TSR20: Orderan Sate Gagak
11 Menit

23 November 2025
Bagi Dimas, seorang driver ojol di Depok, orderan masuk di jam 11:45 malam adalah rezeki nomplok. Ongkos kirimnya tiga kali lipat, jaraknya dekat. Namun, barang yang diantar bukanlah makanan biasa, melainkan sebungkus "Sate Gagak" yang baunya anyir seperti darah segar.
Instruksinya sederhana: "Jangan ketuk pintu. Masukkan lewat lubang anjing. Langsung pergi."
Namun, apa yang terjadi ketika Dimas mendengar suara kunyahan rakus dari balik pintu itu? Siapa—atau apa—yang sebenarnya memesan makanan di tengah hutan kota?
Dengarkan pengalaman Dimas yang membuatnya bersumpah untuk tidak pernah lagi menyalakan aplikasi di tengah malam.
Dengan Ogy, sebagai pembawa cerita kali ini.
⚠️ Peringatan: Episode ini mengandung efek suara yang mungkin mengganggu kenyamanan sebagian pendengar (gore/suara makan). Gunakan earphone dengan bijak.
🎧 Dengarkan hanya di, The Silent Room 🎙️
Bagi Dimas, seorang driver ojol di Depok, orderan masuk di jam 11:45 malam adalah rezeki nomplok. Ongkos kirimnya tiga kali lipat, jaraknya dekat. Namun, barang yang diantar bukanlah makanan biasa, melainkan sebungkus "Sate Gagak" yang baunya anyir seperti darah segar.
Instruksinya sederhana: "Jangan ketuk pintu. Masukkan lewat lubang anjing. Langsung pergi."
Namun, apa yang terjadi ketika Dimas mendengar suara kunyahan rakus dari balik pintu itu? Siapa—atau apa—yang sebenarnya memesan makanan di tengah hutan kota?
Dengarkan pengalaman Dimas yang membuatnya bersumpah untuk tidak pernah lagi menyalakan aplikasi di tengah malam.
Dengan Ogy, sebagai pembawa cerita kali ini.
⚠️ Peringatan: Episode ini mengandung efek suara yang mungkin mengganggu kenyamanan sebagian pendengar (gore/suara makan). Gunakan earphone dengan bijak.
🎧 Dengarkan hanya di, The Silent Room 🎙️

