8-3-2024 - Menanti Dengan Sabar, Lalu Apa ? (PST GKJ Bahasa Indonesia)
Nats Alkitab : 2 Petrus 3:14-16 Penulis : Pdt. Elisa Istianto Seorang Ayah pernah bercerita bahwa Putranya yang berusia delapan tahun sedang menghitung mundur hari ulang tahunnya sekitar dua minggu lagi. Dua minggu itu berlalu begitu lambat baginya. Kemudian, ia dan istrinya mengatakan kepada anaknya, “Ini akan segera tiba. Itu tidak akan lama.” Sebagai orang tua, kita merasa waktu berlalu dengan cepat, tetapi bagi anak kita, menunggu adalah sesuatu yang sulit. Demikian pula ada banyak orang yang berada dalam kesulitan dan penganiayaan, menunggu Tuhan bertindak untuk membebaskan mereka itu terasa sangat lamban. Namun di ayat 9, menegaskan bahwa Tuhan tidak berlambat-lambat. Petrus menganggap kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan untuk beroleh selamat (ayat 15). Ini adalah kesempatan untuk mewujudkan hidup Kristen menuju Kerajaan. Mendorong untuk hidup suci berdasarkan pengharapan Kristen akan masa depan. Dalam kaitan ini, Petrus menyebut juga Rasul Paulus yang menegaskan bahwa banyak orang Kristen menyalahgunakan kemerdekaan Kristen dengan menuruti hawa napsu daging (Galatia 5:13). Sementara Tuhan belum kembali, ada dorongan agar orang yang dicptakan baru dalam Kristus untuk hidup kudus dan tidak bercacat (Efesus 1:4). Kita terpanggil untuk tetap setia menantikan Tuhan. Petrus memberikan dua hal yang diberikan sebagai pedoman hidup dalam penantian. Pertama, Jangan kehilangan peganganmu yang teguh. Artinya, tidak terseret dalam kesesatan mereka yang tersesat, memutarbalikkan kebenaran Kitab suci. Mereka seperti menghadirkan kembali kebiasaan masyarakat Sodom dan Gomora (2:6-8). Kedua, bertumbuh dalam anugerah, artinya kita harus mendasarkan diri pada pendirian yang stabil, yaitu di dalam kebenaran dan anugerah. Kita harus terus bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus supaya kita dapat melawan gangguan-gangguan keseimbangan rohani. Dua hal ini seharusnya menjadi pedoman hidup kita sebagai orang percaya pada masa kini, untuk mewujudkan pengharapan Kristen akan masa depan. Jika doamu belum terjawab dan keadaamu belum berubah, nantikan Dia dalam doa dan kesabaran, Hiduplah dalam kebenaran! Pertanyaan untuk Direnungkan: 1. Jika ternyata doa Anda belum terjawab, apa yang Anda pikirkan tentang Allah? 2. Seberapa jauh saudara berusaha mewujudkan hidup Kristen melalui peristiwa-peristiwa sulit yang anda alami?
-
-
-
-
-
