Masuk
8-3-2026 - Mengandalkan Tuhan Di Tengah Krisis (PST GKJ Bahasa Indonesia)
4 Menit

7 Maret 2026
Nats Alkitab : Mazmur 46:2-4
Penulis : G.I. Alfa Imannuel
Tahun 2020, muncul istilah populer bernama doomscrolling. Ini adalah istilah untuk kebiasaan menggulir berita buruk tanpa henti di ponsel. Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak orang membaca berita krisis, semakin tinggi tingkat kecemasan mereka. Anehnya, meskipun merasakan lelah dan takut, mereka sulit untuk berhenti dari kebiasaan itu. Akibatnya, dunia terasa goyah, bukan hanya secara global, tetapi juga di dalam batin.
Mazmur 46 ditulis dari perspektif iman yang realistis. Pemazmur tidak menutup mata terhadap kekacauan: bumi berubah, gunung-gunung goyang, air laut bergelora dan berbuih. Ini bukan gambaran keadaan damai, melainkan krisis kosmik. Hal ini merupakan simbol dunia yang kehilangan kestabilan. Namun, di tengah gambaran menakutkan itu, pemazmur membuka dengan pengakuan iman yang kuat. “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.” (ay.2). Beriman menurut Alkitab bukan berati melakukan penyangkalan terhadap krisis, melainkan berani melihat krisis dari sudut pandang Allah. Mengandalkan Tuhan berarti percaya bahwa ketika semua hal tidak lagi dapat diandalkan, Tuhan justru menjadi satu-satu-Nya dasar yang tidak terguncang. Mazmur ini menegaskan bahwa keamanan sejati bukan terletak pada stabilitas dunia, tetapi pada kehadiran Allah yang setia. Tuhan tidak panik ketika dunia bergejolak; Ia tetap menjadi benteng yang kokoh bagi umat-Nya.
Mengandalkan Tuhan di tengah krisis berarti mengatur ulang fokus hidup. Mulailah hari dengan firman Tuhan sebelum membuka media sosial. Ketika berita buruk memicu ketakutan, ubahlah respons kita menjadi doa. Akuilah keterbatasan diri kita dan secara sadar mengandalkan kekuatan Tuhan. Ajarkan keluarga untuk menaruh harapan bukan pada keadaan, melainkan pada Tuhan. Di dunia yang mudah goyah, orang percaya dipanggil untuk hidup berakar kuat pada Allah yang tidak pernah berubah.
Keamanan yang sejati lahir dari kehadiran Allah yang setia kepada umat-Nya
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa artinya mengandalkan Tuhan di tengah krisis?
2. Bagaimana mengandalkan Tuhan di tengah krisis?

rss
Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta
Komentar
Lihat episode lain