Semua Episode
Terbaru
See More
Semua
Season 1
Seribu Ulasan Season 1
TRILOGI ALINA (TUKANG POS DALAM AMPLOP) : Rutinitas, Kebosanan dan Kejutan dalam dunia yang absurd

TRILOGI ALINA (TUKANG POS DALAM AMPLOP) : Rutinitas, Kebosanan dan Kejutan dalam dunia yang absurd

Seribu Ulasan

Jika pada cerpen sebelumnya (Jawaban Alina) Alina menggambarkan tukang pos dalam trilogi ini sebagai seorang yang jahil, usil, bahkan tidak bertanggung jawab. Saya tidak merasa demikian. Setelah membaca kepingan terakhir dari trilogi ini, saya merasa sosok tukang pos justru merupakan orang yang apa adanya. Konflik yang terjadi saat ia tak sengaja meneleng senja dari surat yang tak tertutup rapat itu, menunjukkan tukang pos ini orang yang lurus bahhkan berdedikasi terhadap pekerjaannya. Kendatipun demikian, meski lurus dan berdedikasi, saya menangkap sepotong ironi dalam hidup si tukang pos. Saat ia berkata "saya seorang pengantar surat yang tidak pernah mendapatkan surat" bibir saya tersungking sambil sedikit membatin "sedih juga ya jadi tukang pos ini." Saya menangkap kelelahan, kebosanan, dan bahkan kesedihan dari rutinitas sang tukang pos itu. Bukan berati tukang pos ini adalah orang yang mengutuk kehidupan, justru saya merasa mendapat hal penting dari cara ia menjalani hidup. Tukang pos ini sedikit banyak menggambarkan kita. Hidup dengan biasa, bekerja untuk mendapatkan penghidupan, berlelah-lelah, dan sesekali mendapatkan kejutan dari kehidupan itu sendiri. Cara tukang pos merespon kejutan yang datang pun sangat dapat dijadikan contoh. Ditengah hidupnya yang biasa, ia tiba-tiba masuk ke dunia amplop, menjadi pemimpin dan bapak dari spesias baru di dunia dalam amplop, tapi tetap mengingat dari mana ia berasal. Bahkan, sesaat ketika ia terbangun dari dunia amplop yang membuat posisinya Agung itu, ia tak banyak bertingkah dan menggugat, yang ia lakukan saat terbangun adalah sadar bahwa ia saat ini seorang tukang pos dan ada surat yang harus ia kirim. Sungguh sebuah masterpiece bagi penutupan trilogi yang ikonik.
38 Menit
CheckAdd to QueueDownload
TRILOGI ALINA (JAWABAN ALINA) : Kasih tak sampai dan senja yang membawa petaka

TRILOGI ALINA (JAWABAN ALINA) : Kasih tak sampai dan senja yang membawa petaka

Seribu Ulasan

Senja yang sebelumnya Sukab kirimkan diterima dengan utuh oleh Alina. Namun sayang karena pada perjalanannya ia diintip oleh tukang pos yang jahil. Senja itu harus meluber terlebih dahulu kemana-mana dan karena itulah juga si surat beserta senja dan lain halnya yang sukab kirim harus terlambat selama 10 tahun. Tapi berita baiknya, senja itu tetap utuh. Lengkap dengan bau laut, desir angin dan suara hempasan ombak yang memecah pantai. Ada juga kepak burung-burung, lambaian pohon-pohon nyiur dalam kekelam-an, sementara di kejauhan perahu layar merayapi cakrawala dan melintasi matahari yang sedang terbenam. Tapi hal buruknya, adalah 10 tahun kemudian Alina sudah bersuami, berkeluarga, beranak pinak, kabar buruk lainnya adalah, senja yang dikirim Sukab sebegitu tidak berarti bagi Alina, Alina tak sedikitpun menaruh hati pada Sukab. Lalu, kabar buruk lainnya adalah Senja yang dikirim sukab untuk alina pun membanjiri dunia Alina, terbentur dengan alam raya dunia Alina dan menyisakkan kehancuran. Kini di dunia tempat Alina berada, hanya ada potongan senja yang Sukab kirim, senja yang selesai, di mana matahari tidak pernah terbenam lebih dalam lagi. Sama seperti cerita sebelumnya, Jawaban alina sebagai cerita kedua dari Trilogi Alina ini merupakan sebuah cerpen yang lengkap. Satu nilai pembeda yang paling kentara sekaligus menjadi satu hal yang sangat saya gemari adalah plus Alina itu sendiri. Bagaimana karakter ia sebagai wanita yang teguh, yang berkomitmen dan yang kecut terhadap surat dan 'senja' nya sukab yang membawa bencana amat sangat menarik dan memikat karna menyimpan banyak sekali teka-teki dan misteri kedalaman jiwa seorang perempuan.
26 Menit
CheckAdd to QueueDownload
TRILOGI ALINA (SEPOTONG SENJA UNTUK PACARKU) : Kesempurnaan senja dan Ketidaksempurnaan kata

