24-6-2023 - Prioritas (PST GKJ Bahasa Indonesia)
Nats Alkitab : Matius 6:33 Penulis : G.M. Sharon Trinita S. Sepanjang minggu ini Allah telah menuntun kita kepada satu pengertian bahwa tolok ukur kebahagiaan seseorang bukan terletak pada statusnya, melainkan hidup yang dekat dengan-Nya. Akan tetapi, relasi bersama Allah yang sudah pasti mendatangkan kepuasan sejati cenderung terabaikan oleh keinginan diri yang kerap menyimpang dari kebenaran Allah itu sendiri. Memprioritaskan kerajaan Allah dan kebenaran-Nya merupakan nas penutup bacaan minggu ini. Matius 6 ayat 33 merupakan sebuah jawaban atas fenomena yang kerap singgah dalam hidup siapa pun, yaitu kekawatiran. Kuatir sulit bertemu jodoh, kuatir karena omongan orang lain, kuatir pasangan tidak setia, kuatir susah mempunyai keturunan, dan sebagainya. Kuatir merupakan respons yang terbentuk karena ekspektasi berlebihan dari pikiran sendiri atau pengaruh orang lain. Mengutamakan kerajaan Allah merupakan inti dari pengajaran Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya, termasuk kita (ay. 25-34). Identitas seorang murid Tuhan adalah menemukan kerajaan Allah terlebih dahulu agar dapat mengutamakan-Nya. Menemukan kerajaan Allah berarti mengupayakan diri untuk mengaitkan apa pun yang kita kerjakan atau putuskan untuk pekerjaan Allah. Kita harus bergumul di hadapan-Nya dan menemukan apa yang hendak Allah nyatakan dalam diri kita. Allah ingin jati diri-Nya dinyatakan lebih banyak melalui kesaksian hidup kita dengan menikah ataupun tidak. Luangkan waktu sejenak, resapi dengan memohon hikmat. Melajang ataupun menikah, tujuan utama dalam hidup adalah mencari dahulu kerajaan Allah. Melajang ataupun menikah, panggilan utama dalam hidup adalah memenuhi kehendak Allah dan bagaimana Allah dimuliakan melalui diri kita. “Hidup bukan hanya tentang menikah atau melajang, namun bagaimana Allah dinyatakan melalui diri kita.” Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Seberapa sering Anda merenungkan maksud Allah dalam diri Anda? 2. Apa yang menjadi komitmen Anda di hadapan Allah melalui diri Anda saat ini (menikah, sedang dalam tahap mendoakan, dan melajang)?
-
-
-
-
-
