Masuk
Janji Kristus Bagi Yang Berduka - 21-8-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia
6 Menit

20 Agustus 2026
Nats Alkitab : Yohanes 14:1-3
Penulis : G.I. Triyanah
Mempersiapkan hati untuk menghadapi perpisahan dengan orang yang kita kasihi bukanlah hal yang mudah. Sekalipun kita mengetahui bahwa perpisahan itu akan terjadi dan memiliki tujuan yang baik, namun hati kita tetap dipenuhi kesedihan, kerinduan, dan kegelisahan. Tidak jarang kita merasa berat untuk melepaskan mereka yang begitu berarti dalam hidup kita.
Pergumulan inilah yang sedang dialami para murid pada saat-saat terakhir bersama Yesus. Mereka sudah meninggalkan segala sesuatu demi mengikuti Guru yang mereka kasihi, namun kini mereka mendengar bahwa Yesus akan segera pergi. Tidak mengherankan jika hati mereka dipenuhi kegelisahan. Kata “gelisah” dalam ayat ini menggambarkan hati yang terguncang dan kehilangan ketenangan. Karena itu Yesus berkata, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku” (ay. 1). Perkataan ini menunjukkan bahwa di tengah kegelisahan mereka, Yesus memanggil para murid untuk tetap percaya kepada-Nya. Bahkan lebih lagi, Yesus memberikan janji bahwa Ia akan datang kembali dan membawa mereka bersama-Nya (ay. 2-3). Janji inilah yang menguatkan hati para murid ketika mereka harus mengahadapi perpisahan dengan Yesus. Dengan demikian, di tengah perpisahan yang menyedihkan, para murid memiliki alasan untuk tetap tenang, bukan karena mereka memahami segala sesuatu, tetapi karena mereka mengenal dan mempercayai Kristus yang setia kepada janji-Nya.
Dukacita karena kehilangan, perpisahan, atau perubahan dalam hidup sering kali membuat hati dipenuhi kegelisahan dan berbagai kekhawatiran tentang masa depan. Mungkin kita bertanya-tanya bagaimana hari-hari yang akan datang akan dijalani atau apakah kita sanggup melewati masa sulit tersebut. Melalui Firman Tuhan hari ini, kita diingatkan untuk tetap percaya kepada Kristus yang setia kepada janji-Nya. Karena itu, ketika hati kita dipenuhi ketakutan dan ketidakpastian, kita dapat tetap percaya kepada-Nya dan berpegang pada janji-Nya. Meskipun keadaan tidak selalu berubah seperti yang kita harapkan, kita tetap memiliki pengharapan yang teguh karena Kristus tidak pernah gagal menepati janji-Nya.
“Hati yang berduka menemukan ketenangan dalam Kristus yang setia."
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Dukacita atau pergumulan apa yang saat ini paling membuat hati Anda gelisah?
2. Bagaimana Anda dapat belajar mempercayai Kristus dan berpegang pada janji-Nya di tengah pergumulan yang sedang Anda alami?

rss
Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian
Komentar
Lihat episode lain