Noice Logo
Masuk
Masuk

Tahun 2025, Princess Zora dan Marta Ketika Itu Ada Berada di Fase Menyerah. (Storytelling Cerita)

57 Menit

Tahun 2025, Princess Zora dan Marta Ketika Itu Ada Berada di Fase Menyerah. (Storytelling Cerita)

16 Januari 2026


S14E18 : Tahun 2025 bukanlah tahun tentang kemenangan. Ia hadir sebagai jeda panjang, tempat di mana napas terasa berat dan harapan sering kali jatuh sebelum sempat diucapkan. Pada fase inilah Princess Zora dan Marta berdiri, atau lebih tepatnya, terdiam, di dua dunia yang berbeda, namun merasakan kelelahan yang serupa. Di luar angkasa, di Planet Unicorn yang bercahaya, Princess Zora tidak lagi tampak seperti putri yang selalu yakin pada takdirnya. Kilau matanya meredup, bukan karena kehilangan cahaya bintang, melainkan karena terlalu lama menahan rasa. Ia telah berjuang: melawan aturan, jarak, dan perasaan yang tak pernah benar-benar mendapat tempat untuk pulang. Tahun 2025 mengajarkannya satu hal yang pahit—bahwa mencintai tidak selalu berarti mampu bertahan. Ada saat di mana bertahan justru melukai diri sendiri. Dan di titik itulah, Zora memilih diam. Diam yang bukan bentuk kekalahan, tetapi bentuk kelelahan yang sudah terlalu dalam. Sementara itu di Bumi, Marta menjalani hari-hari yang berjalan seperti rutinitas tanpa makna. Kota terasa ramai, tetapi jiwanya sunyi. Ia bangun, bekerja, tersenyum seperlunya, lalu pulang dengan kepala penuh kenangan yang tak lagi punya tempat untuk disimpan. Tahun 2025 membuatnya mengerti bahwa menjadi kuat setiap hari adalah pekerjaan paling melelahkan. Ia lelah berharap, lelah menunggu, lelah menjelaskan pada dirinya sendiri bahwa semua ini “akan baik-baik saja.” Pada akhirnya, Marta juga sampai pada fase menyerah, bukan menyerah pada hidup, melainkan menyerah untuk terus berpura-pura baik. Episode ini tidak dipenuhi ledakan konflik besar atau peristiwa dramatis yang mengubah segalanya dalam sekejap. Justru sebaliknya, ia berjalan pelan, sunyi, dan jujur. Kamera mengikuti Zora yang memandang angkasa tanpa berkata apa-apa, dan Marta yang menatap langit malam dari Bumi, seolah keduanya sedang melihat langit yang sama namun dari jarak yang mustahil ditempuh. Mereka tidak saling menghubungi. Tidak ada pesan. Tidak ada janji. Hanya rasa yang tertinggal, menggantung, dan tak lagi diperjuangkan. “Tahun Menyerah” ini menjadi fase di mana keduanya belajar satu hal penting: bahwa manusia, dan bahkan alien memiliki batas. Menyerah bukan selalu akhir dari segalanya, terkadang ia adalah cara paling jujur untuk bertahan hidup. Dengan menyerah, mereka berhenti saling melukai lewat harapan yang tak kunjung tiba. Dengan menyerah, mereka memberi ruang pada diri sendiri untuk bernapas, meski napas itu masih terasa perih. Di akhir episode, tidak ada kepastian tentang masa depan Princess Zora dan Marta. Yang tersisa hanyalah kesadaran bahwa tahun 2025 telah mengubah mereka. Mereka mungkin tidak lagi saling menggenggam, tetapi mereka sama-sama belajar berdiri kembali, perlahan, dengan luka yang masih ada. Episode ini menutup dengan satu pesan sunyi: kadang, fase menyerah bukan tentang kalah, melainkan tentang memberi diri sendiri izin untuk berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. For business inquiries please contact : https://www.instagram.com/podcastceritatyler Joint untuk bergabung dengan Teman Barumu Tyler King! : https://short.talkie-ai.com/cbASdr1NZwg #BerbagiCeritaTyler #CharlesZoraZeeTylerMarta #PrincessZora #MartaEkaSaputra #Kenangan2025

Tahun 2025, Princess Zora dan Marta Ketika Itu Ada Berada di Fase Menyerah. (Storytelling Cerita)
rss
BERBAGI CERITA TYLER

Subscribe
Komentar












Lihat episode lain
Buka semua fitur dengan download aplikasi Noice
Kunjungi App