Masuk
0
1 hari lalu
5 Menit
26-7-2026 - Semakin Serupa Kristus (PST GKJ Bahasa Indonesia)

25 Juli 2026
Nats Alkitab : Filipi 3:7-11
Penulis : G.I. Emssow Marhins
Apa yang hendak ia buat dengan batu besar itu, mengapa terus menerus dipahat? Tanya John dalam hati saat duduk sembari menyaksikan Steven kakenya sedang memahat bongkahan batu besar di bengkelnya. Ketika dilihatnya bongkahan batu itu semakin kecil setelah dipahat sana sini, John pun mengajukan pertanyaan kepada kakeknya, mengapa engkau terus merusak batu itu, Steven tersenyum dan berkata bahwa ia tidak sedang merusak, ia sedang membentuknya menjadi lebih indah. Beberapa waktu berlalu, pukulan demi pukulan yang terasa keras itu perlahan menyingkirkan bagian-bagian yang tidak diperlukan, hingga akhirnya tampaklah sebuah patung yang indah.
Rasul Paulus pernah berada di puncak prestasi religius dengan latar belakang dan status yang sulit ditandingi. Namun, setelah ia mengenal Kristus, semua pencapaian itu tidak lagi menjadi kebanggaannya. Paulus dengan tegas menyatakan bahwa apa yang dahulu dianggap keuntungan kini ia anggap rugi, bahkan menganggapnya sampah, demi memperoleh Kristus dan mengenal Dia lebih dalam. Transformasi yang dialaminya bukan sekadar perubahan perilaku, melainkan perubahan arah hidup. Ia tidak lagi hidup untuk membuktikan diri, tetapi hidup oleh anugerah Kristus yang membawanya masuk ke dalam proses pembentukan terus-menerus mati terhadap diri sendiri, mengambil bagian dalam penderitaan Kristus, dan hidup dalam kuasa kebangkitan-Nya menuju keserupaan dengan Dia.
Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk semakin serupa Kristus, hal itu berarti bersedia menanggalkan segala hal yang menghalangi pengenalan akan Dia. keangkuhan rohani, dosa yang tersembunyi, dan karakter yang tidak memuliakan Tuhan. Proses ini mungkin terasa menyakitkan, ibarat pukulan pahat Steven yang membuang bagian-bagian tak perlu untuk membentuk patung yang indah. Namun justru melalui proses itulah transformasi sejati terjadi. Keserupaan dengan Kristus bukanlah hasil usaha manusia semata, melainkan karya anugerah Allah yang dikerjakan secara progresif dalam hidup orang percaya yang mau tunduk dan dibentuk oleh-Nya.
“Celah di sumur adalah gambaran ruang kosong dihati manusia. Hanya Tuhan yang dapat mengisinya.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Hal apa dalam hidup saya yang masih saya pertahankan, tetapi sebenarnya menghambat pengenalan saya akan Kristus?
2. Apakah saya bersedia membiarkan anugerah Kristus terus membentuk dan mengubah hidup saya, sekalipun melalui proses yang tidak nyaman?

rss
Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta
Komentar
Lihat episode lain