TRILOGI ALINA (SEPOTONG SENJA UNTUK PACARKU) : Kesempurnaan senja dan Ketidaksempurnaan kata

Seribu Ulasan

Trilogi Alina berisikan tiga cerita pendek yang amat ikonik. Baik itu ketika berbicara mengenai tokoh pelakunya, tema yang diusungnya, pun tata bahasa dan keindahan-keindahan gaya menulisnya. Ketiga cerita pada trilogi alina berkaitan dan saling mendukung satu sama lain, meski jika dibaca secara terpisah pun menurut saya masih sangat bisa dinikmati. Namun, agaknya kurang afdol jika sebuah triologi tidak dirampungkan, dan akan sangat sayang sekali karena jika dibaca secara utuh kita akan mendapatkan suguhan yang amat indah sekali dari bagaimana cinta, senja, dan kata-kata dapat merasuki relung imaji kita. Cerita pertama dari Trilogi Alina ini berjudul sepotong senja untuk pacarku. Berkisah tentang seorang lelaki bernama Sukab yang memotong senja dengan pisau swissnya untuk kemudian dimasukkan ke dalam amplop dan dikirimkan kepada wanita pujaannya yakni Alina. Cerpen ini terasa sangat lengkap sekali.Romansa, fantasi, metafor mengenai kehidupan dan senja yang luar biasa manis dan "agung". Seno seolah tidak kehabisan kata untuk menggambarkan keindahan dan kemagisan senja yang menjadi penyangga utama cerita dan trilogi ini. Tak lupa juga terselip banyak kritik dan humor-humor khas yang dimuat ringan dan segar. Selain kritik ringan terhadap sosio kultural kita, cerpen ini juga mengkritisi kata, penutur kata, dan betapa enggan kita untuk mendengar. “Sudah terlalu banyak kata-kata di dunia ini sehingga kata-kata menjadi tidak berarti”
28 Menit
CheckAdd to QueueDownload
Daerah Salju : Kasih tak sampai, dan eksplorasi yang peka terhadap seluk-beluk misteri dan keterberaian jiwa manusia

Daerah Salju : Kasih tak sampai, dan eksplorasi yang peka terhadap seluk-beluk misteri dan keterberaian jiwa manusia

