:06:21 - 00:06:26
Dan gue ngopi, dan gue nyium bau tikus
00:06:26 - 00:06:30
Bau bangke, ini bau bangke dari mana ya
00:06:30 - 00:06:33
Karena mengganggu, namanya juga orang lagi makan, lagi ngopi ya
00:06:33 - 00:06:38
Kan wangian kan ngaruh banget, kita kan kalo nyium wangi makanan
00:06:38 - 00:06:43
Atau aroma makanan, kan langsung jadi tambah semangat makannya
00:06:43 - 00:06:46
Nah lu bayangin, yang kecium tuh bau bangke tikus
00:06:46 - 00:06:50
Jadi gue lapor, ini bau bangke tikus dari mana ya
00:06:50 - 00:06:53
Terus karyawannya juga ngeh
00:06:53 - 00:07:00
Lalu, disamping gue itu tuh kayak ada storage kopi
00:07:00 - 00:07:03
Tempat mereka naruh biji-biji kopi mereka
00:07:03 - 00:07:08
Mereka masuk kesitu, gue lanjut aja makan dan minum
00:07:08 - 00:07:11
Gak lama kemudian, saat pemen masuk ke dalam
00:07:14 - 00:07:17
Lalu dia ngotong keluar tikus mati
00:07:17 - 00:07:20
Dari tempat penyimpanan kopi
00:07:20 - 00:07:25
Hahaha, gue lagi ngopi disitu
00:07:28 - 00:07:34
Gue ngeliat tikus mati, ada bangke tikus di tempat penyimpanan biji kopi
00:07:34 - 00:07:37
Gue lagi ngopi
00:07:38 - 00:07:42
Sejak hari itu, gue gak pernah balik lagi
00:07:42 - 00:07:46
Sekalipun, kendatipun kalo dipikir-pikir kan sebenernya gak logis ya
00:07:46 - 00:07:49
Maksudnya gue, gue nya gak logis
00:07:49 - 00:07:56
Kan udah gak ada tikusnya, udah dibersihin dan gue yakin udah melakukan perubahan sistem
00:07:56 - 00:08:02
Tapi ada sesuatu yang menempel di kepala gue, trauma mungkin
00:08:02 - 00:08:09
Trauma lagi minum kopi, ngeliat ada bangke tikus dari tempat penyimpanan kopi
00:08:09 - 00:08:12
Gak pernah balik lagi gue
00:08:12 - 00:08:18
Padahal gue suka banget loh, gue sering, hitungannya gue bikin acara disitu lebih dari 10 kali
00:08:19 - 00:08:21
Emang gak logis aja?
00:08:21 - 00:08:26
Gue kalo diajak, ayo kita kesana yuk, mungkin masih gak mau, mungkin ya, gak tau juga sih gue
00:08:26 - 00:08:31
Padahal gue udah, aduh, gue bisa emosional sama tempat ini karena
00:08:31 - 00:08:33
Banyak hal yang bagus terjadi
00:08:33 - 00:08:39
Gue menyukai orang-orang, gue menyukai pemilik, gue menyukai makanan, gue menyukai semuanya, gue menyukai tempat
00:08:39 - 00:08:43
Tapi satu momen itu aja, jadi gue ngerti
00:08:44 - 00:08:51
Betapa penting, bukan penting ya, betapa besarnya krisis ini
00:08:51 - 00:08:55
Di sebuah tempat makanan, ngerti gue
00:08:57 - 00:09:00
Makanya gue juga ngerti kenapa
00:09:00 - 00:09:11
Isu soal, ingat gak waktu itu pernah ada episode Hidup Lain Indonesia Maya dimana gue ngebahas soal ada orang makan bakso di bandara Bali
00:09:11 - 00:09:17
Terus dia naro keripik babi, snek babi gitu
00:09:18 - 00:09:25
Gue ngerti karena, walaupun bukan hal yang sama, yang satu tikus, yang satu snek babi, tapi
00:09:25 - 00:09:28
Kan setiap orang kan keresannya beda-beda
00:09:28 - 00:09:31
Ya enggak, poin penyebab trauma nya kan juga beda-beda
00:09:31 - 00:09:38
