Datu Abulung (Sinar Sebelum Cahaya)
12 Menit

8 Desember 2025
naskah drama berjudul "DATU ABULUNG (SINAR SEBELUM CAHAYA)" karya Muhamad Refki Faizal, yang berlatar di Kesultanan Banjar pada masa pemerintahan Sultan Tahmidullah II. Naskah ini menggambarkan kompleksitas konflik antara kekuasaan politik dan ajaran tasawuf yang mendalam, berpusat pada tokoh Syech Abdul Hamid (Datu Abulung) yang ajarannya dianggap menyesatkan masyarakat awam. Khawatir ajaran tersebut mengancam akidah rakyat dan mungkin mendukung musuh politik, Sultan memanggil Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari dari Mekkah untuk memberikan fatwa. Syech Arsyad menyarankan pembentukan lembaga Mahkamah Syar'iyyah untuk mengadili masalah agama, yang kemudian memutuskan bahwa ajaran Datu Abulung harus dihentikan demi kemaslahatan umat. Meskipun Datu Abulung menunjukkan karamah saat selamat dari hukuman rendam, ia akhirnya menyetujui hukuman mati setelah menyadari melalui percakapan batin dengan Syech Arsyad bahwa kebenaran spiritual harus disembunyikan agar tidak membingungkan masyarakat yang belum siap.
naskah drama berjudul "DATU ABULUNG (SINAR SEBELUM CAHAYA)" karya Muhamad Refki Faizal, yang berlatar di Kesultanan Banjar pada masa pemerintahan Sultan Tahmidullah II. Naskah ini menggambarkan kompleksitas konflik antara kekuasaan politik dan ajaran tasawuf yang mendalam, berpusat pada tokoh Syech Abdul Hamid (Datu Abulung) yang ajarannya dianggap menyesatkan masyarakat awam. Khawatir ajaran tersebut mengancam akidah rakyat dan mungkin mendukung musuh politik, Sultan memanggil Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari dari Mekkah untuk memberikan fatwa. Syech Arsyad menyarankan pembentukan lembaga Mahkamah Syar'iyyah untuk mengadili masalah agama, yang kemudian memutuskan bahwa ajaran Datu Abulung harus dihentikan demi kemaslahatan umat. Meskipun Datu Abulung menunjukkan karamah saat selamat dari hukuman rendam, ia akhirnya menyetujui hukuman mati setelah menyadari melalui percakapan batin dengan Syech Arsyad bahwa kebenaran spiritual harus disembunyikan agar tidak membingungkan masyarakat yang belum siap.
