Noice Logo
Masuk
Masuk
play icon

1

dot icon

3 tahun lalu

dot icon

5 Menit

6-8-2022 - Eben Haezer (PST GKJ Bahasa Indonesia)

6-8-2022 - Eben Haezer (PST GKJ Bahasa Indonesia)

2 Agustus 2022


Nats Alkitab : 1 Samuel 7:11-14 Penulis : G.I. Swannius Bong Dalam sebuah percakapan dengan seorang rohaniwan, saya mencoba memberikan pertanyaan cukup sederhana “Mengapa umat Tuhan jangan kuatir?.” Jawaban dari rohaniwan itu terdengar rohani dan “umum” di telinga kita. “Karena Tuhan dipihakmu, bersama dengan dirimu.” Ketika saya kembali bertanya “Apakah mungkin Tuhan dipihakmu kalau engkau sedang melakukan dosa dan kejahatan?” Dia sulit membalas kembali kalimat itu. Tetapi dia tetap memberikan sanggahan. “Bukankah penyertaan Tuhan harus disertai dengan menjauhkan jiwa kita dari segala pikiran negatif. Mengakui kita manusia  rentan berdosa merupakan pikiran negatif dan membuat celah bagi kekawatiran.” Jawaban yang menarik dari rohaniwan ini. Sekaligus membuat kita merenungkan kembali dan mengoreksi pandangan kita tentang penyertaan Tuhan yang membuat kita tidak kuatir.  Dalam nas renungan hari ini, Samuel mengambil batu dan mendirikan sebuah tugu antara Mizpa dan Yesana. Dia menamainya “Eben-Haezer” dan ia memberikan maknanya yaitu “Sampai di sini Tuhan menolong” apa artinya? Pertama, ini pertobatan dan ketaatan.  Bangsa  Israel kembali menghidupi perjanjian dengan Allah setelah mengalami penderitaan akibat ketidaksetiaan mereka. Bangsa Israel memutuskan untuk menjauhkan diri dari penyembahan kepada Asytoret,  kembali beribadah dan berseru kepada Tuhan (ay. 3-6). Dan Tuhan menolong bangsa Israel keluar dari penjajahan sampai pada masa itu. Mereka tidak boleh kembali menyembah berhala untuk seterusnya. Kedua, kata “sampai di sini” terjemahan ESV “Till now” memiliki  makna yang lebih dalam lagi bahwa Allah masih bekerja sampai di sini, tidak terhentikan bagi bangsa Israel. Allah tidak berhenti berkarya. Dia akan terus berkarya mendidik umat-Nya sejak semula. Dia bahkan mendidik bangsa Israel dengan menyerahkan mereka kepada musuh-musuh bangsa Israel agar mereka kembali hidup dalam perjanjian dengan-Nya.  Allah terus menerus membentuk dan mengubahkan bangsa Israel untuk menghidupi maksud dan rancangan-Nya. Allah tidak akan berhenti sebelum Dia selesai bekerja (Yoh. 9:4). Kekawatiran itu artinya meyakini bahwa Tuhan itu berhenti dan tidak berkarya lagi. Kekawatiran adalah menganggap Tuhan itu seperti mesin yang telah mati. Tidak berkarya lagi dalam sejarah dunia dan hidupmu. Syukurlah Tuhan tidak akan berhenti berkarya sebelum Dia selesai bekerja. Dia akan terus mendidik, membentuk, mengubahkan umat-Nya agar kembali kepada rancangan-Nya untuk seterusnya. Dia bekerja dengan menyertai umat-Nya agar hidup bagi-Nya. Dalam penyertaan-Nya, Dia juga memperhatikan sikap hati dan ketaatan kita. Ketidaktaatan seperti Israel hanya akan membawa penyertaan Tuhan menjadi didikan yang sangat keras dan menyedihkan, sesuatu harus kita jauhi. Sebab, Tuhan tidak pernah dipihak dosa atau pelanggaran. Justru Tuhan ingin anak-anak-Nya mengalami damai dan sukacita dalam penyertaan-Nya. Damai yang membawa kita hidup dalam kebenaran-Nya.  “Jangan kuatir sebab Tuhan akan menyertai kita senantiasa tidak hanya menenangkan kejiwaan kita, tetapi menyadarkan betapa pentingnya ketaatan di hadapan Allah yang Mahatahu ” Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Apa hubungannya penyertaan Tuhan dan ketaatan? 2. Apa komitmenmu setelah mengetahui bahwa penyertaan Tuhan bukan hanya sekedar upaya menenangkan kejiwaan kita tetapi justru sebuah kegentaran akan kemahatahuan Allah?

6-8-2022 - Eben Haezer (PST GKJ Bahasa Indonesia)
rss
Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

Subscribe
Komentar












Lihat episode lain
Buka semua fitur dengan download aplikasi Noice
Kunjungi App