Buat gue mungkin kerupuk babi gak jadi masalah, jangankan kerupuk babi, ada babinya di piringnya juga gak masalah buat gue
00:09:39 - 00:09:41
Tapi saya sudah memperbaiki kes lawan saya
00:09:41 - 00:09:44
Tapi untuk orang lain itu masalah banget
00:09:44 - 00:09:51
Seberapa besar masalahnya bagi mereka, ya sama dengan gue, bermasalah ketika gue melihat ada tikus
00:09:51 - 00:09:57
Untuk orang lain, mungkin mereka ngerasa, tapi kan tikusnya kan gak lagi mengkonsumsi minum lu
00:09:57 - 00:09:59
Gitu kan kurang lebihnya kan
00:10:00 - 00:10:05
Jadi mungkin orang merasa, ah lu lebay deh gitu, tapi ya gitu kan, tiap orang beda-beda
00:10:06 - 00:10:12
Tapi gue ngerti gitu, jadi gue bisa relate, karena gue sampai sekarang masih merasakan trauma itu
00:10:14 - 00:10:20
Ada orang yang kalau lagi makan lihat ada rambut di makanan nya berhenti
00:10:20 - 00:10:23
Maunya diganti, ganti gue gak bisa nih
00:10:23 - 00:10:25
Ada rambut gitu
00:10:25 - 00:10:31
Gue ngelihat ada rambut panjang di piring gue, gue buang rambutnya terus gue makan
00:10:31 - 00:10:36
Beda-beda tiap orang, mungkin lu akan ngerasa, aneh lu Ji, aneh lu
00:10:37 - 00:10:41
Kejadian udah bertahun-tahun yang lalu, dan ini udah lama ya kejadian gue ngelihat tikusnya itu udah lama banget
00:10:43 - 00:10:51
Mungkin sekitar, gue mau ngeraba ya, tapi mungkin prediksi gue sekitar tahun 2000, gue mau bilang 2016 mungkin
00:10:51 - 00:10:53
Jadi udah lama banget
00:10:53 - 00:11:02
Jadi mungkin orang bilang, aneh lu Ji, ada rambut panjang di nasi lu, kok bisa lu makan, rambutnya nyentuh nasi lu
00:11:03 - 00:11:09
Tapi bangke tikus yang tidak menyentuh makanan lu malah bikin lu gak balik bertahun-tahun yang lalu lagi, gimana?
00:11:09 - 00:11:11
Tiap orang traumanya beda-beda
00:11:12 - 00:11:15
Nah jadi gue ngerti betapa besarnya krisis ini
00:11:15 - 00:11:21
Dan betapa besarnya krisis ini untuk Dolep dan untuk Peak Avenue
00:11:21 - 00:11:31
Sebenarnya, menurut gue pribadi, harusnya yang paling dipertanyakan itu Peak Avenue-nya
00:11:32 - 00:11:40
Bukan Dolep-nya, memang Dolep-nya ada kesalahannya dan mereka dengan sangat bijak mengakali itu
00:11:42 - 00:11:47
Bukan mengakali, mengakui itu, tapi sebenarnya kan kendala utamanya ada di Peak Avenue
00:11:47 - 00:11:54
Kan kejadiannya di situ, kan yang punya tanggung jawab terhadap kebersihan mall-nya itu kan Peak Avenue
00:11:55 - 00:11:58
Dan gue rasa Dolep juga tau sebenarnya
00:11:59 - 00:12:03
Tapi kita gak pernah ngeliat tuh gak naik ke permukaan Dolep marah-marah sama Peak Avenue
00:12:03 - 00:12:06
Mungkin marah-marah, wajar kalau marah-marah
00:12:06 - 00:12:12
Tapi apakah kita ngeliat Dolep kemudian, mohon maaf itu bukan tanggung jawab kami, itu adalah tanggung jawabnya Peak Avenue
00:12:12 - 00:12:19
Kami juga marah-marah, kami sudah menanti klarifikasi dari Peak Avenue
00:12:19 - 00:12:21
Kita gak ngeliat itu dari Dolep
00:12:22 - 00:12:25
Enggak, mungkin itu terjadi tapi pintu tertutup
00:12:26 - 00:12:32
