Masuk
Pengharapan Di Dalam Hati Yang Hancur - 25-8-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia
4 Menit

24 Agustus 2026
Nats Alkitab : Mazmur 51:1-6
Penulis : Pdt. Faoziduhu Lahagu
John Bunyan adalah penulis buku Kristen terkenal berjudul “The Pilgrim's Progress “ (Perjalanan seorang Musafir) Isinya mengisahkan hidup seorang pria yang sebelumnya hidup dalam dosa. Namun kemudian ia bertobat, dipulihkan hingga akhirnya ia memulai perjalanan panjang menuju ke kota surgawi. Penulis buku ini pernah mengatakan sebuah kalimat menarik demikian “Hati yang hancur adalah hati yang siap untuk bertobat."
Kehancuran hati adalah titik awal dari sebuah pemulihan. Namun kehancuran hati tanpa sebuah pengharapan tidak akan memiliki dasar yang kuat. Pada waktu raja Daud ditegur oleh nabi Nathan karena dosa yang dilakukannya, Daud menyesal. Ia berkata “aku sudah berdosa kepada Tuhan.” (2 Samuel 12:13). Kesadaran itu membanyak kepada duka yang dalam. Kehancuran hati di hadapan Allah. Ia dengan jujur mengakui pelanggarannya dan ia benar-benar bergumul dengan dosa yang dilakukannya. Ia telah melakukan yang jahat terhadap Allah dengan mengambil Batsyeba istri Uria menjadi istrinya. Namun dalam kehancuran hatinya, Daud tetap menaruh harap kepada Allah. Ia tahu bahwa Allah itu berlimpah kasih setia. Ia meyakini bahwa Allah yang ia percaya adalah pribadi yang memiliki rahmat yang besar. Ia tidak hanya adil, tetapi juga penuh belas kasihan. Daud mengerti dengan jelas sifat-sifat Allah yang tidak hanya menghukum tetapi juga memulihkan. Pengharapan akan sifat Allah inilah yang membuat Daud memohon pengampunan Allah.
Kita pernah dan kita bisa gagal memenuhi kehendak Allah dalam kehidupan ini. Godaan dan cobaan dapat menjerat dan membawa kita kepada tindakan bodoh yang memilukan hati Allah. Pada saat kita sadar akan pelanggaran kita dan kita mengalami kehancuran hati di hadapan-Nya, adakah kita masih memiliki pengharapan, bahwa kasih setia-Nya melampaui dosa kita. Adakah kita masih yakin dan berharap bahwa rahmat-Nya yang besar akan mengampuni kita dari segala pelanggaran paling keji sekalipun? Jika pengharpan itu masih ada, segeralah berbalik dan bertobat.
"Ketika hati hancur oleh kesadaran dosa, pengharapan kepada kasih setia Allah memberi keberanian untuk bertobat."
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Bagaimana pemahaman Anda tentang kasih setia dan rahmat Allah memengaruhi cara Anda merespons dosa serta kegagalan dalam hidup?
2. Ketika hati Anda hancur karena pelanggaran yang telah Anda lakukan, apa yang membuat Anda tetap memiliki pengharapan untuk datang kembali kepada Allah?

rss
Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian
Komentar
Lihat episode lain