Masuk
30-3-2026 - Memberi : Menabus Kasih (PST GKJ Bahasa Indonesia)
4 Menit

29 Maret 2026
Nats Alkitab : Kisah Para Rasul 9:36
Penulis : G.I. Pilipus Ferdinand
Di balik setiap pemberian selalu ada alasan atau motivasi yang melatar belakanginya. Ada orang yang memberi karena mengharapkan pujian. Ada yang memberi demi sebuah popularitas. Ada juga yang memberi karena mengharapkan diberi kembali. Bahkan, ada juga yang memberi karena terpaksa. Namun bagi orang percaya, setiap pemberian seharusnya merupakan perwujudan kasih kepada Allah dan sesama.
Inilah yang dilakukan oleh Dorkas. Alkitab tidak banyak menjelaskan tentang siapa Dorkas ini. Kita tidak tahu siapa dia dan apa latar belakangnya. Alkitab hanya memperkenalkannya sebagai seorang murid Tuhan, yang banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. Minimnya informasi tentang siapa Dorkas, seolah-olah Alkitab hanya ingin kita fokus pada apa yang dilakukannya. Dengan kata lain, siapa Dorkas, tidak terlalu penting, tetapi apa yang dilakukannya, telah dicatat untuk menjadi inspirasi dan teladan bagi orang percaya lainnya. Dorkas bukanlah seorang murid yang memiliki segudang talenta yang spektakuler. Hanya dengan bermodalkan jarum dan benang, dipadukan dengan kemampuan menjahitnya, Dorkas telah membuat banyak pakaian dan diberikan kepada para janda di Yope. Mungkin bagi banyak orang, apa yang dilakukan Dorkas bukanlah hal yang terlalu luar biasa. Namun, apa yang dilakukan dengan penuh kasih dan ketulusan, ternyata sangat menyentuh dan membekas di hati mereka yang menerimanya. Mengapa Dorkas begitu dikasihi dan kematiannya begitu ditangisi banyak orang? Karena sekalipun hanya punya talenta yang sederhana, Dorkas telah banyak menabur kasih dan menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Lalu bagaimana dengan kita? Tentu sebagai orang percaya, Tuhan juga telah mengaruniakan kemampuan dan talenta tertentu kepada setiap kita. Jika Dorkas hanya punya jarum dan benang, lalu apa yang ada di tangan kita yang bisa kita gunakan untuk menolong orang lain? Mungkin yang kita miliki juga tergolong kecil, dan talenta kita pun bukan termasuk yang luar biasa. Sekalipun demikian, apa yang tampaknya begitu kecil dan sederhana, jika dilakukan dan diberikan dengan penuh kasih dan ketulusan, pasti akan berdampak dan menjadi saluran berkat bagi orang lain. Biarlah kisah Dorkas ini boleh semakin mendorong kita untuk semakin menabur kasih kepada sesama, melalui apa pun yang kita miliki.
“Orang bisa memberi tanpa mengasihi, namun tidak bisa mengasihi tanpa memberi – Amy W. Carmichael.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Sejauh apa pemahaman saudara tentang kasih telah memengaruhi sikap saudara terhadap sesama?
2. Bagaimana saudara mempergunakan talenta yang Tuhan berikan untuk menolong orang lain?

rss
Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta
Subscribe
Komentar
Lihat episode lain