Yang kita lihat adalah Dolep minta maaf, mereka lakukan apa yang mereka bisa lakukan
00:12:33 - 00:12:38
Sambil mungkin di balik pintu tertutup mereka menuntut Peak juga untuk bikin pernyataan
00:12:38 - 00:12:40
Dan Peak-nya juga bikin pernyataan
00:12:40 - 00:12:46
Karena gue rasa Peak Avenue juga gak bisa ngeles
00:12:46 - 00:12:52
Terhadap fakta bahwa kalau itu terjadi di Peak Avenue terhadap Dolep, itu sangat mungkin terjadi di tempat lain
00:12:52 - 00:12:58
Gue nih sebagai orang yang suka Dolep, ngeliat kejadian itu, itu gak berhenti ke Dolep
00:13:00 - 00:13:02
Itu berhenti ke Peak Avenue
00:13:04 - 00:13:07
Maksudnya berhenti ke Dolep, Peak Avenue gitu
00:13:07 - 00:13:12
Gue akan tetap ke Dolep, Nine City, Mall Kapagading, tetap gue
00:13:12 - 00:13:19
Tapi karena gue tahu kendalanya datang dari venue-nya, bukan venue-nya ya maksudnya dari mall-nya
00:13:19 - 00:13:25
Gue bertanya-tanya soal itu, gue mungkin karena gue orang yang parno terhadap begitu-gituan ya
00:13:25 - 00:13:33
Gue akan mungkin bertanya-tanya, yang Dolep sih kelihatan, ini kalau misalnya gue makan atau minum di tempat lain gak kelihatan sama gue, apa kabar ya?
00:13:33 - 00:13:37
Bisa berhenti gue
00:13:38 - 00:13:52
Tapi yang menurut gue patut diacuni jempol, itu adalah crisis management dari PR-nya Dolep
00:13:52 - 00:13:56
Gak tahu nih mereka punya PR sendiri atau mereka punya agency
00:13:56 - 00:14:04
Atau gak punya, tapi ini kemauan dari atasannya aja, tapi menurut gue crisis manajemennya layak dipelajari
00:14:04 - 00:14:12
Untuk semuanya, kita semua, betapa banyak contoh-contoh dimana ketika itu terjadi, yang punya tempat itu ngeles
00:14:13 - 00:14:17
Ngeles, nyalain orang, tolong hapus video itu
00:14:18 - 00:14:24
Sangat mungkin kan kita sering melihat ini, kita sering melihat kasus ini di kejadian-kejadian yang lain
00:14:24 - 00:14:28
Beberapa kali juga dibahas di Siniar Hidup Indonesia Maya
00:14:28 - 00:14:37
Sebuah brand, sebuah tempat makan, direview, reviewnya jelek, lalu kemudian dibilangin tolong hapus itu sekarang juga
00:14:37 - 00:14:44
Yah gak usah tempat makan, itu kemarin kita ngomongin soal politisi mudah yang diomongin jelek-jelek, minta dihapus
00:14:46 - 00:14:52
Jadi sebenarnya betapa mudahnya Dolep untuk ceruji rumus di kesalahan yang sama
00:14:52 - 00:14:57
Karena yang lain suka kayak gitu, tolong hapus sekarang juga
00:14:59 - 00:15:04
Nyalain orang lain, berpikir dia bisa menutupi omongan
00:15:05 - 00:15:12
Dolep tidak melakukan itu, Dolep juga tidak secara terbuka marah-marah kepada Peak Avenue yang sebenarnya sewajarnya bertanggung jawab
00:15:13 - 00:15:18
Dolep memutuskan, oke coba gue lakuin apa yang gue bisa lakuin, abis itu gue kasih tau sama semua orang
00:15:18 - 00:15:24
Yang bisa gue lakuin, gue ganti semua alat-alatnya, gue ganti semua adonan dan semua cookie-nya
00:15:25 - 00:15:29
Lalu gue ganti display-nya dengan yang bisa ditutup
00:15:30 - 00:15:41
