Noice Logo
Masuk
Masuk

Pengharapan Yang Membawa Kita Pulang - 21-8-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia

5 Menit

Pengharapan Yang Membawa Kita Pulang - 21-8-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia

23 Agustus 2026


Nats Alkitab : Lukas 15:17-20 Penulis : Pdt. Faoziduhu Lahagu The Return of the Prodigal Son (Kembalinya Anak yang Hilang) adalah salah satu lukisan yang berharga di dunia. Lukisan ini dibuat oleh Rembrandt van Rijn sekitar 1668–1669. Menurut beberapa sumber, lukisan ini dibuat menjelang akhir hidup Rembrandt. Menariknya, Rembrandt tidak melukiskan saat anak itu pergi meninggalkan rumah, atau saat ia hidup berfoya-foya. Ia memilih momen paling penting dalam perumpamaan itu saat sang ayah memeluk anaknya yang pulang dalam keadaan hancur. Jika kita mengingat kisah anak yang hilang, maka pikiran kita akan tertuju kepada anak bungsu yang hilang. Namun sesungguhnya ini bukan kisah tentang anak tetapi kisah Bapa. William Barclay lebih setuju judul perikop ini adalah “Kisah tentang Bapa yang mengasihi.” Bapa yang berlimpah kasih setia dan pengampunan ini adalah pribadi yang murah hati, sabar dan menerima mereka yang bertobat dan berbalik kepada-Nya dari keterpurukan dosa. Inilah dasar dari pengharapan sang anak bungsu. Ketika berada di kandang babi, sesungguhnya ia sedang di titik paling rendah dalam perjalanan hidupnya. Sepertinya sudah tidak ada harapan. Namun dalam keterpurukan itu ia menyadari keadaannya. Ia baru mengerti sekarang bahwa jauh dari Bapa itu membawa penderitaan rohani dan hanya dengan pergi kepada Bapa, ia dipulihkan. Di rumah babi itu ia menyadari kehancurannya dan merindukan dapat kembali ke rumah Bapanya yang berlimpah makanan. Sekarang Ia sungguh menyadari dosanya dan bertobat. Ayat 20 menuliskan “lalu bangkitlah ia dan pergi kepada ayahnya.” Ia bangkit dan pergi karena pengharapannya besar. Ia tahu bahwa hanya dekat dengan Bapanya, ia dapat tinggal tenang. Adakah kita sedang terpuruk dan kehilangan harapan karena dosa? Apakah kita seperti anak hilang yang jauh dari Bapa? Disaat demikian apakah kita masih memiliki harapan? Apakah kita masih yakin bahwa Allah yang kita kenal adalah pribadi yang berlimpah kasih setia? Apakah kita masih percaya bahwa Ia akan menerima kita yang bertobat dan berbalik kepada-Nya? Apakah kita masih mengimani bahwa hanya di dalam Dialah kita aman dan jika jauh dari Dia kita akan binasa. Apakah pengharapan itu mendorong kita untuk bangkit dan berbalik kembali kepada-Nya? Hal apa yang merintangi kita untuk segera berlari kepada-Nya? Jangan tunda lagi. Segeralah berbalik. Ia menunggumu. “Pengharapan membawa kita pulang ketika kita percaya bahwa kasih Bapa lebih besar daripada dosa dan kegagalan kita.” Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Apa yang selama ini menghalangi saya untuk bangkit dan kembali sepenuhnya kepada Bapa? 2. Bagaimana kasih dan pengampunan Bapa memberi saya pengharapan untuk meninggalkan dosa dan memulai hidup yang baru?

Pengharapan Yang Membawa Kita Pulang - 21-8-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia
rss
Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian


Komentar












Lihat episode lain
Buka semua fitur dengan download aplikasi Noice
Kunjungi App