Noice Logo
Masuk
Masuk
Go Back
Dramatisasi Alkitab

Dramatisasi Alkitab

57 EPISODE · 6 SUBSCRIBERS

Alkitab Suara ini adalah versi dramatisasi dari Kitab Suci Terjemahan Baru. Anda yang mendengarkan Alkitab Suara ini dapat ikut merasakan betapa besar cinta Allah kepada manusia mulai dari Kitab Kejadian sampai Wahyu. Anda dapat mendengarnya kapan pun dan di mana pun; baik itu di waktu saat teduh Anda, dalam suatu perjalanan atau pun di waktu luang bahkan dapat Anda jadikan sebagai pengantar tidur Anda. Semuanya ini dimaksudkan agar Anda dapat mengenal lebih dekat pada Tuhan. Selamat Mendengarkan!

Follow
Subscribe
Share
Episode
Terbaru
See More
play icon

1

dot icon

6 bulan lalu

#EPS19 | PL | Kitab Mazmur

#EPS19 | PL | Kitab Mazmur

Dramatisasi Alkitab

<p>Penulis : Daud dan orang lain</p><p>Tema : Doa dan Pujian</p><p>Tanggal Penulisan: Sebagian besar abad ke-10 hingga ke-5 SM.</p><p><strong>Latar Belakang</strong></p><p>Judul Ibrani untuk kitab Mazmur adalah <em>tehillim</em>, yang berarti "puji-pujian"; judul dalam Septuaginta (PL dalam bahasa Yunani, dikerjakan sekitar 200 SM) ialah <em>psalmoi</em>, yang berarti "nyanyian yang diiringi alat musik gesek atau petik".</p><p>Musik memainkan peranan penting dalam ibadah Israel (<a target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="verse_trigger" href="https://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=1Taw%2015:16-22&amp;tab=text">1Taw 15:16-22</a>; bd.<a target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="verse_trigger" href="https://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=Mzm%20149:1--150:6&amp;tab=text">Mazm 149:1--150:6</a>); mazmur-mazmur menjadi nyanyian pujian Israel. Berbeda dengan sebagian besar syair dan nyanyian di dunia Barat yang ditulis dengan sajak dan irama, syair dan nyanyian PL didasarkan pada kesejajaran pemikiran di mana baris(-baris) kedua (atau yang berikutnya) pada hakikatnya menyatakan ulang (kesejajaran sinonim), memperlihatkan kontras (kesejajaran antitetikal), atau secara progresif melengkapi baris yang pertama (kesejajaran sintetik). Ketiga bentuk kesejajaran ini dipakai dalam Mazmur. Mazmur terdini yang diketahui digubah oleh Musa pada abad ke-15 SM (<a target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="verse_trigger" href="https://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=Mzm%2090:1-17&amp;tab=text">Mazm 90:1-17</a>); sedangkan yang paling akhir adalah dari abad ke-6 sampai ke-5 SM (mis. <a target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="verse_trigger" href="https://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=Mzm%20137:1-9&amp;tab=text">Mazm 137:1-9</a>). Akan tetapi, sebagian besar dari mazmur ditulis pada abad ke-10 SM semasa zaman keemasan puisi Israel.</p><p>Judul-judul atau kalimat pembukaan pada permulaan sebagian besar mazmur (dalam Alkitab Indonesia menjadi bagian dari mazmur), sekalipun bukan bagian asli dan terilham dari mazmur, sudah berusia tua (sebelum Septuaginta) dan penting. Isi dari kalimat pembukaan itu berbeda-beda, meliputi kategori seperti</p><ol><li><p>(1) nama penulis (mis. <a target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="verse_trigger" href="https://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=Mzm%2047:1-9&amp;tab=text">Mazm 47:1-10</a>, "Dari bani Korah"),</p></li><li><p>(2) bentuk mazmur (mis. <a target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="verse_trigger" href="https://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=Mzm%2032:1-11&amp;tab=text">Mazm 