Tampaknya display-nya mereka selama ini, atau kemarin-kemarin ya, itu kayak Eta Lase Warteg
00:15:41 - 00:15:50
Eta Lase Warteg aja pasti ditutup sama T-Rail, tapi dari baliknya bolong sehingga bisa diambil
00:15:50 - 00:15:55
Tadinya mungkin memang secara desain semua Dolep kayak gitu
00:15:55 - 00:16:01
Cuma sekarang karena kejadian tersebut, dibikin yang ada tutupnya
00:16:01 - 00:16:12
Nanti di kolom komentar tolong kasih tau ya, apakah Dolep yang lain, display-nya masih yang lama alias kebuka di sisi dalam
00:16:12 - 00:16:15
Atau ditutup semuanya biar lebih aman, kita tidak tahu
00:16:17 - 00:16:22
Jadi, Dolep melakukan apa yang Dolep bisa lakukan
00:16:23 - 00:16:25
Nah ini sesuatu yang kita bisa pelajari
00:16:25 - 00:16:36
Pelajaran pertama itu adalah, ada salah dan ada tanggung jawab
00:16:37 - 00:16:44
Salahnya mungkin bukan salah kita, tapi kita bertanggung jawab terhadap kesalahan yang terjadi
00:16:44 - 00:16:50
Contoh di lingkungan kerja, misalnya di Comica, karyawan gue melakukan sebuah kesalahan
00:16:50 - 00:16:55
Kesalahan yang membuat pelanggan Comica ngamuk
00:16:55 - 00:16:59
Yang salah bukan gue, tapi gue harus bertanggung jawab
00:16:59 - 00:17:03
Karena biar gimana pun juga memang tanggung jawab gue, kan itu anak buah gue
00:17:03 - 00:17:10
Kan gue training dia, kan gue punya peluang untuk memastikan dia gak ngomong kayak gitu
00:17:10 - 00:17:16
Dia gak bersikap seperti itu, itu ada di gue semua peluangnya, orang namanya juga atasan
00:17:16 - 00:17:22
Atau sebagian yang punya perusahaan, tapi di balik pintu tertutup
00:17:22 - 00:17:25
Kita tetap ngasih tahu sama yang salah, ini tuh salah lu
00:17:25 - 00:17:29
Cuma gue aja yang maju ke depan, jangan dont get it twisted
00:17:29 - 00:17:32
Bukan berarti kemudian lu lolos, lu tetap salah
00:17:32 - 00:17:35
Ketika gue minta maaf, bukan berarti itu salah gue
00:17:35 - 00:17:38
Gue minta maaf dalam kapasitas gue yang punya tanggung jawab
00:17:38 - 00:17:41
Tapi lu tetap kena konsekuensinya
00:17:41 - 00:17:48
Nah ini sesuatu yang menurut gue terjadi juga di Dowlab
00:17:48 - 00:17:53
Dowlab mungkin tahu bahwa ada dua pihak yang salah
00:17:53 - 00:17:56
Pertama karyawannya, karyawannya gak tahu kemana kan tuh
00:17:56 - 00:17:59
Apalagi tutup, tapi kayaknya enggak ya, kayaknya terang semuanya
00:17:59 - 00:18:02
Orang ada customer menderma diri kok
00:18:02 - 00:18:06
Kita gak tahu tuh si karyawannya kemana gitu
00:18:06 - 00:18:07
Karyawannya kemana gak tahu
00:18:07 - 00:18:11
Jadi mungkin karyawannya salah, gue gak tahu ya, mungkin karyawannya ada
00:18:11 - 00:18:14
Tapi gak ngeh, mungkin karyawannya gak ada
00:18:14 - 00:18:16
Mungkin karyawannya lagi sholat, kemushola
00:18:16 - 00:18:18
Mungkin karyawannya lagi ke toilet, kita gak tahu deh
00:18:18 - 00:18:23
Tapi ada setidaknya tanggung jawabnya karyawannya
00:18:23 - 00:18:27
Itu satu ya, yang kedua peak avenue-nya
00:18:27 - 00:18:29
Tapi yang tanggung jawab siapa?