Seribu Ulasan

Sesaat setelah membaca daerah salju karya yasunari kawabata, terdapat kekosongan sebesar bongkahan batu es kutub utara di dasar hati saya. Cerita ini jauh sekali dari kata klimaks, karakter yang hadir dalam cerita ini jauh sekali dari kejelasan, entah itu motif dari setiap tindakkannya, dan dari latar belakang masing-masing karakternya, semua datang dengan misterinya masing-masing, dan misteri itu dibiarkan begitu saja hingga ke penghujung novel. Jika biasanya novel yang plotnya tidak berkembang dan anti klimaks kerapkali membosankan. Daerah salju karya yasunari kawabata tidaklah demikian, plot yang lambat dan tidak berkembang, serta ending yang anti klimaks justru menjadi indah karena itu semua menjadi sebegitu cocok dengan gaya penceritaan yasunari kawabata yang puitik dan peka terhadap gerak-gerik dunia di sekitarnya, hal ini juga cocok dengan bagaimana karaker-karakter di cerita ini yang pada titik tertentu menyimpan banyak misteri dan sedikit banyak menunjukkan keterberaiannya masing-masing. Terakhir, aspek-aspek kecocokan ini tentu menyatu baik dengan latar "daerah salju" yang sendu dan dingin. Saya rasa, selain daerah yang dipenuhi salju secara harfiah. Daerah salju yasunari kawabata ini juga merujuk kepada tumpukan halangan yang ada pada diri masing-masing tokoh, dalam menjalin dan menjalani hidupnya masing-masing SELENGKAPNYA DI EPISODE 26 PODCAST SERIBU ULASAN DAERAH SALJU KARYA YASUNARI KAWABATA
43 Menit
CheckAdd to QueueDownload
BUNGKAM SUARA : Suara yang terbungkam dan Paradoks tentang kebebasan berpendapat

BUNGKAM SUARA : Suara yang terbungkam dan Paradoks tentang kebebasan berpendapat

Seribu Ulasan

Pada seri kolaborasi pertama podcast seribu ulasan, saya kedatangan tamu dengan ceritanya akan sebuah buku yang bagi saya sangat unik sekali. @muhammadfikri06_ datang membawa cerita mengenai buku karya JS Khairen berjudul “Bungkam Suara”. Ketika mengetahui judul yang akan fikri ceritakan saya berpikiran “wess angel berat banget ini buku fik” fikri pun menampik ungkapan saya dengan kalimat singkat “wess jangan salah boss ini buku tuh pada satu titik banyak nyelenehnya, topiknya juga topik yang deket sama kita dan realitas kita sehari-hari kok, cuman yang mungkin kitanya aja yang gak ngeuh”.  “Menarik!” pikir saya. Fikri memulai cerita dengan membahas “Negara Kesatuan Adat Lemunesia” begitulah nama sebuah negara yang menjadi latar utama pada novel ini. Negara ini disingkat NKAL, NAKAL!!. Fikri pun membahas tentang betapa anehnya bentuk negara NKAL ini, mulai dari dualisme kepemimpinan, doktrin aneh yang menyatakan bahwa peradaban di luar NKAL adalah mitos, kebiasaan-kebiasaan aneh masyarakatnya seperti berkendara menggunakan monowheel, robot cheetah sebagai kendaraan aparat, dan banyak hal aneh lainnya. Hal ini tentu menarik bagi fikri, juga bagi saya. Saya bisa menangkap bahwa dalam penulisannya JS Khairen ini menyelipkan unsur-unsur nyeleneh dan sarkastis yang menjadikan pengalaman membaca menyegarkan sekali tentunya. Satu hal unik lainnya dari NKAL yang diceritakan Fikri kepada saya adalah bahwa setiap satu tahun sekali, NKAL mengadakan Hari Bebas Bicara, dimana setiap satu hari dalam setahun semua rakyat NKAL bebas berbicara dan berpendapat apapun tanpa konsekuensi hukum. Dari sekian banyak kemenarikan yang fikri bahas, hal inilah yang membuat saya berkata kepada fikri “Oke Fik. Buku ini saya Pinjam”. Saya menyadari keterbatasan manusia dalam beberapa hal, oleh karena itu saya selalu tertarik terhadap bahasan kebebasan. Perbincangan kami pun meluas kepada bahasan bagaimana sebetulnya kebebasan dalam label “Hari Bebas Bicara”ini begitu ironi. Dengan iming-iming satu hari bebas bicara, rakyat NKAL rela membungkam mulut mereka selama 363 hari lamanya. Fikri pun bercerita tentang bagaimana sebenarnya hal ini tidak bekerja sama sekali, konflik utama dari Bungkam Suara pada akhirnya malah bersinggungan keras dengan Hari Bebas Bicara yang diyakini sebagai hari besar masyarakat NKAL. Hari dimana semua dapat membongkar kejahatan, membeberkan penipuan, atau pengungkapan apaun yang bersifat mulia demi mencapai keadilan bagi seluruh masyarakat, justru berbalik menjadi ajang baku sikut, tebar fitnah dan perang bohong yang mana dalam perspektif fikri ini maknanya bergeser jauh sekali dari yang seharusnya. “Menurutku sih ya, ngomong sesuatu tuh pada titik tertentu gabisa nunggu nunggu, gabisa ditimbun-timbun. Sampaikan! Atau meledak pada waktunya!” @muhammadfikri603_ SELENGKAPNYA DI EPISODE 25 PODCAST SERIBU ULASAN!!!
50 Menit
CheckAdd to QueueDownload
ATTACK ON TITAN : LINGKARAN SETAN KEHIDUPAN DAN PARADOKS KEBEBASAN

