Masuk
6-4-2026 - Anugerah Allah Adalah Kesaksian Kita (PST GKJ Bahasa Indonesia)
4 Menit

5 April 2026
Nats Alkitab : 1 Korintus 15:5-8
Penulis : Pdt. Imanuel Faofeto
John Newton adalah seorang pelaut Inggris (1725–1807) ia hidup jauh dari Tuhan, dikenal kasar, tidak bermoral, terlibat dalam perdagangan manusia, dan hidup dalam dosa. Titik balik hidupnya ketika ia mengalami badai dalam pelayarannya. Ditengah keputusasaannya Newton berseru, “Tuhan, kasihanilah kami!”. Ia mengalami kasih Kristus, hidupnya diubahkan dan diselamatkan, ia mengalami anugerah Allah. Dari pengalaman anugerah itulah lahir lagu yang sangat dikenal hingga hari ini: Amazing Grace. Kisah hidup Newton menjadi bukti bahwa anugerah Allah sanggup menjangkau orang yang paling rusak sekalipun.
Rasul Paulus menegaskan di ayat 5–8 bahwa kebangkitan Yesus Kristus adalah inti dari Injil. Paulus tidak hanya berbicara tentang iman, tetapi juga tentang fakta. Ia mencatat dengan jelas bahwa Kristus yang bangkit telah menampakkan diri kepada banyak orang sebagai saksi mata. Kristus menampakkan diri kepada ke banyak saksi yakni Kefas, kepada kedua belas murid, kepada lebih dari 500 saudara sekaligus, kepada Yakobus, dan kepada semua rasul. Hal ini menegaskan bahwa kebangkitan Kristus disaksikan dan dialami oleh banyak orang bukan pengalaman satu orang saja. Peristiwa ini tidak tersembunyi, tetapi nyata dan dapat dilihat serta dialami. Bahkan di ayat 9, Paulus berbicara tentang anugerah Allah yang menjangkau yang paling hina yakni dirinya, ia sadar bahwa dirinya tidak layak. Ia pernah menjadi penganiaya jemaat. Namun, justru di situlah ia menyaksikan anugerah Allah. Paulus tidak meninggikan dirinya, melainkan meninggikan kasih karunia Allah yang telah menjumpainya secara pribadi. Sehingga kesaksiannya bukan tentang masa lalunya yang kelam, tetapi tentang anugerah Allah yang mengubahkan hidupnya.
Dari bagian ini kita belajar bahwa kesaksian sejati seharusnya berakar pada karya Allah, bukan pada kehebatan manusia. Kita bersaksi bukan karena hidup kita sempurna, tetapi karena Allah bekerja dalam hidup kita. Setiap orang percaya memiliki kesaksian tentang anugerah Allah. Seperti para rasul dan juga Paulus, setiap orang percaya pasti pernah mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan dengan cara yang berbeda-beda itulah kesaksian kita. Anugerah Allah memampukan kita untuk bersaksi dengan rendah hati. Tidak meninggikan diri, tetapi meninggikan Kristus yang hidup dan bekerja di dalam kita. Hidup yang telah diubahkan oleh anugerah Allah adalah kesaksian yang paling kuat. Dunia mungkin meragukan kata-kata kita, tetapi tidak dapat menyangkal hidup yang telah diubahkan.
“Hidup yang dirajut oleh anugerah Allah akan memancarkan kesaksian tentang Kristus”
Pertanyaan Untuk direnungkan
1. Renungkanlah kembali bagaimana pengalaman perjumaan pribadi dengan Allah mengubahkan hidup Anda?
2. Jika orang melihat hidup Anda hari ini, perubahan apakah yang bisa mereka lihat sebagai bukti bahwa Kristus hidup di dalam Anda?

rss
Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta
Komentar
Lihat episode lain