32:1-11</a>, "nyanyian pengajaran" [bah. Inggris "maskil"] syair hasil renungan atau bertujuan mengajar),</p></li><li><p>(3) istilah-istilah musik (mis. <a target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="verse_trigger" href="https://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=Mzm%204:1-8&amp;tab=text">Mazm 4:1-9</a>, "Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi"),</p></li><li><p>(4) catatan liturgis (mis. <a target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="verse_trigger" href="https://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=Mzm%2045:1-17&amp;tab=text">Mazm 45:1-18</a>, "Nyanyian kasih" [versi Inggris NIV -- nyanyian pernikahan]), dan</p></li><li><p>(5) catatan sejarah singkat (mis. <a target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="verse_trigger" href="https://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=Mzm%203:1-8&amp;tab=text">Mazm 3:1-9</a>, "Mazmur Daud ketika ia lari dari Absalom, anaknya").</p></li></ol><p>Mengenai penulis mazmur-mazmur ini, kalimat pembukaan menyebutkan Daud selaku penggubah 73 mazmur, Asaf 12 (seorang Lewi yang berkarunia musik dan nubuat, lih. <a target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="verse_trigger" href="https://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=1Taw%2015:16-19&amp;tab=text">1Taw 15:16-19</a>; <a target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="verse_trigger" href="https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=2Taw&amp;chapter=29&amp;verse=30&amp;tab=text">2Taw 29:30</a>), bani Korah 10 (keluarga dengan karunia musik), Salomo 2, dan masing-masing satu oleh Heman, Etan, dan Musa. Kecuali Musa, Daud, dan Salomo, semua penggubah lainnya adalah imam atau orang Lewi dengan karunia musik dan tanggung jawab dalam ibadah kudus pada masa pemerintahan Daud. Lima puluh mazmur tidak diketahui penggubahnya. Acuan-acuan alkitabiah dan sejarah memberi kesan bahwa Daud (bd. <a target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="verse_trigger" href="https://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=1Taw%2015:16-22&amp;tab=text">1Taw 15:16-22</a>), Hizkia (<a target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="verse_trigger" href="https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Ams&amp;chapter=25&amp;verse=1&amp;tab=text">Ams 25:1</a>; bd. <a target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="verse_trigger" href="https://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=2Taw%2029:25-30&amp;tab=text">2Taw 29:25-30</a>), dan Ezra (bd. <a target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="verse_trigger" href="https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Neh&amp;chapter=10&amp;verse=39&amp;tab=text">Neh 10:39</a>; <a target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="verse_trigger" href="https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Neh&amp;chapter=11&amp;verse=22&amp;tab=text">Neh 11:22</a>; <a target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="verse_trigger" href="https://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=Neh%2012:27-36,45-47&amp;tab=text">Neh 12:27-36,45-47</a>) terlibat pada waktu yang berlainan dalam memilih mazmur-mazmur untuk dipakai bersama di Yerusalem. Penyusunan kitab ini yang terakhir mungkin dilakukan pada masa Ezra dan Nehemia (450-400 SM).</p>
10 Jam, 30 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

