2
2 bulan lalu
21 Menit
E.07. - DUNIA DI UJUNG TANDUK (Langit Timur Tengah Makin Membara)

11 Maret 2026
Menatap Masa Depan di Ujung Selat
Eskalasi Iran-AS-Israel ini memberikan pelajaran pahit bahwa dalam perang modern, efisiensi teknologi dan ketahanan ekonomi jauh lebih menentukan daripada sekadar jumlah hulu ledak. Perang atrisi yang dijalankan Iran telah berhasil menciptakan guncangan pada tatanan ekonomi global, memaksa negara-negara seperti Indonesia untuk berpikir ulang tentang keamanan energinya.
Pertanyaannya kini bukan lagi "kapan perang berakhir," melainkan seberapa cepat kita bisa mandiri. Mengingat 20-25% pasokan minyak kita melewati Selat Hormus yang lebarnya hanya 21 mil, kesiapan Indonesia dalam mewujudkan swasembada energi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan syarat mutlak untuk tetap tegak di tengah dunia yang kian tidak menentu. Apakah kita benar-benar siap jika Selat Hormus tertutup secara permanen besok pagi?
Menatap Masa Depan di Ujung Selat
Eskalasi Iran-AS-Israel ini memberikan pelajaran pahit bahwa dalam perang modern, efisiensi teknologi dan ketahanan ekonomi jauh lebih menentukan daripada sekadar jumlah hulu ledak. Perang atrisi yang dijalankan Iran telah berhasil menciptakan guncangan pada tatanan ekonomi global, memaksa negara-negara seperti Indonesia untuk berpikir ulang tentang keamanan energinya.
Pertanyaannya kini bukan lagi "kapan perang berakhir," melainkan seberapa cepat kita bisa mandiri. Mengingat 20-25% pasokan minyak kita melewati Selat Hormus yang lebarnya hanya 21 mil, kesiapan Indonesia dalam mewujudkan swasembada energi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan syarat mutlak untuk tetap tegak di tengah dunia yang kian tidak menentu. Apakah kita benar-benar siap jika Selat Hormus tertutup secara permanen besok pagi?
