0
6 bulan lalu
2 Menit
Mars Syubbanul Wathon

11 September 2025
Lagu Syubbanul Wathon (Pemuda Tanah Air) diciptakan oleh KH. Wahab Chasbullah pada tahun 1934, seorang ulama besar sekaligus tokoh pendiri Nahdlatul Ulama. Lagu ini kemudian lebih dikenal luas dengan judul “Yâ Lal Wathan”, yang berarti Wahai Cinta Tanah Air.
Liriknya ditulis dalam bahasa Arab sederhana dengan pesan yang kuat: menanamkan semangat nasionalisme, cinta tanah air, dan pengabdian kepada bangsa sebagai bagian dari keimanan. Hal ini sejalan dengan semboyan beliau, Hubbul Wathan Minal Iman cinta tanah air adalah bagian dari iman.
Dari sisi musikal, lagu ini memiliki irama mars yang tegas, bersemangat, dan mudah diikuti, sehingga cocok dinyanyikan bersama-sama dalam barisan, upacara, maupun kegiatan organisasi. Karena itu, Syubbanul Wathon juga dijadikan sebagai mars resmi Nahdlatul Ulama.
Hingga kini, lagu ini tetap populer dan sering dinyanyikan di pesantren, sekolah, acara kebangsaan, maupun kegiatan NU. Seiring waktu, muncul banyak versi aransemen: dari versi asli dengan rebana, hingga aransemen modern dengan orkestra, paduan suara, bahkan musik band.
Singkatnya, Mars Syubbanul Wathon adalah simbol cinta tanah air, persatuan umat, dan semangat perjuangan yang melampaui zaman.
Lagu Syubbanul Wathon (Pemuda Tanah Air) diciptakan oleh KH. Wahab Chasbullah pada tahun 1934, seorang ulama besar sekaligus tokoh pendiri Nahdlatul Ulama. Lagu ini kemudian lebih dikenal luas dengan judul “Yâ Lal Wathan”, yang berarti Wahai Cinta Tanah Air.
Liriknya ditulis dalam bahasa Arab sederhana dengan pesan yang kuat: menanamkan semangat nasionalisme, cinta tanah air, dan pengabdian kepada bangsa sebagai bagian dari keimanan. Hal ini sejalan dengan semboyan beliau, Hubbul Wathan Minal Iman cinta tanah air adalah bagian dari iman.
Dari sisi musikal, lagu ini memiliki irama mars yang tegas, bersemangat, dan mudah diikuti, sehingga cocok dinyanyikan bersama-sama dalam barisan, upacara, maupun kegiatan organisasi. Karena itu, Syubbanul Wathon juga dijadikan sebagai mars resmi Nahdlatul Ulama.
Hingga kini, lagu ini tetap populer dan sering dinyanyikan di pesantren, sekolah, acara kebangsaan, maupun kegiatan NU. Seiring waktu, muncul banyak versi aransemen: dari versi asli dengan rebana, hingga aransemen modern dengan orkestra, paduan suara, bahkan musik band.
Singkatnya, Mars Syubbanul Wathon adalah simbol cinta tanah air, persatuan umat, dan semangat perjuangan yang melampaui zaman.

