Masuk
13-7-2021 - Kekuatan Dalam Kelemahlembutan (PST GKJ Bahasa Indonesia)
4 Menit

13 Juli 2021
Nats Alkitab : Matius 5:5
Penulis : G.I. Mesach Triyuliadi
Banyak orang menganggap bahwa kelemahlembutan sama artinya dengan kelemahan. Ini adalah suatu pengertian yang salah. Lemah lembut bukan berarti "letoy", lembek, lemah atau tidak tegas. W. E. Vine, seorang ahli bahasa Yunani mengatakan bahwa kelemahlembutan dalam Alkitab merupakan suatu sikap di hadapan Allah "Ketika kita menerima perlakuan-Nya terhadap kita sebagai kebaikan dan kita tidak menolak atau melawannya".
Ketika Tuhan Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang lemah lembut," Dia tidak meminta kita menerima hidup begitu saja atau pasrah terhadap perlakuan orang lain. Dia menasihati para pengikut-Nya supaya mereka bersedia taat kepada Allah dan menyerahkan hidup mereka di bawah kendali kuasa Tuhan. Saat kita berserah di bawah pengendalian Allah, artinya kita mengikuti teladan Yesus Kristus saat berada di dunia. Dia senantiasa menyerahkan kuasa-Nya kepada kehendak Bapa di Surga. Dalam kelemahlembutan terdapat kekuatan yang besar, yaitu kuasa Roh Allah yang bekerja melalui kita. Kita dimampukan untuk berserah penuh kepada kehendak-Nya. Tidak seorang pun yang dapat memimpin orang lain, sebelum ia mampu menguasai dirinya sendiri. Tidak ada seorang pun yang dapat melayani orang lain, sebelum ia bisa merendahkan diri sendiri. Tidak seorang pun yang dapat mengendalikan orang lain, sebelum ia belajar untuk mengendalikan dirinya sendiri.
Orang yang lemah lembut dapat mengatur amarahnya. Jadi lemah lembut bukan berarti tidak bisa marah, tetapi ia bisa marah pada waktu dan tempat yang tepat. Orang yang lemah lembut adalah orang yang memiliki sikap tanggap, sabar dan perasaan yang terkendali. Karena ia menyadari bahwa hidupnya berada di bawah kendali Allah. Hidupnya tidak dikendalikan oleh emosi, perasaan atau hawa nafsu duniawi yang seringkali salah. Orang yang lemah lembut adalah orang yang mempunyai kerendahan hati. Mereka tidak terjatuh pada kesombongan dan menganggap dirinya tidak mempunyai kelemahan atau kekurangan sama sekali. Orang yang bersedia menyerahkan dirinya kepada pengendalian Allah secara sempurna akan memperoleh kelemahlembutan yang memampukannya memiliki bumi.
“Orang yang lemah lembut adalah mereka yang dengan tenang tunduk kepada kehendak Allah.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Apa yang Anda pahami tentang lemah lembut?
2.Bagaimana Anda bisa menjadi pribadi yang lemah lembut?

rss
Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta
Komentar
Lihat episode lain