Masuk
0
2 hari lalu
4 Menit
Harapan Di Tengah Penderitaan - 23-8-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia

22 Agustus 2026
Nats Alkitab : Ratapan 3:21-26
Penulis : Pdt. Faoziduhu Lahagu
Saya terkejut mendengar kesedihan mendalam dari seorang anak yang kehilangan kucing kesayangannya. Selama berhari-hari ia terus menangis dan meratap sehingga ia tidak keluar kamar, tidak mau makan dan kehilangan gairah untuk sekolah dan melakukan aktifitas lainnta. Serasa dunia runtuh dengan peristiwa kehilangan seekor kucing kesayangan.
Ada begitu banyak orang yang menangis dan meratap karena krisis ekonomi, konflik dalam keluarga, pergumulan dalam kesehatan dan bahkan duka karena kehilangan. Namun sedikit sekali orang yang meratapi dosa. Penulis kitab ratapan menangisi dosa umat Allah. Bangsa itu dihukum begitu berat. Tanpa belas kasihan Tuhan memusnahkan tempat kediaman Yakub dan amarah-Nya menghancurkan Yehuda (Ratapan 2:2). Mereka sengsara, menderita dan seperti meminum racun pahit karena murka Allah. Namun di dalam keterpurukan dan duka karena dosa itu, penulis ratapan menyatakan pengharapannya. Bahwa Allah itu kasih setia-Nya tidak akan berkesudahan. Bahkan rahmat-Nya tidak akan pernah ada habisnya. Hanya sesaat saja Ia murka tetapi untuk selama-lamanya anugerah-Nya bagi umat yang ditebus-Nya. Ia meyakini bahwa kesetiaan Allah itu akan selalu baru seperti mentari yang selalu terbit setiap pagi. Bahkan Ia berkata bahwa Allah adalah bagian terbaik dalam hidupnya. Pengharapan itulah yang mendorongnya menantikan pemulihan dan pertolongan dari Allah di dalam duka dan ratapan karena penghukuman dari Allah atas bangsa yang berdosa.
Pernahkah kita merasa bahwa sudah tidak ada harapan melihat orang-orang di sekitar kita terus menerus hidup di dalam dosa? Mereka keras kepala, tidak mendengar dan tidak bertobat dari pelanggaran mereka. Ada orang-orang yang sepertinya sudah tidak mungkin berbalik dan mustahil untuk berubah. Atau mungkin kita sendiri yang merasakannya. Kita terpuruk karena kegagalan untuk hidup benar. Dosa telah menyebabkan kita jatuh ke jurang yang paling dasar. Di saat seperti itu, apakah kita masih memiliki pengharapan di dalam Dia? Ratapan akan dosa adalah awal dari pemulihan. Sebab hanya orang yang menyesali dosanya yang mengalami penyembuhan dan hanya mereka yang mengalami kehancuran hati yang akan bertobat.
“Ratapan atas dosa bukan akhir perjalanan, melainkan awal pemulihan yang Tuhan kerjakan melalui kasih setia-Nya yang tidak pernah berkesudahan”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Ketika menghadapi kegagalan, dosa, atau penderitaan, kepada siapa atau kepada apa saya menaruh pengharapan saya selama ini?
2. Apakah saya sungguh-sungguh meratapi dosa dan bertobat, atau justru lebih sering menyesali akibat yang ditimbulkannya dalam hidup saya? mengapa?

rss
Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian
Komentar
Lihat episode lain