Masuk
3
2 bulan lalu
4 Menit
18-1-2026 - Pola Pikir Yang Diluruskan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

17 Januari 2026
Nats Alkitab : Kolose 3:1-4
Penulis : Pdt. Rony Sofian
C. S. Lewis pernah berkata, “Aim at heaven and you will get earth thrown in; aim at earth and you get neither,” — “Arahkan hidupmu pada surga, maka kamu akan mendapatkan dunia juga; tetapi arahkan hidupmu pada dunia, maka kamu akan kehilangan keduanya.” Ketika hati dan pikiran hanya terpaut pada dunia, kita kehilangan kemuliaan sejati yang ada di dalam Kristus. Karena itu, Paulus menasihati agar kita menata kembali cara pandang kita dan mengarahkan seluruh pikiran dan hasrat kepada Kristus yang telah bangkit dan berkuasa. Di sanalah letak hidup sejati kita—bukan pada apa yang kita miliki, tetapi pada Kristus yang mulia.
Paulus menulis surat kepada jemaat Kolose yang sedang diguncang ajaran palsu yang merendahkan keunggulan Kristus dan menawarkan jalan spiritual alternatif melalui hukum, ritual, dan pengetahuan rahasia. Paulus mengingatkan mereka: pola pikir yang salah akan menyesatkan arah hidup. Dalam pasal 3 ini, Paulus mengarahkan mereka kembali pada inti iman yaitu identitas mereka yang baru di dalam Kristus. “Kamu telah dibangkitkan bersama Kristus,” artinya hidup lama telah berlalu—mereka kini memiliki arah, nilai, dan tujuan yang baru. Fokus hidup mereka bukan lagi pada perkara duniawi yang fana, tetapi pada hal-hal surgawi yang memancarkan kemuliaan Kristus. Hal ini bukan sekadar perubahan perilaku, melainkan transformasi identitas dan cara berpikir.
Karena kita pun telah dipersatukan dengan Kristus yang bangkit dan mulia, maka pola pikir kita juga harus diluruskan oleh Kristus, bukan dibentuk oleh dunia. Hidup orang percaya dimulai dari pembaruan pikiran. Dunia mungkin menilai kesuksesan dari apa yang tampak, tetapi Kristus memandang hati yang berorientasi pada kekekalan. Mengarahkan pikiran kepada hal-hal di atas bukan berarti mengabaikan dunia, tetapi melihat dunia dengan perspektif surgawi. Artinya, kita bekerja, melayani, dan berelasi bukan untuk mencari pengakuan, tetapi untuk memuliakan Tuhan. Setiap keputusan, nilai, dan tujuan hidup kita seharusnya mencerminkan siapa kita di dalam Kristus—bukan siapa kita di mata dunia.
“Arahkan hidupmu pada surga, maka kamu akan mendapatkan dunia juga;
tetapi arahkan hidupmu pada dunia, maka kamu akan kehilangan keduanya.”
—C. S. Lewis
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apakah pola pikir saya saat ini lebih banyak dibentuk oleh nilai-nilai dunia atau oleh identitas saya di dalam Kristus yang telah bangkit? Mengapa?
2. Langkah apa yang bisa saya ambil minggu ini untuk melatih pikiran saya memusat pada hal-hal sorgawi dan melihat segala sesuatu dari perspektif Kristus?

rss
Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta
Subscribe
Komentar
Lihat episode lain