Masuk
0
5 hari lalu
5 Menit
22-7-2026 - Kau Segalanya (PST GKJ Bahasa Indonesia)

21 Juli 2026
Nats Alkitab : Kolose 3:11
Penulis : Pdt. Rony Sitorus
Coba bayangkan anda sedang berada di perjalanan. Barang apa yang jika baru disadari tertinggal, akan membuat anda rela berbalik arah untuk mengambilnya? Mayoritas kita mungkin akan menjawab: Handphone. Bagi banyak orang Saat ini, lebih baik dompet yang tertinggal di rumah daripada handphone; karena melalui handphone, hampir semua kebutuhan dapat diakses, termasuk untuk melakukan pembayaran. Rasanya, bagi banyak orang, handphone adalah segalanya bahkan ada orang yang berkata bahwa seluruh hidupnya ada di handphone.
Dunia saat ini menawarkan banyak hal untuk dijadikan pusat kehidupan. Tanpa sadar banyak orang memiliki sesuatu yang dianggap sebagai “segalanya” di dalam hidupnya. Ada yang merasa uang adalah segalanya. Ada yang menjadikan pasangan, keluarga, karier, prestasi atau bahkan pelayanan sebagai hal yang paling utama dalam hidupnya. Namun Firman Tuhan mengajarkan hal yang berbeda. Dalam nas hari ini, Firman Tuhan berkata bahwa: “Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.” Di bagian ini, rasul Paulus sedang berbicara tentang identitas baru orang percaya. Dahulu orang membanggakan suku, status, pendidikan, budaya, atau pencapaiannya. Namun setelah mengenal Kristus, semua itu tidak lagi menjadi yang utama. Mengapa? Karena orang yang memiliki Kristus telah memiliki harta yang jauh lebih berharga daripada apa pun yang dapat diberikan oleh dunia. Kristus bukan sekadar bagian dari hidup orang percaya. Ia bukan sekadar penolong saat kita mengalami masalah atau tempat kita datang ketika membutuhkan sesuatu. Kristus adalah pusat hidup kita. Kristus adalah segalanya dalam keselamatan (Kolose 1:18-22). Kristus adalah segalanya dalam pengudusan. Kristus adalah segalanya yang diperlukan untuk damai sejahtera dalam hati manusia. Paulus berkata bahwa Kristus adalah "semua". Artinya, tidak ada satu pun kebutuhan terdalam jiwa manusia yang berada di luar Kristus.
Sayangnya seringkali kebenaran ini hanya menjadi teori yang tidak dihidupi banyak orang Kristen. Dalam praktiknya, yang menjadi “segalanya” bagi kita seringkali bukan Kristus. Hari ini, cobalah bertanya dengan jujur kepada diri sendiri: “Jika Tuhan mengambil hal yang paling berharga dalam hidupku hari ini, apakah aku masih dapat berkata bahwa Kristus cukup bagiku?” Pertanyaan itu sering kali menyingkapkan siapa yang sesungguhnya menjadi pusat hidup kita. Kiranya kita belajar, untuk semakin menyadari bahwa Kristus adalah segalanya bagi kita. Ketika Kristus menjadi segalanya, kita tetap memiliki pengharapan meskipun kehilangan banyak hal. Ketika kita memiliki Kristus, sesungguhnya kita telah memiliki yang paling berharga dan yang tidak akan pernah dapat diambil dari kita.
“Barangsiapa memiliki Yesus, ia memiliki semua yang dibutuhkannya; secara sempurna dan untuk selama-lamanya” (Thomas Brooks)
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Siapa atau apa yang selama ini menjadi "segalanya" dalam hidup anda?
2. Jika semua yang anda miliki hilang, apakah Kristus tetap cukup bagi anda? Mengapa?

rss
Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta
Komentar
Lihat episode lain