Teladan Yang Mengubah - 19-9-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia
3 Menit

18 September 2026
Nats Alkitab : Titus 2:7-8
Penulis : G.I. Christine Yunita
Seorang anak kecil melihat ibunya setiap Minggu selalu bangun pagi untuk menyiapkan sarapan, mandi dan memakai baju terbaik untuk beribadah dan melayani Tuhan. Teladan ini memuat anak ini terbiasa bangun pagi, mandi dan menyiapkan diri setiap Minggu untuk siap ke gereja. Hingga anak ini dewasa, teladan kesetiaan ibunya dalam ibadah dan melayani mendorong dia untuk setia melayani Tuhan.
Dalam Titus 2:7, rasul Paulus berkata: “jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu”. Perikop ini diawali dengan berbagai nasehat rasul Paulus kepada jemaat Tuhan untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Di ayat 7, rasul Paulus tidak hanya meminta Titus mengajarkan apa yang baik, Ia juga meminta Titus menjadi teladan dalam berbuat baik. Kata bersungguh-sungguh dalam pengajaran, artinya apa yang diajarkan harus dilakukan. Ada keselarasan antara pengajaran dan tindakan. Teladan terlihat dalam perbuatan, kesungguhan, ketulusan dan perkataan yang sehat. Untuk menjadi teladan, kita tidak perlu sempurna, namun kehidupan kita harus menunjukkan bahwa kita sungguh-sungguh sedang mengikuti Kristus. Orang lain belum tentu bisa berubah karena nasehat kita, tetapi kehidupan kita yang konsisten dapat mempengaruhi hidup seseorang untuk melakukan hal yang sama bahkan lebih baik lagi. Teladan yang mengubah hidup, bukanlah kehidupan yang sempurna, melainkan kehidupan yang konsisten untuk taat pada Tuhan dan terus hidup bagi Kristus.
Saudara, kita mungkin sudah menjadi orang Kristen sekian lama, tetapi apakah hidup kita sudah melakukan apa yang kita baca dan ajarkan kepada orang rumah? Mari periksa hidup kita, apakah hidup kita sudah selaras dengan Firman Tuhan? Di rumah, apakah kita menghidupi kasih dan kesabaran? Dalam pekerjaan, apakah kita menjadi teladan dalam kejujuran dan tanggung jawab? Saat marah, apakah kita tetap dapat mengendalikan kata-kata kita? Jangan hanya berbicara tentang kasih, tetapi hidupilah kasih Kristus. Mari saudara, jadikan diri kita teladan dalam berbuat baik.
“1 teladan lebih Mengubah dari 1000 kata-kata”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Renungkan pada bagian mana dalam hidup saya yang tidak menjadi teladan bagi orang sekitar?
2. Komitmen apa yang bisa saya lakukan untuk dapat menjadi teladan bagi orang terdekat saya?
Nats Alkitab : Titus 2:7-8 Penulis : G.I. Christine Yunita Seorang anak kecil melihat ibunya setiap Minggu selalu bangun pagi untuk menyiapkan sarapan, mandi dan memakai baju terbaik untuk beribadah dan melayani Tuhan. Teladan ini memuat anak ini terbiasa bangun pagi, mandi dan menyiapkan diri setiap Minggu untuk siap ke gereja. Hingga anak ini dewasa, teladan kesetiaan ibunya dalam ibadah dan melayani mendorong dia untuk setia melayani Tuhan. Dalam Titus 2:7, rasul Paulus berkata: “jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu”. Perikop ini diawali dengan berbagai nasehat rasul Paulus kepada jemaat Tuhan untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Di ayat 7, rasul Paulus tidak hanya meminta Titus mengajarkan apa yang baik, Ia juga meminta Titus menjadi teladan dalam berbuat baik. Kata bersungguh-sungguh dalam pengajaran, artinya apa yang diajarkan harus dilakukan. Ada keselarasan antara pengajaran dan tindakan. Teladan terlihat dalam perbuatan, kesungguhan, ketulusan dan perkataan yang sehat. Untuk menjadi teladan, kita tidak perlu sempurna, namun kehidupan kita harus menunjukkan bahwa kita sungguh-sungguh sedang mengikuti Kristus. Orang lain belum tentu bisa berubah karena nasehat kita, tetapi kehidupan kita yang konsisten dapat mempengaruhi hidup seseorang untuk melakukan hal yang sama bahkan lebih baik lagi. Teladan yang mengubah hidup, bukanlah kehidupan yang sempurna, melainkan kehidupan yang konsisten untuk taat pada Tuhan dan terus hidup bagi Kristus. Saudara, kita mungkin sudah menjadi orang Kristen sekian lama, tetapi apakah hidup kita sudah melakukan apa yang kita baca dan ajarkan kepada orang rumah? Mari periksa hidup kita, apakah hidup kita sudah selaras dengan Firman Tuhan? Di rumah, apakah kita menghidupi kasih dan kesabaran? Dalam pekerjaan, apakah kita menjadi teladan dalam kejujuran dan tanggung jawab? Saat marah, apakah kita tetap dapat mengendalikan kata-kata kita? Jangan hanya berbicara tentang kasih, tetapi hidupilah kasih Kristus. Mari saudara, jadikan diri kita teladan dalam berbuat baik. “1 teladan lebih Mengubah dari 1000 kata-kata” Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Renungkan pada bagian mana dalam hidup saya yang tidak menjadi teladan bagi orang sekitar? 2. Komitmen apa yang bisa saya lakukan untuk dapat menjadi teladan bagi orang terdekat saya?
