Masuk
2
1 tahun lalu
4 Menit
22-3-2025 - Trik Lama (PST GKJ Bahasa Indonesia)

21 Maret 2025
Nats Alkitab : Yohanes 8:44
Penulis : G.I. Emssow Marthins
Mithilesh Kumar Srivastava alias Natwarlal, adalah salah satu penipu ulung paling terkenal dalam sejarah India. Ia menjadi legenda karena kemampuan luar biasanya dalam menipu dan memanipulasi. Uniknya apa yang ia lakukan oleh pengacara cerdik ini tampak tidak masuk akal, namun berhasil menjebak banyak para targetnya. Mereka adalah orang kaya yang datang dari berbagai negara. Natwarlal tahu persis apa itu sifat tamak manusia. Berbekal dokumen palsu dan kemampuan berbicaranya, Ia berhasil mendapatkan banyak uang dengan menjual berbagai properti mewah di india yang merupakan aset keluarga bangsawan dengan harga yang menarik bagi calon korbannya. Tidak hanya itu bahkan istana presiden india, gedung parlemen, benteng merah serta bangunan paling ikonik di india pun tidak luput untuk dijual. itulah yang membuat Natwarlal dikenal sebagai “the man who sold tajh mahal”
Ayat dalam perenungan ini adalah teguran Yesus kepada mereka yang menolak kebenaran dan hidup dalam dusta iblis. Iblis adalah bapa segala dusta, sebab itu adalah pekerjaan utamanya. Ia menggunakan tipu muslihat dan manipulasi untuk memisahkan manusia dari Bapa Surgawi. Di taman Eden ia menggunakan ular sebagai perantaranya sehingga membuat Hawa jatuh dalam dosa, lalu kemudian manipulasi iblis ini berkembang-biak dengan sendirinya. Ini dimulai dengan memakai Hawa yang telah ditaklukan itu untuk memanipulasi Adam supaya mempercayai tipuan iblis, begitu seterusnya hingga hari ini, dan layaknya gelombang tsunami yang makin lama makin besar, manipulasi dan tipu daya iblis pun semakin banyak, semakin besar, dan semakin meluas. Pada zaman ini, manusia-manusia bebal yang berkarisma pun dipakai olehnya demi mempromosikan dustanya kepada banyak orang, sebagaimana kita jumpai dalam agama-agama, sekte-sekte sesat, bahkan pengajaran-pengajaran menyimpang yang disuarakan dari mimbar gereja. Untuk merusak orang-orang percaya.
Pendeta Sam Soukotta berkata. Termakan dusta, dan menyebar dusta layaknya tubuh yang diikat oleh seutas benang. Mungkin rasanya tidak seperti sedang terikat, namun semakan banyak dusta yang dipercayai, semakin banyak dusta yang disuarakan, maka tali itu akan menjadi semakin tebal dan menjadi semakin kuat melilit dan mencengkram kehidupan manusia, sehingga taklukah manusia itu. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali tipu daya iblis tampak seperti sesuatu yang kecil dan tidak berarti. Namun, setiap dusta yang masuk ke hati dan pikiran manusia, ujungnya-ujungnya akan menjauhkan orang tersebut dari kebenaran.
"Dusta adalah ilusi yang mengalir seperti racun. Namun kebenaran lah yang dapat menyembuhkan."
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apakah ada sisi tertentu dalam hidupmu yang anda biarkan dipengaruhi oleh dusta Iblis?
2. Bagaimana anda dapat membedakan antara kebenaran Allah dan tipu daya yang tampak baik?

rss
Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta
Komentar
Lihat episode lain