00:18:29 - 00:18:31
Dowlab juga bertanggung jawab, peak avenue juga merasa bertanggung jawab
00:18:31 - 00:18:34
Makanya bikin pernyataan, tapi Dowlabnya juga bertanggung jawab
00:18:34 - 00:18:36
Makanya Dowlabnya yang ngomong
00:18:36 - 00:18:41
Saya minta maaf terhadap kesalahannya, terhadap kenyataan yang terjadi
00:18:41 - 00:18:44
Kami udah melakukan ini, kami udah melakukan itu, udah
00:18:44 - 00:18:48
Dan ini juga salah satu poin yang perlu kita cermati
00:18:48 - 00:18:50
Ini prinsip PR
00:18:50 - 00:18:55
Kita tuh gak pernah bisa mengatur pembicaraan
00:18:55 - 00:19:00
Yang kita bisa lakukan adalah menjadi bagian dari pembicaraan
00:19:00 - 00:19:06
Ini ambil contoh Dowlab ini
00:19:06 - 00:19:08
Nanti kita ambil contoh yang diluar Dowlab
00:19:08 - 00:19:16
Dowlab bisa aja kan berpikir dia pengen mengatur pembicaraan dengan menutup semua omongan jelek
00:19:16 - 00:19:21
Tutup, tutup, tutup, gak boleh ngomong ini, gak boleh ngomong itu, ditutup sama dia
00:19:21 - 00:19:23
Bisa aja
00:19:23 - 00:19:28
Tapi Dowlab tidak melakukan itu, prediksi gue, karena mereka tahu percuma
00:19:28 - 00:19:32
Lu suruh orang hapus, nanti malah jadi pembicaraan lagi
00:19:32 - 00:19:38
Wah gila kita mesti dihapus, komentarnya parah banget, nanti malah jadi tambah parah lagi
00:19:38 - 00:19:48
Dan kalaupun, kalaupun 8 orang ini berhasil dihapus, akan ada orang-orang lain
00:19:48 - 00:19:58
Jadinya mole in the hole, tau mole in the hole gak? Lu pernah ngeliat permainan dingdong gitu, yang ada bolong-bolongnya, terus ada palu, ada martil gitu
00:19:58 - 00:20:08
Terus kalau ada mole, atau kayak tikus muncul, terus dipukul, nanti tikus muncul di lubang lain, tau kan permainan itu mole in the hole
00:20:08 - 00:20:15
Oh nama permainannya whack-a-mole, whack-a-moley
00:20:15 - 00:20:20
Jadinya kayak gitu, lu pukul satu muncul di lubang lain, lu pukul satu muncul, gak ada kelar-kelarnya
00:20:20 - 00:20:28
Jadi apa yang sebenarnya bisa dilakukan, menjadi bagian dari pembicaraan, ketimbang kita menutup orang ketika lagi berpendapat
00:20:28 - 00:20:33
Ketimbang kita membungkam pendapat orang, bening kita terlibat, tapi mesti ready ya
00:20:33 - 00:20:35
Karena kalau ngga ntar emosional
00:20:35 - 00:20:41
Eh emang bener tempat lu yang kayak gitu, iya mohon maaf itu terjadi sama kita, wah parah lu, lu tuh gini gini gini gak sih
00:20:41 - 00:20:50
Kalau yang megang akun sosmed atau PRnya gampang kepicu, eh lu tau gak sih susahnya ngejalanin restoran seperti Dolep, itu yang salah, itu jadi tampak parah kan
00:20:50 - 00:20:57
Nah memang kalau kita mau jadi bagian dari pembicaraan, kita harus punya orang PR atau sosmed yang tenang
00:20:57 - 00:21:02
Mohon maaf ya kami salah dan segala macemnya, karena emang cuma itu doang
00:21:02 - 00:21:09
Syukur-syukur ketika kita melibatkan diri dalam pembicaraan, kita ngasih setidaknya sudut pandang lain
00:21:09 - 00:21:19
Bahwa, ini di luar Dolep ya, misalkan si politisi muda tampan itu deh, yang gue bahas beberapa episode kemarin
