Noice Logo
Masuk
Masuk
new content badge
play icon

0

dot icon

6 Menit

30-4-2026 - Diutus Kembali - Ada Lanjutan Hidup (PST GKJ Bahasa Indonesia)

30-4-2026 - Diutus Kembali - Ada Lanjutan Hidup (PST GKJ Bahasa Indonesia)

29 April 2026


Nats Alkitab : Yohanes 20:21 Penulis : G.I. Erni Tilaar Beberapa tahun yang lalu, ketika anak saya, Shane, masih berusia empat tahun, sekitar pukul 23.00 malam ia tiba-tiba mengalami kejang. Suhu tubuhnya saat itu sekitar 38 derajat Celsius. Dalam pemahaman saya sebagai orang awam, saya mengira kejang biasanya terjadi jika suhu tubuh mencapai 39 derajat ke atas. Karena itu, saya sama sekali tidak memiliki pengalaman atau kesiapan menghadapi situasi tersebut. Saat kejadian itu, papanya Shane sedang melayani di luar kota. Saya panik luar biasa. Hati saya gelisah, rasa takut menyerang, keringat dingin bercucuran. Perut saya terasa sakit dan pikiran saya mendadak kosong. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Dalam beberapa detik yang terasa sangat lama, saya melihat bibir Shane mulai membiru. Yang bisa saya lakukan saat itu hanyalah berseru, “Tuhan Yesus, tolong Shane!” Secara refleks, saya membuka mulutnya, menutup hidungnya, lalu meniup sekuat tenaga ke dalam mulutnya. (Ini adalah pengalaman pribadi saya dalam kondisi panik, bukan sebuah anjuran medis.) Dalam ketidaktahuan dan kepanikan, saya hanya berusaha melakukan sesuatu agar anak saya bisa bernapas kembali. Saya tidak ingat berapa lama saya melakukannya. Namun tiba-tiba Shane mulai bernapas lagi dan langsung menangis. Pada saat itulah saya benar-benar memahami arti kelegaan. Dari kegelisahan yang begitu dalam, hati saya dipenuhi damai yang luar biasa. Ketakutan berubah menjadi ketenangan. Kepanikan berganti dengan rasa syukur. Hari ini, Shane telah bertumbuh menjadi seorang remaja yang melayani Tuhan. Saudara-saudara, pengalaman tersebut mengingatkan saya pada apa yang dialami oleh murid-murid Tuhan. Mereka mengalami kepanikan dan ketakutan yang besar ketika melihat Guru yang mereka kasihi mati di kayu salib. Harapan mereka seolah-olah lenyap. Namun ketika mereka mengetahui bahwa Yesus Kristus telah bangkit, keadaan berubah sepenuhnya. Ketakutan digantikan oleh sukacita. Keputusasaan berubah menjadi pengharapan. Kepanikan berganti dengan damai. Akan tetapi, damai yang Yesus berikan tidak berhenti pada perasaan lega semata. Yesus berkata, “Aku mengutus kamu.”Artinya, sukacita yang mereka alami tidak boleh berhenti hanya untuk diri mereka sendiri. Kebangkitan bukan sekadar kabar yang menghibur hati, melainkan kabar baik yang harus diberitakan kepada dunia. Perubahan yang mereka alami memiliki tujuan, yaitu supaya banyak orang juga mengalami damai yang sama. Kebangkitan Yesus adalah tanda kemenangan. Dalam kehidupan kita pun sering terjadi perubahan-perubahan. Kita pernah terluka, lalu Tuhan memulihkan. Kita pernah gagal, lalu Tuhan menolong kita untuk bangkit kembali. Kita pernah kehilangan harapan, lalu Tuhan menumbuhkan semangat yang baru. Segala sesuatu yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita tidak pernah tanpa maksud. Selalu ada rencana-Nya yang sedang digenapi. Damai yang kita alami bukan hanya untuk dinikmati sendiri. Kita diutus untuk membawa damai itu kepada orang lain. Tuhan menempatkan kita di tengah dunia ini agar melalui kehidupan kita, orang-orang di sekitar kita dapat merasakan pengharapan. Damai yang berasal dari Tuhan Yesus adalah damai yang sejati—bukan sekadar ketenangan sementara, melainkan keyakinan bahwa Tuhan memegang kendali atas segala sesuatu. Damai sejahtera yang kita alami bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi kita diutus untuk membawa damai bagi dunia ini. Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Peristiwa apa yang pernah Saudara alami yang membuat Saudara merasakan kelegaan dan damai setelah sebelumnya diliputi kegelisahan? 2. Maukah Saudara menceritakan kepada orang-orang di sekitar Saudara tentang Pribadi yang telah memberikan damai tersebut? kepada siapa saudara mau ceritakan?

30-4-2026 - Diutus Kembali - Ada Lanjutan Hidup (PST GKJ Bahasa Indonesia)
rss
Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta


Komentar












Lihat episode lain
Buka semua fitur dengan download aplikasi Noice
Kunjungi App