Noice Logo
Masuk
Masuk
play icon

0

dot icon

2 hari lalu

dot icon

6 Menit

28-4-2026 - Damai-Nya Mengubah Titik Menjadi Koma (PST GKJ Bahasa Indonesia)

28-4-2026 - Damai-Nya Mengubah Titik Menjadi Koma (PST GKJ Bahasa Indonesia)

27 April 2026


Nats Alkitab : Yohanes 14:27 Penulis : G.I. Erni Tilaar Seorang istri pernah datang kepada saya dengan wajah penuh kelelahan dan mata yang sembab. Dengan suara yang bergetar, ia berkata, “Saya sudah lelah menghadapi suami saya yang tidak mau berubah. Masalah demi masalah terus terjadi. Pertengkaran seperti tidak pernah ada akhirnya. Saya tidak sanggup lagi. Lebih baik saya mengakhiri rumah tangga ini. Saya sudah tidak punya harapan untuk melihat dia berubah. Sudah cukup. Sudah titik cerita saya bersama dia.” Kalimat “sudah titik” adalah ungkapan hati yang putus asa. Titik berarti selesai, tidak ada kelanjutan, tidak ada harapan, dan tidak ada lagi alasan untuk bertahan. Titik adalah keputusan untuk menutup buku cerita kehidupan pada bagian yang menyakitkan. Namun, firman Tuhan hari ini mengajarkan sesuatu yang berbeda. Ayat ini disampaikan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya pada malam terakhir sebelum Ia disalibkan. Suasana saat itu penuh emosi dan ketegangan. Yesus berkata bahwa Ia akan pergi. Ia juga menyampaikan bahwa salah satu murid akan mengkhianati-Nya dan bahwa penderitaan besar akan segera terjadi. Bagi para murid, inilah akhir dari segalanya, akhir perjalanan mereka bersama Sang Guru yang mereka kasihi dan banggakan. Masa depan terasa gelap. Hati mereka dipenuhi kegelisahan dan ketakutan. Semua yang mereka harapkan seolah runtuh. Di tengah suasana seperti itu, Yesus berkata, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu… Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Yesus tidak mengubah situasi malam itu. Salib tetap menanti, pengkhianatan tetap terjadi, dan penderitaan tetap harus dijalani. Namun, Yesus memberikan sesuatu yang jauh lebih dalam daripada perubahan keadaan: Ia memberikan damai-Nya sendiri. Damai yang Yesus berikan tidak seperti yang diberikan dunia. Damai dunia bergantung pada situasi; jika keadaan baik, hati tenang; jika keadaan buruk, hati gelisah. Namun, damai dari Tuhan tidak bergantung pada keadaan. Damai-Nya hadir justru di tengah badai. Bagi murid-murid, cerita itu belum berakhir. Itu bukan titik, melainkan koma. Setelah salib ada kebangkitan. Setelah air mata ada sukacita. Setelah kegelapan ada terang. Mungkin hari ini kita juga berada pada titik nadir kehidupan. Masalah terasa begitu rumit seperti benang kusut yang tidak mungkin lagi diluruskan. Kita lelah, kita kecewa, kita merasa tidak ada jalan keluar. Kita ingin berhenti. Kita ingin berkata, “Sudah titik.” Namun, Tuhan berkata, “Masih koma.” Damai yang Tuhan berikan menjadi kekuatan untuk terus melangkah. Damai itu tidak selalu menghilangkan masalah seketika, tetapi menenangkan hati kita agar tidak menyerah. Tuhan Yesus yang telah mati di kayu salib telah menanggung beban kita. Ia mengerti luka kita, Ia tahu pergumulan kita, dan Ia tidak pernah meninggalkan kita. Jika kita berjalan bersama Dia, ada ketenangan di tengah kerumitan, ada kekuatan di tengah kelemahan, dan pada akhirnya, cerita kita tidak berakhir dengan kekalahan, melainkan dengan kemenangan bersama Kristus. “Sekalipun perjalanan hidup terasa begitu rumit,Bersama Dia selalu ada kekuatan.Ada ketenangan di tengah badai, dan pada akhirnya, ada kemenangan.” Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Apakah saat ini Anda sedang menghadapi masalah yang begitu rumit hingga ingin menyerah dan mengakhirinya? Apakah itu? 2. Bagaimana sikap hatimu menghadapi seluruh kerumitan itu sesuai renungan hari ini?

28-4-2026 - Damai-Nya Mengubah Titik Menjadi Koma (PST GKJ Bahasa Indonesia)
rss
Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta


Komentar












Lihat episode lain
Buka semua fitur dengan download aplikasi Noice
Kunjungi App