00:21:19 - 00:21:24
Ketika dia bikin konten, konten joget-joget kayak gitu, kan selalu langsung diomongin orang-orang kan
00:21:24 - 00:21:32
Terus udah gitu manajemennya berusaha untuk mengatur pembicaraan orang dengan membungkam opini-opini tersebut
00:21:32 - 00:21:39
Padahal, percuma kan, akan ada orang akhirnya dibahas di siniar gue, mau ngomong apa lu
00:21:39 - 00:21:42
Orang-orang ini berhasil ditutup, gue ngomong di siniar gue
00:21:42 - 00:21:47
Nanti gue diapa-apain, walaupun gue juga gak akan menghapus episode gue
00:21:47 - 00:21:51
Tapi kalau misalnya gue diapa-apain, akan ada pesiniar lain yang ngomongin, gak ada abisnya kan
00:21:51 - 00:21:54
Mendingan si manajemennya itu melibatkan diri
00:21:54 - 00:22:01
Dia waktu itu bikin video karena kayaknya dia ngerasa keren, memangnya enggak ya
00:22:01 - 00:22:05
Juga lah itu kampungan, itu kan pendapat anda, kalau pendapat saya dia keren kok
00:22:05 - 00:22:14
Jadi kan, mendingan jadi bagian dari pembicaraan ketimbang mencoba untuk membungkam karena percuma
00:22:14 - 00:22:21
Menurut gue itu bisa banget kita praktekan ke diri kita sendiri, pribadi bahkan, bukan kita sebagai sebuah brand
00:22:21 - 00:22:29
Ada orang ngomongin kita di sosmed, ya kita antara diemin atau yaudah kita jelasin, kita jadi bagian dari pembicaraan
00:22:29 - 00:22:33
Gak bisa, lu gak boleh ngomong kayak gitu ya, ntar gue UU ITE lu
00:22:33 - 00:22:40
Ternyata pro UU ITE juga, giliran temen kita yang diserang sama UU ITE, kita anti UU ITE
00:22:40 - 00:22:43
Giliran kita yang diserang, kita pake UU ITE, itu kan double standard
00:22:43 - 00:22:49
Mendingan kalau misalnya kayak gini gitu, yaudah kita melibatkan diri dalam pembicaraannya aja
00:22:49 - 00:22:55
Atau enggak sama sekali, dan biarkan mereka ngomong, karena omongan mereka belum tentu benar
00:22:55 - 00:22:59
Bahkan bisa jadi emang salah, yaudah
00:22:59 - 00:23:07
Pada saat yang bersamaan, kita juga ketika ada krisis terjadi sama kita, kita gak langsung, eh bukan salah gue, oh gini gini
00:23:07 - 00:23:14
Akan memperburu keadaan, pegang aja prinsipnya, kalaupun bukan salah lu, tanggung jawabnya ada di lu bukan?
00:23:14 - 00:23:18
Kalau emang ada di lu ya berarti lu masih bersikap
00:23:18 - 00:23:22
Pembelajaran yang sangat baik, baik dari Peak Avenue maupun dari Dowlab
00:23:22 - 00:23:26
Sukses untuk Peak Avenue, sukses untuk Dowlab
00:23:26 - 00:23:32
Rest assured, Dowlab, if youre listening to this, if I return to Jakarta Im still going to go to your place
00:23:32 - 00:23:36
Walaupun mungkin bukan yang di Peak Avenue, gue belum lihat
00:23:36 - 00:23:41
Maksudnya gak viral soalnya di gue, maksudnya gak nyampe di gue
00:23:41 - 00:23:47
Apa yang Peak Avenue lakukan, kalau yang Dowlab kan ada video-videonya tuh
00:23:47 - 00:23:52
Dan itu aja dari gue, makasih banyak, kita ketemu di episode berikutnya, thank you, bye
Buka semua fitur dengan download aplikasi Noice
Kunjungi App