ATTACK ON TITAN : LINGKARAN SETAN KEHIDUPAN DAN PARADOKS KEBEBASAN

Seribu Ulasan

Pada dasarnya banyak sekali yang dapat dibahas dari attack on titan, dinamika cerita, konflik politik yang berkepanjangan, tokoh-tokoh dengan karakter dan idealismenya yang kuat, pengungkapan-pengungkapan misteri, permainan perspektif, perubahan tujuan, banyak sekali. Tapi aku sih kayanya ingin bahas lebih personal tentang bagaimana aku yang sedari bocil, (umur 13 tahun) sudah mengikuti dan bertahan dengan seri ini sampai 10 tahun kedepan tepatnya November 2023 ini dimana Attack On Titan mengudarakan episode terakhirnya. Ketika ceritanya mulai menuju babak akhir, seri attack on titan ini banyak memperkuat bahasan kebebasan yang sedari awal sudah dibocorkan sedikit demi sedikit melalui kacamata tokoh utamanya yakni EREN YEAGAHHHHH. Pembahasan kebebasan ini menjadi menarik karena seiring cerita berlangsung kita sebagai penonton diperlihatkan bahwa dalam dunia attack on titan tidak ada yang benar-benar terbebas. Dunia attack on titan adalah dunia yang penuh belenggu, dimana tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita ini nyaris selalu bergerak atas kehendak sesuatu yang lebih besar dari mereka. Musuh-musuh yang dianggap mengancampun ternyata tak banyak menghendaki kejahatan mereka, apalagi sejak kita tahu bahwa mereka juga pada suatu sisi terbelenggu oleh sebuah sistem yang memaksa mereka melakukan tindakan mereka. Sejak kita tahu mereka pun sama-sama korban seperti karakter-karakter protagonis yang selama ini berjuang bertahan hidup di pulau paradis. Maka dari itu attack on titan kembali kepada pertanyaan-pertanyaan mendasarnya yang kerapkali dilontarkan pada babak babak awal seri ini mengudara. Siapa musuhnya? Siapa pemangsanya? Siapa yang jahat? Siapa yang baik.? Lalu, ketika kebenaran tersingkap sekalipun bagaimana cara menghadapi kenyataan bahwa dunia ini terlanjur masuk ke dalam lingkaran setan yang menyesatkan?
47 Menit
CheckAdd to QueueDownload
NOW AND THEN : REUNI MENGHARUKAN DAN SEBUAH PROJECT TERAKHIR DARI GRUP MUSIK LEGENDARIS DUNIA

