Masuk
Musibah Terbesar Adalah Jauh dari Al-Qur’an
2 Menit

29 November 2025
Para nabi terdahulu diberi mukjizat yang berlaku pada masanya, dan mukjizat itu berakhir seiring wafatnya para nabi tersebut. Berbeda dengan Nabi Muhammad ﷺ, mukjizat beliau tetap hidup hingga hari ini, yaitu Al-Qur’an.
Siapa pun yang berinteraksi dengan Al-Qur’an secara istiqomah dan ikhlas akan merasakan perbedaan nyata dalam hidupnya. Al-Qur’an penuh keberkahan: membacanya berkah, menghafalkannya berkah, memahami tafsirnya berkah, mengamalkannya berkah, dan mendakwahkannya pun berkah selama dilakukan dengan keikhlasan.
Kemuliaan Al-Qur’an tercermin pada kemuliaan waktu dan pembawanya: bulan paling mulia adalah Ramadan karena diturunkannya Al-Qur’an, malam paling mulia adalah malam turunnya Al-Qur’an, dan Nabi paling mulia adalah Nabi yang membawa Al-Qur’an.
Keberkahan Al-Qur’an mampu melapangkan kehidupan: rumah yang sempit terasa lapang, rezeki yang sedikit menjadi cukup, dan hati menjadi tenang. Sebaliknya, musibah terbesar adalah ketika seorang hamba jauh dari Al-Qur’an, bahkan satu hari tanpa membaca Al-Qur’an berarti terputus dari mukjizat yang dapat mengubah hidup.
Rasulullah ﷺ adalah manusia yang sangat sibuk, namun tetap paling dekat dengan Al-Qur’an. Ini menjadi bukti bahwa tidak ada alasan untuk meninggalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu bersama Al-Qur’an: mencintainya, membacanya, memahaminya, mengamalkannya, dan mendakwahkannya dengan ikhlas dan istiqomah. Aamiin.

creator-rss
Aa Gym Official
Subscribe
Komentar
Kreator
Lihat episode lain