5

dot icon

2 tahun lalu

Comments
1
Surat 1 Yohanes

Surat 1 Yohanes

Dramatisasi Alkitab

Penulis : Yohanes Tema : Kebenaran Tanggal Penulisan: 85-95 M Latar Belakang Lima kitab dalam PB ditulis oleh Yohanes: sebuah Injil, tiga buah surat dan kitab Wahyu. Walaupun Yohanes tidak memperkenalkan dirinya dengan menyebut namanya di surat ini, saksi-saksi dari abad kedua (mis. Papias, Ireneus, Tertullianus, Klemens dari Aleksandria) menegaskan bahwa surat ini ditulis oleh rasul Yohanes, salah seorang dari dua belas murid Yesus. Kesamaan kuat dalam gaya penulisan, kosakata, dan tema di antara surat ini dengan Injil Yohanes memperkuat kesaksian kekristenan mula-mula yang dapat diandalkan bahwa kedua kitab ini ditulis oleh rasul Yohanes (Lihat "PENDAHULUAN INJIL YOHANES" 08173). Penerima surat ini tidak disebutkan. Tidak ada salam atau nama orang, tempat, atau peristiwa di dalam surat ini. Penjelasan yang paling tepat untuk menerangkan kenyataan yang agak aneh ini ialah bahwa dari tempat tinggalnya di Efesus, Yohanes menulis surat yang sama kepada berbagai gereja di propinsi Asia yang berada di bawah tanggung jawab rasulinya (bd. Wahy 1:11). Karena jemaat-jemaat itu mempunyai persoalan dan kebutuhan yang sama, Yohanes menulis surat ini sebagai sebuah surat edaran dan mengutus utusan pribadinya yang membawa salamnya secara lisan. Persoalan yang paling menonjol yang melatarbelakangi penulisan surat ini ialah ajaran palsu mengenai keselamatan dalam Kristus dan cara bekerjanya di dalam diri orang percaya. Beberapa orang, yang dahulu merupakan bagian dari sidang pembaca, kini sudah meninggalkan persekutuan jemaat (1Yoh 2:19), tetapi hasil dari ajaran palsu mereka masih memutarbalikkan Injil mengenai bagaimana mereka bisa "mengetahui" bahwa mereka mempunyai hidup kekal. Dari segi doktrin, ajaran sesat mereka menyangkal bahwa Yesus itulah Kristus (1Yoh 2:22; bd. 1Yoh 5:1) atau bahwa Kristus menjelma menjadi manusia (1Yoh 4:2-3); dari segi etika, mereka mengajarkan bahwa menaati perintah Kristus (1Yoh 2:3-4; 1Yoh 5:3) dan hidup kudus dan terpisah dari dosa (1Yoh 3:7-12) dan dari dunia (1Yoh 2:15-17) tidak diperlukan untuk iman yang menyelamatkan (bd. 1Yoh 1:6; 1Yoh 5:4-5).
35 Menit
CheckAdd to QueueDownload
play icon

4

dot icon

2 tahun lalu

Surat 2 Petrus

Surat 2 Petrus

Dramatisasi Alkitab

Penulis : Petrus Tema : Kebenaran Sejati Lawan Guru-Guru Palsu Tanggal Penulisan: 66-68 M Latar Belakang Ketika memberikan salam, Simon Petrus memperkenalkan dirinya sebagai penulis surat ini; kemudian (2Pet 3:1) dia mengatakan bahwa surat ini merupakan suratnya yang kedua yang menunjukkan bahwa dia sedang menulis kepada orang percaya yang sama di Asia Kecil yang telah menerima suratnya yang pertama (1Pet 1:1). Karena Petrus, seperti halnya Paulus, dihukum mati oleh keputusan yang dibuat oleh kaisar Nero yang jahat (yang kemudian wafat pada bulan Juni, 68 M), adalah sangat mungkin bahwa Petrus menulis surat ini di antara tahun 66-68 M, tidak lama sebelum ia mati syahid di Roma (2Pet 1:13-15). Beberapa sarjana zaman dahulu dan sekarang, yang mengabaikan beberapa persamaan mencolok dari 1 Petrus dan 2 Petrus dan sebaliknya menekankan perbedaan di antara kedua surat itu, telah beranggapan bahwa Petrus bukanlah penulis surat ini. Akan tetapi, perbedaan isi surat, kosakata, penekanan, dan gaya penulisan dari kedua surat ini dapat diterangkan dengan memadai oleh berbedanya situasi Petrus dan penerima suratnya ketika menerima kedua surat itu. (1) Situasi semula para penerima surat telah berubah dari penganiayaan serius yang dilakukan oleh masyarakat sekitarnya menjadi serangan serius dari dalam oleh para guru palsu yang mengancam landasan kebenaran gereja. (2) Situasi yang dihadapi Petrus juga sudah berbeda. Jikalau sebelumnya dia mempunyai seorang penulis yang ahli seperti Silas ketika menulis suratnya yang pertama (1Pet 5:12), kelihatannya Silas tidak ada ketika Petrus menulis surat yang kedua itu. Petrus mungkin memakai bahasa Yunani ala Galilea yang kasar atau mengandalkan juru tulis yang tidak sepandai Silas.
17 Menit
CheckAdd to QueueDownload
Buka semua fitur dengan download aplikasi Noice
Kunjungi App