NOW AND THEN : REUNI MENGHARUKAN DAN SEBUAH PROJECT TERAKHIR DARI GRUP MUSIK LEGENDARIS DUNIA

Seribu Ulasan

Pada rentan tahun 1995-1996 personil The Beatles yang tersisa (Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr) mengumumkan bahwa mereka akan membuat kembali sebuah lagu atas nama The Beatles. Hal ini disambut berbagai tanggapan tak terkeucali tanggapan negatif yang menyatakan bahwa meski mereka bertiga adalah mantan anggota the Beatles, para penggemar bertanggapan bahwa The Beatles tanpa John Lennon bukanlah The Beatles. Para anggota The Beatles yang tersisa tidak berkomentar banyak mengenai kritikan ini dan tetap menggarap lagu mereka. Secara mengejutkan, pada waktu perilisan lagu yang mereka garap, setelah intro selesai dimainkan verse pertama diisi oleh suara mendiang John Lennnon. Publikpun gempar, pasalnya suara yang telah hilang bersamaan dengan nyawa yang hilang, kini terdengar lagi setelah puluhan tahun. Ternyata lagu yang mereka rilis adalah lagu yang sempat direkam oleh John Lennon tapi belum sempat ia punlikasikan dan masih dalam bentuk mentahan yang belum siap dirilis, anggota The Beatles yang tersisa menggarap lagu ini dan mengiisi part kekosongannya dengan khas The Beatles. Now and Then adalah lagu yang sempat digarap bersamaan dengan dua lagu yang dirilis pada tahun 1995-1996, tapi karena kondisi trek demo yang buruk, lagu ini tidak dirilis saat itu. Nyaris hampir 30 tahun berselang, personil The Beatles yang tersisa (Paul McCartney dan Ringo Starr) memutuskan untuk kembali menggarap trek yang satu ini. Berbekal trek demo dari John Lennon pada tahun 70an, serta bebearapa isian gitar dari George Harrison pada saat mereka mengerjakan trek ini di tahun 90’an, trek ini menjadi trek yang utuh dan diumumkan sebagai Lagu Terakhir dari The Beatles.
37 Menit
CheckAdd to QueueDownload
Samsa Jatuh Cinta : Nasib lain Gregor Samsa dan Cinta sebagai kebutuhan dasar manusia

Samsa Jatuh Cinta : Nasib lain Gregor Samsa dan Cinta sebagai kebutuhan dasar manusia

Seribu Ulasan

Saya rasa sudah menjadi rahasia umum bahwa Murakami sedikit banyak memiliki ketertarikan terhadap sosok Franz Kafka. Pasalnya pada beberapa karya beliau kesan Kafkaesque kerapkali hadir sebagai ciri-ciri yang tidak dapat dipisahkan dari tulisannya. Pada cerita satu ini, saya rasa kesan Kafkaesque tidak begitu menonjol sebagaimana dalam karya-karya murakami yang lain. Namun, satu hal yang membuat saya memilih cerita pendek karya Murakami sebagai penutup dari seri pembahasan Kafka di buku ini tidak lain dari kepiawaian Murakami menangkap celah dalam karya Mahsyur Kafka (Metamorfosis) Saya kira bagi mereka yang memiliki kegemaran terhadap karya Franz Kafka (metamorfosis khususnya) perlu membaca cerita Murakami yang satu ini. Pasalnya, cerita ini menawarkan alternatif lain bagi sosok Gregor Samsa yang ada dalam Metamorfosis karya Kafka. Bayangksan saja, betapa menariknya jika terdapat sebuah cerita dimana gregor Samsa berhasil melewati proses metamorfosisnya menjadi kecoak dan menata kembali kehidupannya. Jika sebelumnya Gregor samsa dan Metamorfosis karya Kafka ini berkaitan erat dengan keterasingan, dan kondisi mental tertentu serta kejatuhan yang serius. Maka sedikit jawaban dari permasalahan itu semua mungkin bisa kita dapat dari cerita murakami yang ini. Pada cerita ini diperlihatkan bagaimana dunia seorang gregor samsa diputar balikan murakami dengan apik untuk pencarian makna baru yang bernadakan harapan. SELENGKAPNYA DI EPISODE 21 PODCAST SERIBU ULASAN!!
34 Menit
CheckAdd to QueueDownload
Buka semua fitur dengan download aplikasi Noice
Kunjungi App